Jalan-Jalan Terus: Kyoto

Hari Pertama – Hari Keempat: Tokyo

Semuanya di sekitar Tokyo, itinerary udah gw share di Jalan-Jalan Terus: Tokyo (Part 1)

Hari Kelima – Hari Keenam: Disneyland dan DisneySea

Hari Ketujuh: Kinkaku-ji, Arashiyama, Higashiyama, dan Gion

Dari DisneySea, gw berangkat jam 10 malem naek Orion bus ke Kyoto Kamogawa Jujo Station. Tiket bus seharga ¥2.300, bisa dibeli online. Perjalanan dari DisneySea ke Kyoto memakan waktu kurang lebih 8 jam.
Di Kyoto, sebagian besar objek wisata dapat dengan mudah dijangkau dengan menggunakan bus. Maka dari itu supaya hemat, gw membeli 1-day bus pass seharga ¥500 di Kyoto station.

Destinasi pertama di Kyoto adalah Kinkaku-ji yang artinya Golden Pavilion. Dinamakan Golden Pavilion karena keseluruhan kuil (kecuali lantai dasar) ditutupi dengan lembaran tipis emas murni. Di atas bangunan terdapat burung phoenix yang juga dilapisi emas.

Tiket masuknya seharga ¥400, cukup worth it untuk dikunjungi. Kinkaku-ji merupakan kuil beraliran Zen yang letaknya di sebelah Utara Kyoto, yang juga dijadikan vila peristirahatan bagi shogun Ashikaga Yoshimitsu.

Kinkaku-ji bisa diakses dengan rute berikut:

  • Dari Kyoto station, menggunakan Kyoto City Bus nomer 101 atau 205 (¥230). Perjalanan memakan waktu 40 menit.
  • Dari Kyoto station, naik trainselama 15 menit menuju Kitaoji station (¥260), dilanjutkkan dengan naik bus nomer 101, 102, 204, atau 205 (¥230).
Kinkaku-ji. It’s just WOW!
Kinkaku-ji

 

Berikutnya, sesuai rencana, gw menuju ke Saga Torokko station yang terletak di samping JR Saga-Arashiyama station. Di sini, gw akan membeli tiket untuk Sagano Romantic Train, open-concept train dengan rute sepanjang 7,3 km,  yang memang didesain supaya para pengunjung bisa menikmati pemandangan Hozugawa Ravine selama 25 menit. Harga tiket one-way ¥620 untuk orang dewasa dan ¥310 untuk anak-anak. Informasi lebih lanjut, bisa dilihat di SINI.

Berikut rutenya:

Saga Torokko station — Arashiyama station — Hozukyo station — Kameoka station

Sagano Romantic Train Map (Sagano Scenic Railway Co.,Ltd, 2016)
Namun, karena gw mau mampir ke bamboo forest di Arashiyama, mereka menyarankan untuk berjalan kaki 30 menit dari Saga Torokko station melewati bamboo forest ke Arashiyama station.
Piano museum di samping Saga Torroko station
Temple di tengah-tengah bamboo forest Arashiyama
Bamboo forest Arashiyama
Bamboo forest Arashiyama
Pemandangan di tengah-tengah perjalanan menuju Arashiyama station
Beginilah rupa Sagano Romantic Train. Ga perlu khawatir train jalan mundur atau maju, karena saat train jalan, para penumpang pada berdiri dan sibuk foto-foto.
Pemandangan Hozugawa Ravine
Pemandangan Hozugawa Ravine
Pemandangan Hozugawa Ravine
Patung-patung Tanuki di Kameoka station

Rencana ke Kiyomizu-dera sengaja gw cancel karena gw mau check-in dan nge-refresh badan gw dulu. Jadilah sorenya, setelah check-in, mandi, dan beristirahat, gw langsung ke Hagashiyama. Sebenernya, jarak dari Hagashiyama ke Kiyomizu-dera tidaklah jauh, hanya 2 km dengan medan yang sedikit menanjak. Namun, karena sudah terlalu sore dan gw yakin begitu nyampe Kiyomizu-dera, pasti sudah tutup, dengan berat hati gw tetap memutuskan untuk tidak ke Kiyomizu-dera. Sebagai gantinya, gw hanya berjalan-jalan di Hagashiyama street.

Hagashiyama street terkenal dengan nuansa old and traditional Kyoto. Di sepanjang jalan, terdapat banyak toko-toko, tempat penyewaan kimono, cafe dan restoran yang menjual berbagai macam snack, kerajinan tangan, dan cenderamata. Dari Hagashiyama street, gw melihat Yasaka Shrine dan Yasaka Pagoda.

Yasaka Pagoda
Hagashiyama Street
Ilustrasi neraka di Hagashiyama street

Berhubung udah banyak toko-toko di Hagashiyama yang udah pada tutup, ga lama setelah itu, gw memutuskan untuk ke Gion yang letaknya di depan Yasaka Shrine, tidak jauh dari Hagashiyama.

