Aneka Tips: Pengalaman Mencabut Gigi Berlubang

Kalo gigi berlubang, mendingan buru-buru ke dokter gigi buat ditambal, deh. Karena jika dibiarkan kelamaan, lubangnya bakal makin besar. Terus jadi bengkak, sakit, nyut-nyut an, dan akhirnya gigi tersebut pecah.

Setelah itu, biasanya kita cuma punya 2 pilihan:

  1. Sakitnya lama kelamaan hilang dan gigi tersebut warnanya menjadi lebih tua dari gigi lainnya.
  2. Sakitnya tidak juga hilang sampai akhirnya menyerah dan pergi ke dokter gigi.
Kemungkinan mana pun, ujung-ujungnya harus ke dokter gigi untuk ditangani, karena walaupun sakitnya hilang, gigi tersebut disebut gigi mati, alias gigi yang sarafnya udah rusak, dan sewaktu-waktu bisa saja terjadi infeksi. Walau masih ada kemungkinan untuk mempertahankan gigi asli, tapi tentu saja prosesnya lebih panjang dan biayanya pun lebih mahal.

Di postingan kali ini gw akan bercerita pengalaman seseorang yang cukup dekat dengan gw, sebut saja namanya Mr Hamburger. Serius, gw ga tau kenapa dia pilih nama samaran aneh begini. Padahal hamburger kan ga ada giginya! Ya sudahlah, kita simak saja pengalamannya.

Jadi ceritanya Mr Hamburger ini giginya udah bolong selama hampir 2 tahun dan akhirnya pecah. Berhubung sakitnya tidak tertahan, dia akhirnya menyerah dan ke dokter gigi. Setelah memeriksa kondisi gigi Mr Hamburger, si dokter bilang kondisi giginya udah ga bisa diselamatkan. Satu-satunya jalan harus dicabut dan pasang gigi palsu. Dan untungnya, dilihat dari kondisinya, gigi Mr Hamburger bisa dicabut saat itu juga. Mr Hamburger pun pasrah dan meng-iya-kan. Biayanya tergantung tingkat kesulitan. Normalnya sekitar RM80 (sekitar 280rb rupiah).

Selama proses pencabutan gigi, tentu saja Mr Hamburger diberi anastesi lokal biar dia ga kesakitan. Tapi tetep aja serem, dia masih bisa mendengar suara mesin-mesin mengerikan di dalam mulutnya. Mungkin kalo gw di posisi dia, gw bakal bawa earphone dan dengerin lagu keras-keras, atau minta bius total biar ga trauma ke dokter gigi lagi. Hehehe…
Di sela-sela proses pencabutan gigi, si dokter sempat nyeletuk kalo pasien sebelumnya tingkat kesulitannya sangat tinggi, sampe-sampe memakan waktu 2 jam. OMG! Akhirnya, setelah berjuang kurang lebih 30 menit, si dokter pun berhasil mencabut gigi Mr Hamburger. Berhubung prosesnya cukup sulit, biayanya pun agak mahal: RM200 (750rb rupiah). Biaya tersebut udah termasuk obat anti sakit (pain killer) doank. Antibiotik hanya akan diberikan kalo ada infeksi setelah pencabutan gigi.
Berikut hal yang perlu diperhatikan setelah mencabut gigi:
  • Saat baru saja dicabut, dokter gigi bakal ngasih kassa buat digigit. Gantilah kasa tersebut setiap 20 menit.
  • Sampai kapan harus gigit kasa? Entahlah, yang jelas Mr Hamburger bilang setelah anastesi hilang, dia udah ga mau menggigit kassa lagi.
  • Darah masih mengalir bahkan sampai 24 jam pertama. Ini normal, asal darahnya ga terlalu deras. Untuk mempercepat pembekuan darah, disarankan mengkompres pipi dengan es atau minum air es. Biarkan air es berada di mulut sekitar 2-3 menit. Setelah itu, terserah mau ditelan atau dibuang. Kalo mau dibuang, jangan berkumur, dan jangan memberikan tekanan apa-apa, pada mulut, biarkan air mengalir keluar begitu saja dari mulut.
  • Mr Hamburger cuma minum pain killer di hari pertama doank. Setelah itu dia bilang udah ga sakit lagi, kecuali kalo buka mulut lebar-lebar.
  • Tiga sampai empat hari pertama gusi bakalan bengkak dan air ludah bewarna kemerahan karena masih sedikit bercampur dengan darah. Jangan khawatir, ini juga normal.
  • Sampai gusi menutup sempurna, sebaiknya jangan berkumur terlalu kuat dan jangan sering meludah.
  • Saat menyikat gigi, bersihkan juga gusi dari gigi yang baru saja dicabut dengan menyikatnya secara lembut.
  • Jangan mengkonsumsi makanan / minuman yang panas, pedas, atau keras. Untuk 3 hari pertama, pilihlah makanan yang lunaaak sekali seperti pisang, puding, yogurt, es krim, sereal seperti Choco Cr*nch dengan susu dingin (ditunggu sampai Choco Cr*nch sedikit lembek baru dimakan), dan makanan lunak lainnya. Selanjutnya, bisa makan nasi seperti biasa, namun tetap tidak boleh mengkonsumsi makanan / minuman yang panas, pedas, atau terlalu keras.
  • Segera hubungi dokter bila nyeri berkepanjangan atau terjadi infeksi.
Hal-hal di atas tersebut hanya berdasarkan pengalaman Mr Hamburger dan saran dari dokter gigi. Untuk lebih jelasnya, lebih baik bertanya pada dokter gigi dulu sebelum memutuskann untuk mencabut gigi.
Setelah baca postingan gw, adakah yang masih males sikat gigi?
Share this!

