Jalan-Jalan Terus: Liburan Bebas Polusi di Kepulauan Gili

Kepulauan Gili, atau yang dikenal dengan sebutan Tiga Gili: Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan, merupakan tempat yang sangat cocok untuk rileksasi. Ketiga pulau ini bebas polusi karena kendaraan bermotor tidak diperbolehkan memasuki daerah sini. Selama gw di sana, gw ga melihat satu orang pun yang merokok, dan jalanan pun sangat bersih dari sampah.

Para penduduk di sini mayoritas bisa berbahasa Inggris dan super ramah! Ditambah lagi wisatawan asing yang mendominasi Gili, membuat gw merasa sedang tidak berada di Indonesia. Mereka bahkan mengklaim kalo Pulau Gili relatif aman, and yes, gw beberapa kali menitipkan tas gw di restoran-restoran atau warga sekitar saat gw snorkelling, dan tidak ada satu barang pun yang hilang. Two thumbs up buat orang-orang Gili!

Untuk ukuran pulau kecil, kegiatan yang bisa dilakukan relatif banyak. Berikut beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di Gili Trawangan.

Menaiki Cidomo

Cidomo merupakan alat transportasi publik khas Gili. Bentuknya seperti delman mini, yang kapasitasnya cuma buat 2 orang penumpang dan 1 sopir. Harganya menurut gw relatif mahal, sekitar 50 ribu untuk 3 km (berdasarkan estimasi). Namun sayangnya, saat kita membawa koper atau barang-barang yang banyak, kita cuma punya pilihan jalan kaki atau naik cidomo.

Bersepeda

Sepeda adalah alternatif alat transportasi lain yang paling efektif dan murah meriah di sini. Hampir setiap beberapa ratus meter terdapat tempat penyewaan sepeda. Harganya bervariasi dari 30 ribu – 50 ribu per hari (24 jam), tergantung kemampuan negosiasi kita.

Pulau dengan panjang 3km dan lebar 2 km ini, bisa selesai diputari dalam waktu 2 jam, sambil berhenti di beberapa spot menarik untuk berfoto, seperti pantai yang sepi, dan turtle conservation.

Mengunjungi turtle conservation
Bermain dengan sea turtle
Lanjut bersepeda seharian sampe pantat sakit

Horse Riding

Aktivitas lain yang bisa dilakukan di sini adalah horse riding. Aktivitas ini nampaknya kurang diminati. Selama di sana, gw jarang sekali melihat orang menyewa kuda, mungkin hanya 2-3 orang saja. Mungkin dikarenakan minimnya tempat penyewaan kuda di sana, yang setelah berkeliling-keliling, gw hanya nemu 1 tempat penyewaan kuda. Soal harga, gw ga tau.

Yoga dan Meditasi

Mau liburan sehat? Bisa mendaftarkan diri ikut yoga di beberapa yoga center di Gili. Gw ga begitu mengerti jenis-jenis yoga, tapi yang jelas, mereka menyediakan beberapa kelas yoga dan meditasi tiap harinya. Jadwalnya bisa langsung dicek di yoga center.

Kuliner

Dari makanan yang murah-murah, sampe restoran dan bar yang mahal, ada di sini. Jenis makanan pun sangat bervariasi, dari es krim biasa sampe es krim gelato khas itali, jagung bakar, bakso, sate ayam, seafood, spageti, pizza, sushi, sampe makanan khas Thailand pun, ada di sini.

Jika ingin menikmati makanan murah nan sedap, gw sarankan cari makan di Pasar Seni / Pasar Malam, yang berlokasi di dekat pelabuhan utama Gili Trawangan. Makanan utama di sini yaitu sate ayam, daging, dan tuna, seafood (ikan, udang, cumi, lobster) bakar, dan nasi campur. Gw ketagihan dengan ikan bakarnya yang super fresh dan murah meriah. Sekali lagi, harga tergantung kemampuan negosiasi kita.

Sebaliknya, kalau makan di restoran, harga sudah pas, tidak bisa ada tawar-menawar. Yang paling penting, perhatikan service tax nya. Sebagian restoran service tax nya cukup tinggi, bisa mencapai 21%. Kalau tidak tertulis di dalam menu, ada baiknya ditanyakan dulu sebelum makan. Sebagian restoran atau bar biasanya mengadakan performance seperti fire dance, live music, party lengkap dengan DJ-nya pada malam hari untuk menarik pengunjung.

Mencicipi makanan Italia

Selain kuliner, ada juga satu makanan yang bikin penasaran. Makanan satu ini bikin yang makan jadi berhalusinasi. Entah legal atau tidak, tapi makanan ini dijual bebas dan terang-terangan di Lombok. Yap, magic mushroom. Gw sih ga makan, tapi temen-temen gw yang makan. Penasaran? Simak ceritanya di [BTS] Jalan-Jalan Terus: Magic Mushroom.

Snorkelling dan Diving

Pulau Gili sangat terkenal dengan penyunya. Hanya snorkel sekitar 20m dari pinggir pantai, kita sudah bisa melihat penyu-penyu di dasar laut. Kata penduduk lokal, snorkel di pinggir pantai sebaiknya dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 7, karena pada saat itu, penyu-penyu masih  relatif dekat dengan pinggir pantai.

