Lika-Liku Software Engineer: Sertifikasi Microsoft

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, akhirnya gw berhasil juga mendapatkan sertifikat MCSE (Microsoft® Certified Solutions Expert): Data Platform dari Microsoft. Congratulation to me!
Mungkin yang kurang mengerti, akan gw kasih gambaran sedikit di sini. Sertifikasi Microsoft tentunya ada banyak dan bervariasi, karena produk Microsoft pun banyak jenisnya. Namun semuanya bisa digolongkan menjadi 5 kategori:
  • Server – Windows Server, Exchange Server, Lync, SharePoint, Private Cloud, System Center, dan Virtualization.
  • Desktop – Windows.
  • Applications – Office, Office 365, Microsoft Dynamics.
  • Database – SQL Server
  • Developer – Microsoft Azure, Visual Studio, SharePoint Apps.

Setiap sub-kategori di atas juga memiliki gelar yang bervariasi. Banyaknya ujian yang harus diambil untuk memperoleh gelarnya pun bervariasi, dari 1 ujian sampe ada yang harus menempuh 6 ujian. Sama seperti gelar sarjana, gelar ini juga boleh ditambahkan di belakang nama kamu. Gelar-gelar tersebut diantaranya:
  • MCT (Microsoft Certified Trainer), untuk yang ingin jadi trainer buat sertifikasi Microsoft.
  • MTA (Microsoft Technology Associate), untuk kategori Server, Database, dan Applications tingkat dasar.
  • MOS (Microsoft Office Specialist), untuk kategori Applications tingkat dasar.
  • MS (Microsoft Specialist), untuk sebagian kategori Server, Applications, dan Developer tingkat dasar.
  • MCSA (Microsoft Certified Solutions Associate), untuk kategori Server dan Database tingkat menengah.
  • MCSE (Microsoft Certified Solutions Expert), untuk kategori Server dan Database tingkat atas.
  • MCSD (Microsoft Certified Solutions Developer), untuk kategori Developer tingkat atas.
Untuk langkah-langkah yang lebih jelasnya, bisa dicek langsung dengan login ke akun Microsoft kamu.

 

Balik lagi ke sertifikat gw, MCSE: Data Platform, itu salah satu sertifikasi yang khusus di SQL Server Database yang biasanya diambil oleh Database Administrator atau Database Designer. Posisi gw memang software engineer, tapi di perusahaan gw sekarang, ga ada yang namanya database administrator. Software engineer itu harus serba bisa.

Yang mikirin software arhitecture, ya software engineer.

Yang mendesain database, ya software engineer.

Yang bikin program atau bikin web, ya software engineer.

Kalo database ada masalah, software engineer juga yang benerin.

Yang bagian nge-test program, ya software engineer.

Yang jahit baju, ya tukang jahit lah, masa software engineer, kecuali sofware engineernya emang hobi jahit.

Ga heran, kan, kalo gw cukup mahir di beberapa bidang seperti: Windows Application, Windows Service, Web Application, Web Service, Device Programming, SQL Database dan juga beberapa bidang lainnya. Tapi entah kenapa, di antara semua itu, Database lah yang paling gw suka. Apalagi setelah gw lihat, software engineer yang memiliki sertifikasi di kategori Developer itu sudah terlalu banyak. Untuk menjadi database developer atau database administrator pun kriterianya lebih sulit dibanding software engineer.
Untuk mendapatkan MCSE: Data Platform ini, gw harus menempuh 5 ujian. Untuk lebih jelasnya, silakan dilihat gambar di bawah ini:
Ujian yang harus ditempuh untuk mendapatkan sertifikat MCSE: Data Platform
Pertanyaan ujiannya random. Walau ada dua peserta yang mengikuti ujian yang bersamaan, soalnya pasti berbeda-beda. Bentuk soalnya juga beraneka ragam. Ada yang harus mengetik jawabannya sendiri, pilihan ganda, multiple response (pilihan ganda yang bisa memilih lebih dari satu jawaban), drag and drop, dan ada case study.
Sedikit tips dari gw buat yang mau ujian. Sebelum ujian, bacalah baik-baik skill apa saja yang akan diujikan. Setelah itu cobalah mencari contoh soal di Internet. Namun hati-hati, banyak jawaban yang salah. Kalo kamu beruntung, memang ada beberapa soal yang sama persis atau mirip. Namun besar juga kemungkinan terjadi kasus di mana pertanyaannya sama tapi pilihan jawabannya berbeda, atau pertanyaannya sama sekali berbeda.

 

Semakin tinggi tingkatannya, soalnya pun semakin aneh dan semakin sulit. Durasi ujian berbeda-beda, tergantung dari ujian yang diambil. Ada yang hanya 2,5 jam, namun ada pula yang sampai 4 jam, khususnya kalo ada bagian yang harus mengetik jawaban sendiri. Skor kelulusannya bisa dibilang cukup tinggi, yaitu 700 dari 1.000.  Namun, jumlah soalnya cukup sedikit, berkisar antara 45-55 soal saja. Itu artinya, salah menjawab 1 soal saja sudah mengurangi nilai cukup banyak.
Proses pendaftaran dan pembayaran untuk ujian bisa dilakukan secara online dengan mengakses website Microsoft. Gw kurang tahu harga di Indonesia, tapi kalau di sini, harganya RM 332 / ujian (sekitar 1,16 juta rupiah). Jadi kalo ada 5 ujian ya 5 x RM 332 (sekitar 5,8 juta rupiah).
Makanya kalo mau mengambil sertifikasi, sebaiknya memiliki pengalaman minimal 2 tahun di bidang yang mau diambil. Sayang, kan, kalo sampe gagal.
Sertifikat MCSE
Kenapa gw mau bersusah payah berusaha mendapatkan sertifikasi ini? 