8 thoughts on “Aneka Tips: Pengalaman Mencabut Gigi Berlubang

  1. Aku juga berlubang kecil nih, 3 lagi tetapi ampun malasnya ke dokter gigi. Sudah tiga tahun sih tapi tidak mengembang lubangnya, mungkin karena rajin sikat gigi :p

  2. Wah kurang tau deh kalo itu.

    Si Mr Hamburger juga awal-awalnya ga ngerasain apa-apa sampai 2 tahunan. Tapi suatu hari, tiba-tiba jadi nyut-nyut an gitu. Sampe berhari-hari ga ilang sakitnya, malah makin parah.

    Sebaiknya sih, cek dengan dokter gigi. Kan katanya lubang di gigi bisa menjadi tempat masuknya kuman dan bakteri. 🙂

    1. Hai ardie maru,

      Harga tergantung daerah dan tergantung dokternya. Dua tahun lalu sih sekitar 600 ribu buat cabut gigi belubang (kenanya mahal karena kata dokternya posisinya udah susah, sampe harus dipecahin dan dicabutin satu-satu), dan 300 ribu buat bersihin karang gigi.

  3. Gigi geraham gua berlubang, bahkan udah pecah alias gak berbentuk lagi, selain itu, di gigi gua yang berlubang ity ada karangnya juga. Bayangin deh, gigi berlubang, pecah + disela selanya ada karang, kotor banget kan? Gua terakhir ke dokter gigi umur 6 tahun, dan sekarang umur gua udah 19 tahun. Gua agak parno ke dokter gigi gara gara gara phobia darah. Gak sengaja nemu ini blog pas ubek cara mengobati sakit gigi secara alami. Abisnya gigi yang lubang lagi sakitt banget kalo di pegang atau dipencet ㅠㅠ

    1. Wah sama nih, gw juga takut ke dokter, apalagi dokter gigi.

      Tapi kalo kejadiannya sudah parah begitu, mau ga mau ya harus ke dokter gigi. Diobati sekalian dibersihkan. Kalo enggak, katanya lubangnya bisa menjadi pintu masuk bakteri dan kuman.

Leave a Reply

Your email address will not be published.