Peralatan snorkebisa disewa dengan harga relatif murah berkisar 25 ribu – 35 ribu untuk setengah hari, lengkap dengan sepatu kataknya. Saat snorkeling, kita harus berhati-hati dengan karang yang cukup tajam di sekitar pantai, yang juga sukses bikin kaki gw luka-luka. Ouch!

Kalau tidak mau snorkel sendiri, banyak tour yang menyediakan paket snorkelling dengan harga sangat murah, berkisar dari 80 ribu (tanpa makan siang) – 120 ribu (termasuk makan siang) per orangnya. Dalam paket berdurasi 5 jam ini, kita akan dibawa menuju 3 area yang berbeda dengan menggunakan glass bottom boat. Kita diberi waktu untuk snorkel 30 menit di masing-masing area. Area pertama kurang menarik karena hanya melihat terumbu karang saja. Area kedua adalah area yang menurut gw paling menarik karena banyak penyu. Setelah itu kita berhenti di Gili Air untuk makan siang, bermain, dan beristirahat. Selesai makan siang, kita menuju area ketiga, area yang paling banyak ikannya.

Sayangnya, untuk paket snorkeling, mereka tidak menyediakan snorkeling goggle untuk mata minus. Hanya diving center yang menyediakan snorkeling goggle untuk mata minus, dan itupun, tidak disewakan untuk snorkeling. Untung saja, gw bawa kacamata renang minus sendiri. Jadi, gw tetap bisa menikmati keindahan bawah laut Gili!

Snorkeling with swimming goggles 🙂

Selain snorkeling, Gili juga surganya para penyelam. Ada lebih dari 20 diving spots yang menawarkan keindahan bawah laut yang unik dan berbeda. Untuk lebih jelasnya, kita bisa mendatangi diving center di sana dan berkonsultasi di sana.

Air dan pasir di Gili ga sejernih dan seputih yang diberitakan di media-media. Spot-spot untuk snorkeling nya pun kurang mantap, ikannya kurang berwarna-warni dan kurang beraneka ragam. Entah karena memang media yang overrated atau ekspektasi gw ketinggian atau gw memilih spot yang salah. Dari sekian banyak pantai yang pernah gw kunjungi, masih Redang, Malaysia, yang terbaik untuk snorkeling dan diving. Hanya saja Gili tetap punya keunikan tersendiri: surganya penyu dan katanya bisa melihat white shark bila beruntung. So, worth to go!

Watersports

Berbagai macam olahraga air ditawarkan di sini, seperti banana boat, parasailing, seawalker, dan lainnya. Namun dikarenakan harga yang cukup tidak masuk akal, berkisar 700rb – 1jt per orangnya, gw mengurungkan niat gw untuk parasailing. Apalagi setelah tawar-menawar, mereka tetap bersikeras kalo harga tersebut sudah harga lokal dan tidak bisa kurang lagi.

Lain kali, gw akan mencoba parasailing di tempat yang harganya lebih manusiawi.

Massage

Setelah capek bersepeda dan beraktivitas seharian, gw menyempatkan diri mampir di massage center. Berbagai macam massage, dari foot massage, sampe full body massage, disediakan di sini. Harga bervariasi dari 60 ribu – 180 ribu. Gw pun mencoba Lomboknese Massage atau pijat khas Lombok dengan aroma terapi untuk rileksasi.

Berbelanja

Selain restoran yang cukup banyak, di sini juga terdapat banyak toko-toko kecil yang menyediakan baju-celana pantai serta perlengkapan menyelam. Lagi-lagi, harganya tergantung dari kemampuan negosiasi kita.

Menikmati Keindahan Pantai

Bahasa ngasalnya: bengong-bengong di pantai. Bisa ngeliatin sunrise, sunset, bulan purnama, ngeliatin orang lalu lalang, ngeliatin kapal lalu lalang, ngeliatin orang main parasailing yang bikin iri, baca buku, main ayunan, foto-foto, jungkir balik, atau ngapain ajalah, yang penting keliatan normal kalo dilakuin di pantai.

Puas menikmati keindahan Gili, gw pun melanjutkan perjalanan menjelajahi Lombok. Ikuti kisahnya di Jalan-Jalan Terus: Pulau Lombok yang Menawan.

Share this!

2
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Ridwan SKPo Stefanie Andrianta Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Po Stefanie Andrianta
Guest

Wah serius, kapan tuh? Asiknyaaa…

Gw waktu itu kok dikasih harga mahal banget ya, apa mungkin gara2 lg musim liburan jadi banyak bule ya? Tapi beneran tuh, ke beberapa counter harganya segitu ga bs turun lagi 🙁

Di Bali waktu itu gw ke Tanjung Benoa, murah banget. Maen flying fish (2 kali), diving (3 orang), ke pulau penyu rame2 (1 boat pulang pergi), cuma 1,5 juta. Sayang aja waktu itu ga bs maen parasailing krna anginnya ga mendukung.

Ridwan SK
Guest

Itu beneran harganya 700rb – 1jt?? mahal amattt.. kemaren malah pas nanya2 untuk sea walkernya 400 rb, lebih murah daripada harga di Nusa Dua Bali