  • Poin pertama dan poin TERPENTING: Sarana BELAJAR dan penyemangat gw untuk terus menerus belajar dan mengikuti teknologi. Banyak hal-hal baru yang gw pelajari selama gw belajar untuk ujian. SERIUS!
  • Penunjang karir. Bisa dibilang gelar MCSE sama pentingnya dengan gelar sarjana, malah bisa dibilang lebih penting karena lebih spesifik dan diakui secara luas. Jaman sekarang, siapa sih, orang-orang yang berkecimpung di dunia IT, yang ga kenal Microsoft?
  • Karena pengetahuan kita di bidang tersebut cukup luas, otomatis kita berpeluang mendapatkan gaji yang lebih besar dan posisi yang lebih tinggi. Bos gw sendiri, seorang Technical Director, juga punya sertifikat MCDBA (Microsoft Certified Database Administrator), yang namanya sekarang sudah ganti menjadi MCSE.
  • Menjadi salah satu member Microsoft dan mendapatkan beberapa keuntungan seperti bisa menghadiri event-event atau konferensi yang diselenggarakan Microsoft, informasi-informasi up-to-date dari Microsoft, atau terkadang, diskon khusus untuk pembelian produk Microsoft.
  • Lebih dipercaya karena bisa divalidasi kebenarannya. Ijazah bisa dipalsukan. Tahu sendiri, kan, universitas bisa ‘disuap’ supaya bisa meluluskan mahasiswanya. Tapi tidak dengan sertifikat Microsoft. Microsoft bahkan menyediakan site khusus untuk mengecek keaslian sertifikasi kita. Kalo ga percaya, silakan cek sertifikasi gw dengan di sini, dengan Transcript Id: 1164505 dan Access Code: Stefanie


Siapa yang harus punya sertifikat Microsoft dan sertifikat apa yang sebaiknya diambil?

Awal-awal, gw memang cukup bingung sertifikat mana yang mau gw ambil. Tapi, seperti yang gw bilang di atas, programmer atau software engineer itu terlalu umum. Untuk mendapatkan posisi sebagai software engineer itu kriterianya tidak sulit. Punya sertifikat MCSD ataupun tidak, peluangnya tidak berbeda jauh. Lain halnya dengan spesialisasi IT yang kriterianya cenderung lebih strict, seperti:

  • IT Administrator
  • IT Architect
  • IT Consultant
  • Database Administrator
  • Database Developer
  • Network Administrator

Untuk spesialisasi di atas, pintu pekerjaan pasti terbuka jauh lebih lebar untuk yang punya sertifikat di bidang tersebut. Buktikan sendiri kalo ga percaya! Good luck.

Share this!

10
Leave a Reply

avatar
8 Comment threads
2 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
Po Stefanie AndriantaderohRonMichaell Andre StevenJoko Fani Andrianto Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Po Stefanie Andrianta
Guest

Wah, kalo dunia routing & switching gitu gw angkat tangan dah, sama sekali ga ngerti dan ga tertarik. Hahahaha…

Good luck buat sertifikasi CISCO nya ya! Semoga sukses!

Joko Fani Andrianto
Guest

haha Mikrotik baru sampe level RE 😀
btw lo tertarik gak kalo dengan dunia routing & switching.

sekarang gw lagi proses ini untuk sertifikasi cisco. mudahan bisa dpt sertifikatnya tahun inii 😀

thanks ya buat artikel nya, ini memotivasi gw banget haha 😀

Po Stefanie Andrianta
Guest

Thanks atas pujiannya 😀

Andre juga keren kok, diliat dari profilenya, kayanya punya banyak sertifikat dari MikroTik.

Hmm.. walaupun gw cewek, tapi gw setuju dengan pandangan 'aneh' nya. Memang sih, jarang banget ada cewek yang berkutat di dunia IT, apalagi kalo di bagian network. Hihihi…

deroh
Guest

wah saya juga berkutat di bagian network kaka…

tapi saya newbie,

baru tahun pertama memulai karir…

salam kenal,

deroh

Michaell Andre Steven
Guest

Selamat selamattt wahh ternyata cewek ya hehe
cewek cenderung aneh kalo bisa sampe dapet sertifikasi level expert di dunia IT. tapi kata aneh nya itu dengan konotasi keren/wahh!
hmm atau pandangan gw aja ya?
tapi itu kerenn banget…
good good!

Po Stefanie Andrianta
Guest

Yup, sama-sama ^^

Kalo bisa ngulang gratis kan lumayan. Semoga dia berhasil!

Ron
Guest

Bukan talent lah, hanya orang yang banyak mau taunya, hehe. Mungkin karena kebanyakan waktu luang dan kurangnya tidur.

Wah infonya bermamfaat nih, nanti aku kabarin dia. Orangnya sih lagi kerja di Penang, aku kurang tau dia ambil ujiannya waktu pulang Indo atau disana. Thanks loh untuk infonya 🙂

Po Stefanie Andrianta
Guest

Thank you~

Wah, Ron multi talent banget ya. Udah psikolog yang ahli di berbagai bidang, nulis buku, terus sempat kepikiran mau ambil sertifikasi Microsoft. Hebat!

Wah, sayang banget. Dia ambil MCSD ujian yang mana? Kapan ikut ujiannya? Kalo ga salah di website Microsoft ada promosi ujian lagi secara gratis buat yang gagal ujian di bulan Juli ini deh.

Kalo soal pertanyaannya, memang kadang-kadang ga terduga sih. Hehe…

Ron
Guest

Wah selamat ya 😀

Dulu juga kepikiran mau ambil sertifikat ini, untuk MOS dan MS. Temen kemarin ikut ujian MCSD sayang gak lolos, katanya pertanyaannya benar-benar ga terduga, hehe 🙂