Lika-Liku Software Engineer: Pengalaman Interview Terakhir

Setelah insiden interview pertama, gw berencana untuk ga mencari kerja dulu dalam waktu dekat. Gw mau nunggu sampe semua urusan gw bener-bener selesai dulu. Anehnya, malah temen-temen gw yang sibuk nyariin gw kerjaan. Dari beberapa tawaran, ada satu temen deket gw yang juga nawarin kerjaan. Bisa dibilang temen gw yang ini, sebut saja namanya si Y, cukup dekat dengan gw karena kita punya beberapa kesamaan: sama-sama aneh dan suka ngomongin hal-hal yang ga jelas. Akhirnya, setelah urusan gw selesai semua, gw pun meng-iya-kan tawaran dia.

Undangan interview pun langsung datang. Biasalah, kalo rekomendasi orang dalem, pasti jadi top priority, deh. Seminggu setelah undangan interview, gw udah balik lagi ke KL. Ga mau ngulangin kesalahan yang sama dengan interview pertama, gw belajar. Gw sadar otak gw udah blank, udah hampir setahun juga ga nyentuh coding.
Nebeng si Y, gw berangkat ke kantor. Saat sampe di kantor, gw udah ga kaget lagi walau ada kertas test di tangan gw. Berbeda dari interview sebelumnya, kali ini soalnya cuma 3, dan ga pake abc-an. Satu tentang logic dan programming, dan dua lagi lebih ke diagram dari case study yang ditentukan.
Satu jam kemudian, si bos dateng. Jawaban gw cuma diliat sekilas dan digeletakin gitu aja. Dia malah nanya-nanya soal yang random. Dari soal matematika, database, general IT knowledge, kombinasi dan gabungan ketiganya, sampe soal liburan gw ke Eropa, yang gw yakin dia tau dari si Y.

Herannya, membahas liburan gw ke Eropa itu memakan waktu cukup lama. Terus dia malah sibuk bercerita sendiri. Total interview kira-kira 3 jam: 1 jam test, 30 menit gw jawab pertanyaan lisan dengan asal-asalan sotoy, dan 1.5 jam sisanya, gw cuma duduk dengerin dia cerita. Serius!!

Untungnya, setelah duduk dengerin dia cerita dengan semangatnya, ending nya bahagia.
Si bos (B), Gw (S):
B: ‘Actually you have been confirmed even before the interview, when you were still in Europe.
S: ‘Wow! How come?’
B: ‘Y told me that you are very good, better than him. I was surprised. He is very good and he recommends someone who is better than him. I ask him to invite you for interview. He said you are still enjoying your holiday in Europe. So we wait lah, and finally you are here.’
S: (Gw shock. Si Y kesamber petir apaan tiba-tiba bilang gw better than him? Biasanya dia ga pernah mau ngalah, kok. Udah gitu, gw ke Eropa itu 3 bulan lalu lho!) ‘No laahh. He is my senior, he is obviously much better than me.’
B: ‘No lah, I see you are also quite good. It’s up to you now whether you want to join us or not. If you are okay, our HR will arrange the visa for you.’

 

Dan si bos tadi nyuruh si Y nganterin gw pulang. Gw bahagia!
Share this!

2
Leave a Reply

1 Comment threads
1 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

Bagus tulisannya kak, pilihan kata-katanya pun menyentuh 😀
Emang jurusan apa kak? #Kepo