Curhatan Anak Kuliahan: Pemilihan Judul Skripsi

Ngomong-ngomong soal Tugas Akhir (TA), atau yang lebih dikenal sebagai skripsi, gw akan bercerita sedikit gimana skripsi di kampus gw. Di sini, skripsi biasa dikenal dengan nama Final Year Project (FYP) atau Final Project (FP). Tapi apapun namanya itu, pasti terdengar menakutkan bagi mahasiswa-mahasiswi. Bener, ga?
Gw kuliah jurusan Information Technology (IT) di UCTI, yang sekarang namanya ganti jadi Asia Pacific University of Technology and Innovation (APU). Di sini, dan kebanyakan kampus lain, jurusan S1 untuk IT normalnya lulus dalam waktu 3 tahun, asalkan ga perlu mengulang mata kuliah.


Tahun pertama kita sudah mulai belajar fondasi tentang IT secara umum, seperti Matematika, hardware, konsep dasar networking, Artificial Intelligence, dan juga beberapa bahasa pemograman seperti C dan Java.

Pada tahun kedua, kita diwajibkan untuk memilih: mengambil IT General atau mengambil spesialisasi. Spesialisasinya pun beragam, ada Networking, System Security, Intelligent Systems, Forensic, Mobile, dan masih ada beberapa lagi. Jadi pada tahun kedua, walaupun sama-sama IT, tapi mata kuliahnya bisa berbeda-beda, tergantung dari spesialisasinya. Misalnya untuk yang spesialisasi di Database, dia akan mendapat mata kuliah tentang database yang lebih banyak dan lebih mendalam dibandingkan spesialisasi yang lain.

Tahun kedua, semester 4, ada satu mata kuliah yang namanya Research Method in IT, yang harus diambil oleh semua murid, apapun spesialisasinya, apapun jurusannya. Di mata kuliah itu, kita udah harus ngumpulin proposal buat skripsi. Keuntungannya, kalo pas tahun ketiga kita tetap menggunakan ide yang sama, sebenernya kita udah menyelesaikan 1/4 dokumen dari skripsi kita (kira-kira 3.000 kata) di mata kuliah ini. Cuma diperlukan kira-kira 10.000 kata lagi, yang lebih condong ke arah teknikal, serta sistem yang berjalan sempurna untuk skripsi.

Berhubung kampus gw itu kampus IT, dosen-dosen IT nya pun terkesan lebih strict dibanding dosen jurusan lain. Banyak temen-temen gw yang proposalnya ditolak, sampe-sampe mereka kehabisan ide. Gimana enggak, pas ngajuin proposal aja udah ditanya macem-macem. Salah seorang temen gw ambil spesialisasi di System Security. Dia mau mengimplementasikan fingerprint untuk attendance system. Baru juga ngajuin, udah ditanyain hal-hal berikut:

  • Perlukah sistem semacam itu? Apakah absensi harus segitu amannya? Coba tunjukkan hasil research kamu yang membuat kamu menyimpulkan sistem semacam ini memang diperlukan.
  • Bukannya RFID lebih efektif, secara sidik jari orang bisa berubah-ubah, belum lagi kalau jarinya terluka. Bagaimana menurut pendapatmu?
  • Emangnya di luar sana, sistem seperti itu belum ada?
  • Kalo belum ada, seperti apa attendance system yang umumnya orang pakai saat ini?
  • Terus kalo di luar sana sudah ada sistem seperti ini, buat apa kamu bikin sistem yang sama? Toh membeli sistem yang sudah ada di luaran sana cost nya lebih murah, dibandingkan dia harus membayar kamu membuat sistem, menunggu beberapa bulan, dan hasilnya juga belum teruji.
  • Alat untuk mengesahkan sidik jarinya dapet dari mana? Algoritma buat validasi sidik jari kamu bikin sendiri atau sudah terintegrasi dengan alat tersebut?
  • Sepertinya kalo cuma mengimplementasikan fingerprint doank, ga perlu ambil spesialisasi di security. Coba lebih diperdalam lagi elemen sekuritinya. Kamu kan spesialisasinya di System Security.
  • dan semakin banyak pertanyaan lainnya…
Temen gw klepek-klepek. Apalagi yang ambil spesialisasi Networking. Tahu sendiri, kan? Networking jaman sekarang udah canggiiiih banget. Susah banget untuk anak IT yang bahkan S1 aja belum lulus, tapi udah disuruh membuat sesuatu yang memiliki 2 kriteria utama: ‘dibutuhkan‘, dan ‘original‘. Di sisi lain, kita ga bisa asal ngajuin judul juga, karena pada akhirnya semua sistem yang kita ajuin harus benar-benar berfungsi (bukan cuma gambar  atau konsep doank), dan dikerjakan secara perorangan. Duh!

 

Nah, gw sendiri gimana? Gw ambil spesialisasi di Intelligent Systems, spesialisasi di mana waktu jaman gw kuliah itu, kelasnya cuma 2 orang, gara-gara terdengar menakutkan dan lebih banyak coding-nya. Di spesialisasi ini, gw banyak dapet mata kuliah tentang AI, programming language, knowledge discovery, data warehousing, dan probability and statistic.

 

Untungnya, pertama kali gw ngajuin proposal, proposal gw langsung diterima. Memang sih, gw udah banyak research soal itu gw sebelumnya. Dan memang benar, sistem semacam itu dibutuhkan, dan waktu jaman gw kuliah, sistem yang gw ajukan ini belum ada alias masih original.

 

Mungkin lain waktu, kalo banyak pembaca yang tertarik gw bakal membahas soal skripsi gw.

 

Buat kakak-kakak dan adik-adik yang lagi berpusing-pusing ria mikirin judul skripsi, selamat berjuang!
Share this!

2 thoughts on “Curhatan Anak Kuliahan: Pemilihan Judul Skripsi

Leave a Reply

Your email address will not be published.