Gion terkenal akan geisha-nya. Geisha merupakan bahasa Jepang yang artinya seniman. Para geisha di Kyoto menyebut diri mereka geiko dan maiko (geisha pemula). Kalo beruntung, pengunjung mungkin bisa bertemu geiko atau maiko berkeliaran di sekitar Gion. Tolong hormatin privasinya jika bertemu, jangan dikejar-kejar, apalagi memaksa untuk berfoto bersama jika mereka memang tidak mau.

Bagi yang ga tahu, beginilah kira-kira penampilan mereka:

Poster pertunjukkan geisha

Pengunjung yang tertarik akan budaya geisha, bisa datang ke Gion Corner. Letaknya di Yasaka Hall, di sebelah Gion Kobu Kaburenjo Theater. Di sana, terdapat Maiko Gallery yang menayangkan video tarian maiko, serta dekorasi dan ornamen yang digunakan oleh para maiko. Setiap harinya, pukul 6 – 7 malem juga terdapat pertunjukkan maiko seharga ¥3.150 per orang. Info lebih lanjut bisa dilihat di SINI.

Gion
Video tarian maiko di dalam Gion Corner
Video tarian maiko di dalam Gion Corner

Mengingat harganya yang cukup mahal, sebelum beli tiket pertunjukan maiko, ada baiknya melihat video-nya dulu di Gion Corner. Gw sendiri, sebagai orang yang sangat tidak sabaran, ngerasa kalo tarian maiko bukan selera gw.

Hari Kedelapan: Fushimi Inari Shrine, Nara Deer Park, dan Kobe Harborland

Siapa sih, yang ga tau cewek manis gapura-gapura merah di atas?

Cewek narsis manis di atas sedang berada di salah satu kuil Jepang favoritnya: Fushimi Inari Shrine. Akses termudah untuk menuju ke sini adalah dengan menggunakan JR Nara train dan turun di Inari station. Gapura merah seperti gambar di atas disebut torii, yang artinya gerbang tradisional khas Jepang, biasanya banyak ditemukan di kuil aliran Shinto. Di Fushimi Inari Shrine, terdapat RIBUAN torii, hasil donasi dari para donator (umumnya para pebisnis dan pedagang) sebagai ucapan terima kasihnya untuk Inari, the Rice God. Jadi kalo ga dapet spot yang sepi buat foto sama torii, jangan khawatir, masih banyak ratusan torii lain menunggu, kamu hanya perlu berjalan lebih jauh aja.

Selain torii yang jumlahnya ribuan, patung Kitsune (rubah), pelayan Inari, juga banyak dijumpai. Dua ikon inilah yang membuat Fushimi Inari Shrine sangat unik dan menarik.

Dua ikon terkenal di Fushimi Inari Shrine, Torii dan Kitsune

Fushimi Inari Shrine merupakan base dari Gunung Inari, yang tingginya 233 meter dari dasar Fushimi Inari Shrine. Kalo memang tertarik untuk naik gunung, sediakan setidaknya 4 jam di sini untuk pulang-pergi. Gw sendiri, berhubung waktunya terbatas, cuma naik sekitar 15 menit, menemukan shrine kecil yang keliatan kurang terawat, dan balik lagi ke bawah.

Torii tampak atas.

Di halaman depan Fushimi Inari Shrine, banyak sekali orang yang menjual berbagai macam makanan. Yah, berhubung gw Mr Hamburger rakus, hampir setiap makanan kita cobain. Bisa dibilang inilah lunch kita berdua.

Biar para pembaca ngiler, berikut gw kasih gambar-gambarnya:

Siangnya, gw melanjutkan perjalanan ke Nara dan KobeItinerary gw di Nara dan Kobe bisa dibaca di SINI.

Untuk yang malas membaca terlalu detail, bisa juga membaca summary jalan-jalan gw ke Jepang di SINI.

Share this!

7 thoughts on “Jalan-Jalan Terus: Kyoto

    1. Duh gimana ya…

      Solusi terbaik kayanya di save aja gambar yang kamu suka, terus di print. Abis itu dibakar terus diminum abunya. Siapa tahu bisa jadi kenyang 😛
      #SaranNgaco

  1. Halo mbak. Mau tanya, itu night bus tokyo kyoto belinya drmn? Aku buka web orion bus isinya jepang semua ya? 😂. Mohon infonya, Thank you

    1. Hai Vita,

      Aku waktu itu belinya online dari websitenya, dibantuin temenku yang tinggal di Jepang. Setelah dapet kode booking, aku ke family mart buat bayar sama ngeprint tiket.

      Berdasarkan pengalaman sih, orang-orang Jepang itu baik buangeett. Mbak langsung ke family mart nya aja, minta tolong sama petugasnya untuk beliin tiket bus. Kita juga pernah gitu kok pas beli tiket masuk theme park. Pasti dibantuin. Hehehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published.