Jalan-Jalan Terus: Berjaya Hills

(Untuk versi bahasa Inggris, klik di SINI. Click HERE for the English version)

Berjaya Hills atau yang juga dikenal dengan nama Fraser’s Hill, terletak di Bukit Tinggi, Pahang, Malaysia. Pernah denger Genting, pusat casino di Malaysia? Berjaya Hills ini letaknya berdekatan sama Genting, walau ga deket-deket amat.

Perjalanan ke Berjaya Hills kira-kira memakan waktu 1 – 1,5 jam dari Kuala Lumpur. Jalan ke sana berliku-liku, bikin orang pusing. Yang mabok darat, dianjurkan minum obat tidur bawa kantong plastik.
Ada beberapa macam atraksi di sana, seperti Japanese Village, Adventure Park, Animal Park, Colmar Tropicale, Horse Trails, Sport Complex, dan Golf. Selengkapnya bisa dilihat di gambar berikut:
Attractions at Berjaya Hills

Dari tempat atraksi satu ke tempat atraksi yang lain jaraknya bisa dibilang agak jauh, meski masih dalam satu kawasan. Jadi lebih baik kalo membawa atau menyewa mobil sendiri. Memang ada bus umum, tapi frekuensinya tidak begitu sering dan tidak melewati semua tempat atraksi.

Colmar Tropicale

Inilah Berjaya Hills Resort atau yang juga dikenal dengan Colmar Tropicale. Kental dengan nuansa Perancis kuno, tempat ini cukup happening. Para pengunjung resort dimanjakan dengan bangunan-bangunan ala perancis, lengkap dengan restoran, kue-kue, dan entertainment seperti 6D motion adventure, performers dan band.
Berjaya Hills Resort
Kebetulan pas gw dateng ada stage performance 🙂
Pemandangan Colmar Tropicale dari atas menara
Taman Colmar Tropicale
Untuk yang menginap di resort ini, mungkin juga disediakan package untuk mengunjungi tempat atraksi sekitar dengan harga lebih murah. Dan kalo ga salah, ada mini shuttle yang mengantar-jemput pengunjung dari hotel menuju atraksi sekitar, dan sebaliknya.

Japanese Village

Japanese Village Attraction
Sesuai dengan namanya, tempat ini bernuansa Jepang. Kita bisa melihat rumah dan taman dengan arsitektur Jepang. Di tempat ini, kita juga bisa menyewa kimono seharga RM 20 (sekitar Rp 70 ribu) untuk berfoto-foto dan ikut berpartisipasi dalam Tea Ceremony seharga RM 30 (sekitar Rp 105 ribu).

Foto di depan Japanese House, tempat menyewa kimono dan tempat Tea Ceremony diselenggarakan.
Japanese House kecil
Japanese Garden
Pencinta tanaman pastinya ga akan melewatkan perjalanan ke Botanical Garden yang ukurannya menurut gw lumayan besar. Namun, berhubung gw bukan pencinta tanaman, gw ga explore semuanya. Lha, terus, gw tahu darimana kalo ukurannya lumayan besar? Oooh gampaang, liat peta terus dikira-kira aja!

By the way, gw post foto bunga di sini, tapi please jangan nanya gw itu bunga apaan. Kalo kalian nanya gw soal bunga itu ibaratnya kaya nanya ‘Badu punya berapa buah apel di kulkas’. Jelas gw ga tau lah, kenal aja enggak.

 

 

Botanical Garden

Adventure Park

Di sini ada beberapa extreme activities, seperti Flying Fox (yang katanya The Longest in South East Asia), Canopy Walk, Rock Climbing, dan Paintball.
Gw pikir Adventure Park bakal rame seperti Japanese Village. Tapi gw salah besar, pas gw ke sana, adventure park kosong melompong, sama sekali ga ada orang yang main. Setelah ditelusuri, ternyata inilah penyebabnya:
RM 78 / person untuk Flying Fox (setara dengan Rp 273 ribu)
RM 30 / person untuk Canopy Walk (setara dengan Rp 105 ribu)
RM 38 / person untuk Rock Climbing (setara dengan Rp 133 ribu)
Harga yang sangat sangat sangat tidak masuk akal untuk sebuah permainan. Jauh lebih mahal dibandingkan permainan serupa di Kuala Lumpur. Gw akhirnya memutuskan untuk pergi, padahal awalnya gw excited banget buat maen flying fox.

Animal Park

Dikenal juga dengan nama Rabbit Park, karena sebagian besar dari hewan di sini adalah kelinci. Jangan membayangkan animal park seperti kebun binatang. Animal Park hanyalah taman kecil, yang di dalamnya hanya ada rusa, marmut, hamster, kelinci, dan keledai.
Walaupun tidak besar, taman ini cukup menarik untuk dikunjungi, terlebih jika kita membawa anak-anak. Di sini, anak-anak dapat bermain dengan rusa, kelinci, dan juga dapat menunggangi keledai.
Rusa ini sepertinya ga suka kalo tanduknya dipegang
Wefie bareng rusa
Kelinci yang tertangkap dan pasrah

Horse Trails

Letaknya dekat dengan arah pulang ke Kuala Lumpur. Di dalam sini, ada sekitar 10 ekor kuda, yang memiliki nama dan kandang masing-masing. Dari durasi pendek sampai durasi yang lama, rute yang pendek sampai rute yang jauh, dari iseng-iseng mencoba sampai serius belajar menunggangi kuda secara profesional, semua mereka layani. Hanya saja, untuk yang mau belajar, atau menyewa kuda, atau mengambil rute yang advanced, harus booking terlebih dahulu.

Berhubung gw cuma mau have fun naek kuda, gw ga perlu booking dulu. Cukup dateng ke sana, bayar, dan action!

Action!
Terbenamnya matahari menyudahi petualangan gw di Berjaya Hills. Sebenernya hati kecil gw masih berharap, semoga kuda yang tadi gw tunggangi itu bisa disewa buat nganterin gw pulang sampai Kuala Lumpur.
Share this!

14 thoughts on “Jalan-Jalan Terus: Berjaya Hills

    1. Halo Rista,

      Maksudnya keliling-keliling ke semua tempat di atas? Kalo untuk bener-bener explore semuanya, 1,5 jam ga cukup.

      Kalo kamu cuma punya waktu 1,5 jam, bagusnya ke colmar tropicale sama japanese village nya aja. Lumayan bisa foto-foto pake kimono.

  1. Hallo kamu nginap gak di sana? Saya rencana nya gak nginap kamu tau gak lebih baik jam berapa kembali ke kuala lumpur?

  2. hii… mao nanya nih klo mao mnuju animal park nya gmana dr colmar nya krena prnh ksana kemarin sekali cmn sempat ke colmar ma japanese village nya saja anyway thx yaa…

    1. Hi femy,

      Aku sih naek mobil pribadi. Kalo naik mobil deket, kan masih satu area. Tapi kalo berjalan kaki agak jauh.

      Untuk transportasi publik, aku kurang tahu. Waktu itu, aku liat ada bus stop, tapi ga liat ada bus nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.