Jalan-Jalan Terus: Menikmati Ketinggian di Petronas Twin Towers dan KL Tower

(Untuk versi bahasa Inggris, klik di SINI. Click HERE for the English version)

Gw suka menikmati pemandangan dari ketinggian. Ke mana-mana, kalo nemu menara yang bisa membawa gw ke atas, gw pasti bakal menyempatkan diri untuk naik. Sejauh ini, gw pernah ke Eiffel Tower, Petronas Twin Towers, Kuala Lumpur Tower, dan Oriental Pearl Tower.

Berhubung topik kali ini tentang Kuala Lumpur, di post ini gw hanya akan membahas tower yang berada di Kuala Lumpur saja.

Petronas Twin Towers (451.9 m)

Siapa yang ga tahu Menara Kembar Petronas atau Petronas Twin Towers. Kalo belom pernah mengunjungi menara ini, belom pernah ke Kuala Lumpur namanya. Bangunan setinggi 451,9 meter ini dikenal sebagai bangunan tertinggi di dunia tahun 1998 – 2004, sebelum dibangunnya menara-menara yang lebih tinggi seperti Taipei 101 dan Burj Khalifa. Meski begitu, sampai saat ini Petronas Twin Tower tetap dikenal sebagai menara kembar tertinggi di dunia.

Sebenarnya, gw ke Petronas Twin Towers sudah agak lama, sekitar tahun 2010. Saat itu, untuk naik ke lantai atas belum dipungut biaya alias gratis. Hanya saja, harus bangun pagi-pagi untuk mengantri. Percaya atau tidak, jam 6 pagi, antrian sudah panjaaannngg. Jam 9 pagi, tiket sudah habis karena memang batas per harinya sangat sedikit.

Namun sekarang, untuk tanggal yang akan datang, tiket bisa dibeli online di SINI. Sedangkan untuk tiket di hari yang sama, harus datang dan beli di counter. Untuk turis, biayanya cukup mahal: RM 85 (sekitar Rp 280 ribu) untuk dewasa, dan RM 35 (sekitar Rp 115 ribu) untuk anak-anak.

Setelah tahu kalo ternyata pengunjung cuma bisa naik sampai sky birdge, yang terletak di tengah-tengah menara (lantai 41 dengan ketinggian 170 m), gw cukup kecewa. Awalnya gw pikir gw bisa naik sampai lantai paling atas (lantai 88) dan melihat pemandangan dari lantai setinggi itu.
Sebelum naik, kita dipertontonkan film singkat tentang sejarah Twin Towers, bagaimana teknologi penangkal petir diimplementasikan di menara Twin Towers, dan apa yang akan terjadi jika Twin Tower tersambar petir. Film dokumentasi ini cukup menarik karena gw baru tahu ternyata Twin Tower ini dibangun oleh 2 perusahaan konstruksi yang berbeda. Tower barat dibangun oleh perusahaan konstruksi asal Jepang, dan bagian Timur oleh Korea Selatan. Mereka berharap, dengan adanya kompetisi, pembangunan bisa selesai dalam waktu 6 tahun. Sepuluh menit kemudian, barulah kita dipersilakan naik ke atas dengan lift berkecepatan tinggi.
Sesampainya di lantai 41, pengunjung hanya diberi waktu 10-15 menit saja untuk berfoto-foto dan menikmati keindahan KL dari atas.
Pemandangan dari sky bridge
Keadaan di dalam sky bridge.

Dari tempat ini, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke Petrosains, Aquaria, atau bahkan ke taman KLCC di mana pengunjung bisa berfoto bersama Petronas Twin Tower atau air mancur. Ketiga-tiganya masih terletak dalam satu kawasan Suria KLCC dan bisa diakses dengan berjalan kaki!

Kuala Lumpur Tower (421 m)

Secara keseluruhan, KL Tower memang lebih pendek dibandingkan Petronas Twin Towers. Namun, kita diperbolehkan naik sampai observation deck (276 m) dan revolving restaurant (282 m), yang kira-kira 100 m lebih tinggi daripada sky bridge Petronas Twin Tower.

Berbeda dari tower-tower lain yang pernah gw kunjungi, KL Tower menyediakan beberapa teleskop gratis untuk para pengunjung. Berbekal teleskop gratis, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kuala Lumpur yang indah dari ketinggian selama kurang lebih 20 menit.

Pemandangan Kuala Lumpur dilihat dari KL Tower observation deck
Teleskop gratis di dalam KL Tower observation deck

Selain observation deck, Atmosphere 360: Revolving Restaurant juga wajib dikunjungi. Restoran yang terletak di ketinggian 282 m ini merupakan restoran paling tinggi di Malaysia. Dalam restoran ini, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar tanpa berjalan satu langkah pun, karena restoran ini berputar. Dari informasi yang gw dapat, satu putaran penuh membutuhkan waktu sekitar 60-120 menit, tapi saat gw ke sana, gw ngerasa perputarannya ga selambat itu. Tapi jangan khawatir, walaupun berputar, pengunjung tidak akan merasa pusing saat makan.

Berhubung gw ga makan di sana, jadi gw kurang tau apa makananannya enak atau ga. Tapi yang jelas, restoran ini keliatan formal, mewah, elegan, dan mahal. Cocok untuk dinner yang romantis, apalagi sambil melihat gemerlapnya Kuala Lumpur pada malam hari.

KL Tower Atmosphere 360 revolving restaurant yang mewah dan elegan
Pemandangan dari KL Tower revolving restaurant

Setelah puas menikmati ketinggian, pengunjung bisa mampir ke Blue Coral Aquarium yang terletak di lantai bawah. Memang tempat ini tidak sebesar Aquaria KLCC, tapi tetap saja cukup menarik untuk dikunjungi.

Selanjutnya, tower mana lagi, ya, yang harus gw kunjungi? 🙂

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published.