Bumi Kita, Rumah Kita

Kenalin teman gw yang baru, dikirimkan oleh WWF Malaysia sebagai bentuk apresiasi mereka atas dukungan gw. Willy namanya. Ide nama ini dari kata WWF dan Gilitempat di mana gw pertama kali melihat penyu secara langsung. Terus biar namanya kebule-bulean dikit, Wili diganti jadi Willy! Yay!

Hi, I’m Willy

Dari awal gw bisa mencari uang sendiri, hampir setiap bulannya, gw selalu menyisihkan sebagian kecil penghasilan gw buat didonasikan kepada orang yang membutuhkan atau organisasi-organisasi non-profit yang membutuhkan.

Salah satu dari organisasi non-profit yang selalu gw dukung yaitu WWF (The World Wide Fund for Nature) Malaysia.

Kenapa WWF?
Alasan utamanya sangat sederhana, gw cinta Bumi, gw cinta makhluk hidup, dan gw cinta alam. Gw ingin Bumi, rumah dari 6 milyar manusia dan 8,7 juta spesies lainnya, senantiasa terpelihara dan menjadi tempat yang nyaman, aman, dan indah untuk kita tinggali.
Emang WWF Ngapain?
Asalnya gw pikir, WWF itu cuma fokus melindungi binatang-binatang yang udah hampir punah sama ngurusin Earth Hour aja. Tapi setelah gw baca-baca visi-misi mereka, melihat laporan, foto-foto, atau video dari kegiatan mereka, serta mendengar cerita para relawan; gw menyadari kalo mereka adalah tim dengan semangat dan hati yang luar biasa!

WWF, khususnya WWF Malaysia, ternyata juga ikut andil dalam:
  • Pelestarian hutan.
  • Pelestarian flora dan fauna, khususnya yang dilindungi dan hampir punah.
  • Penyediaan air bersih dan peningkatan mutu air.
  • Pelestarian biota laut.
  • Pendidikan dan penyuluhan lingkungan baik formal maupun non formal
  • Pembuatan kebijakan-kebijakan, dan undang-undang yang berkaitan dengan lingkungan.
  • Instalasi kamera tersembunyi di hutan-hutan untuk mengumpulkan data-data tentang flora dan fauna, serta aktivitas manusia baik yang legal maupun ilegal.
  • dan masih banyak lagi.
Hal-hal di atas tidaklah mudah untuk dilakukan dan butuh dana dan tenaga yang tidak sedikit. Even our little effort and donation counts!
Selain Berdonasi, Gimana Cara Kita Memelihara Bumi?

Untuk kita yang tidak secara aktif berpartisipasi di WWF atau organisasi lingkungan lainnya, bukan berarti kita tidak bisa membantu merawat Bumi tercinta. Selain berdonasi, dengan melakukan beberapa hal di bawah ini, sebenernya kita sudah berpartisipasi merawat Bumi dalam keseharian kita:

Refuse

  • Tidak membuang sampah sembarangan.
  • Tidak merokok.
  • Tidak menjual atau membeli barang-barang yang terbuat dari binatang yang dilindungi, seperti gading gajah atau kerangka penyu.
  • Tidak mengkonsumsi bagian dari binatang yang dilindungi, seperti telur penyu, sirip ikan hiu, dan sebagainya.
  • Tidak sembarangan memetik bunga atau tanaman.
  • Apabila melihat seseorang merusak alam sekitar atau melakukan tindak kejahatan terhadap binatang yang dilindungi, segera laporkan pada pihak berwajib.

Reduce

  • Mengurangi penggunaan plastik atau Styrofoam.
  • Mengurangi penggunaan kertas.
  • Mengurangi penggunaan bahan bakar. Satu mobil bisa digunakan bersama-sama. Kalo jaraknya tidak jauh, jalan kaki atau naik sepeda saja.
  • Menggunakan air sehemat mungkin. Matikan keran air saat tidak digunakan.
  • Mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan. Serta ikut berpartisipasi dalam Earth Hour.
 

Reuse

  • Gunakan air keran atau air filter untuk minum.
  • Membawa botol minum sendiri bila ke kantor atau bepergian.
  • Tidak terlalu sering berganti-ganti HP, laptop, atau barang elektronik lain. Gunakan produk-produk elektronik selama mungkin dengan membeli barang berkualitas baik. Apabila barang yang lama masih bisa digunakan, jual atau donasikan pada yang membutuhkan.
  • Membawa tas sendiri saat berbelanja di supermarket.

 

Recycle
  • Gunakan barang-barang yang ramah lingkungan dan hasil daur ulang.
  • Membuat pupuk kompos dari sisa-sisa sayuran.
 

Replant

  • Menanam pohon.
dan sebenarnya masih banyak lagi hal-hal kecil dan mudah yang bisa kamu lakukan untuk merawat Bumi.

Apa yang Terjadi Bila Kita Tidak Peduli Pada Bumi?

Mungkin dampaknya belum dirasakan oleh kita saat ini, tapi mungkin akan dirasakan oleh generasi-generasi kita berikutnya.
  • Berkurangnya keaneka-ragaman flora dan fauna.
  • Sulitnya mendapatkan air bersih.
  • Polusi yang makin meningkat, baik polusi udara, polusi air, dan polusi suara.
  • Suhu bumi semakin panas.
  • Tingkat kesehatan makin rendah dan turunnya kualitas hidup.
  • Bumi tidak aman untuk ditinggali.
Kalo tidak ada lagi yang peduli pada lingkungan, bisa-bisa suatu hari nanti, anak cucu tidak lagi tahu apa itu pohon. lezatnya buah mangga, lucunya panda, indahnya air terjun, atau bersyukurnya bisa menghirup udara bersih dan sehat. Yang mereka tahu mungkin hanya tikus dan kecoak di antara tumpukan sampah, rasa lapar dan dahaga, cuaca yang tidak menentu, atau ribuan penyakit dan bencana baru bermunculan, dan situasi-siatuasi menyedihkan lainnya.
Save Our Earth (WWF)
Ga mau, kan, hal-hal tersebut terjadi pada anak cucu kita? Yuk, bersama-sama kita cintai dan pelihara Bumi. Untuk masa depan yang lebih baik!
Share this!

2 thoughts on “Bumi Kita, Rumah Kita

  1. Ya saat ini kepedulian terhadap lingkungan makin berkurang. Dulu sempat aktif juga di organisasi WWF Indonesia, cuma karena kesibukan ya hanya bisa bantu dengan materi saja 😀

    Semoga semakin banyak yang peduli dengan bumi ya! 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.