Brain VS. Heart: Scary Little Monster

Scary Monster
Minggu malam, ditemani sinar bulan yang remang-remang, Brain dan Heart lagi asik nonton YouTube.
Brain: Uuuhh.. kebelet pipis. Pipis dulu, ah.
(Berjalan menuju kamar mandi)
Heart: STOP dulu, Brain. STOP DI SINI!!
Brain: Apaan sih?
Heart: (Sambil nunjuk-nunjuk binatang coklat yang berukuran lebih besar dari spesies umumnya) Itu, itu ada M-O-N-S-T-E-R!

Brain: Oh, itu cicak.
Heart: Aku ga mau ke kamar mandi kalo monster besar itu masih di situ!
Brain: Uuh… Logically, seharusnya cicak itu yang takut sama kita. Bukan kita yang takut sama dia. Badan kita lebih gede, bahkan kita bisa bunuh dia. Sedangkan cicak kecil gitu ga bisa bunuh kita. Coba bayangin kalo kamu jadi ci…
Heart: POKOKNYA AKU GA MAU MASUK KALO DIA MASIH DI DEPAN PINTU. TITIK!
Brain: Ya udah bunuh aja. Aku cari sapu atau sandal buat neplak dia, deh.
Heart: Jangan, nanti dia mati.

Brain: (Makin bingung) Lah terus kamu maunya gimana??

Heart: Dia pergi dengan selamat. Keluar dari rumah ini kalo perlu.

Brain dan Heart pun punya ide cemerlang. Buru-buru mereka masuk ke kamar Mr Hamburger.
Heart: Burger, banguuunnn.
Mr Hamburger: Ah huh hem (mengeluarkan suara-suara aneh).
Heart: (Tarik-tarik tangan Mr Hamburger) Ada cicak besar di depan pintu kamar mandi.
Mr Hamburger: Hoaamm.. Terus?
Heart: Aku mau masuk.
Mr Hamburger: Ya masuk aja (sambil tetap memejamkan mata)
 
Menyadari Mr Hamburger tidak membantu, Heart berlari menuju depan pintu kamar mandi lagi. Dan ternyata si cicak masih belum bergerak dari tempatnya.
Heart: (Sambil menunjuk-nunjuk si cicak) Hei monster! Awas kamu, pergi ke situ. Aku mau masuk!
Brain: Dia mana ngerti, Heart.
Heart: Kamu bergerak satu langkah mendekatiku, kamu bakalan mati. MATI!
Brain: See, dia diam aja. Dia ga bakalan ngerti.
Heart: But last time it worked, Brain. Few times. Heh monster, kamu denger ga sih?
Brain: Itu kebetulan aja.
Heart: Jalan ke sana, jangan menghalangi pintu kamar mandi! Kalo kamu pergi, aku ga akan bunuh kamu.
Brain: …
Anehnya, si cicak tadi beneran berjalan menjauh pelan-pelan dari pintu kamar mandi. Sepertinya, dia cicak pemalu atau mungkin juga dia sedang ketakutan. Dia berhenti dan bersembunyi di balik tempat sampah, yang jaraknya kira-kira 1,5 meter dari pintu kamar mandi.
Heart: See, it works. Just like the last time. YAY! Buruan masuk, sikat gigi, cuci muka, terus tidur.
Brain: Ok.Heart: Tapi aku mau sikat giginya sambil ngeliatin monster itu. Aku mau memastikan kalo dia tetap di tempatnya.

Brain: Yeah, fine.


Beberapa menit kemudian setelah kejadian tersebut, terdengar suara dari luar:
Mr Hamburger: STEEFFFF, ADA CICAK DI DEPAN KAMAR MANDI!!!

Brain: Iya, udah dari tadi dia di sana.

Mr Hamburger: KOK BISA ADA CICAK SIH DI RUMAH INI?? AKU MAU MASUK GIMANA, DONK??

Brain+Heart: Oh, ya masuk aja. *evil laugh*

Menyadari Stef tidak membantu, Mr Hamburger pun menyiapkan peralatan perangnya…

Rest In Peace, Little Monster.

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published.