Brain VS. Heart: Kurang Peka

Heart lagi ga mood makan. Bosan dengan makanan yang itu-itu mulu, alasannya. Di sekitar kantor ga ada makanan yang enak dan murah, tambahnya lagi. Jadilah Brain yang harus memikirkan jawaban dari million-dollar question hari itu: makan apa siang ini?

 

Brain: Uuh, enaknya belok kiri atau belok kanan, ya?

Heart: Terserah. Makan formalitas aja, biar ga sakit.

 

Brain berpikir keras, sementara Heart lagi asik main Pokemon Go. Brain melangkah begitu cepat sampai hampir saja menabrak seorang bapak-bapak tua yang mengayunkan tangan tiba-tiba. Brain melihatnya sekilas, rambutnya sudah beruban, berdiri di tepi jalan dengan bantuan sebuah tongkat.

 

Brain: (Berbicara sendiri) Chicken briyani antri panjang, nasi padang pasti udah abis jam segini.

Heart: Brain

Brain: Sushi mahal, The Soup Spoon juga mahal dan kurang mengenyangkan, pasta yang di kiri jalan itu ga begitu enak

Heart: Brain

Brain: Duh, pusing tiap hari mikir makan apa. Curry chicken rice! Ga deh, kemarin kan makan curry, masa hari ini makan curry lagi.

 

Tidak berhasil mendapatkan jawaban dari Brain, Heart pun kesal.

 

Heart: BRAAIINN!

Brain: Apaan sih teriak-teriak? Aku lagi berkonsentrasi penuh nih.

Heart: Stop. Stop. Berhenti melangkah.

Brain: Kenapa?

Heart: Bapak-bapak yang tadi… Kayanya dia mau minta bantuan, tapi kamu cuekin.

Brain: Hah, masa sih?

Heart: Coba liat tadi kejadiannya gimana.

 

Brain memutar kembali memorinya ke waktu kejadian. Setelah menganalisa, dia sadar suatu hal. Bapak-bapak itu mengayunkan tangannya karena mau minta tolong. Dia berharap Brain berhenti sejenak menolongnya. Kelihatan jelas dari ekspresinya, dia terlihat seperti hendak berbicara tetapi langkah Brain yang terlalu cepat, ditambah reaksi kaget Brain saat menghindari tangan tersebut, membuatnya enggan.

 

Brain: Kamu bener, Heart.

Heart: Balik lagi. Balik lagi.

Brain: Ah, tapi dia udah jauh. Di lantai bawah juga. Ntar pasti ada orang yang nolong lah, yang jalannya nyantai sedikit.

Heart: Balik lagiiiiiiiiiiii!!

Brain: Uuh… Itu bapak-bapak tadi juga orang China. Berdasarkan pengalaman sih, kemungkinan 80% dia ga bisa bahasa Inggris. Kalo mau bantu tapi ga ngerti kan, percuma juga.

Heart: Kalo semua orang kaya kamu, dia bakalan nunggu di situ setahun tanpa ada yang bantuin! KENAPA KAMU HEARTLESS SEKALI SIH?

Brain: Ok, fine! Kita balik lagi.

 

Brain melangkah balik ke lokasi tadi. Syukurlah, ternyata sudah ada yang menolong bapak tua tadi. Satu pemuda dan dua orang wanita. Si pemuda membantu menuntun ke tempat menunggu taksi. Sementara dua orang wanita sibuk mencari taksi.

Brain dan Heart terpaku di belakang kursi, tempat orang-orang menunggu taksi, sambil mengamati situasi. Rupanya bapak itu mau ke sesuatu tempat, tapi cuma tahu daerahnya, dan tidak punya uang.

Setelah taksi datang, si pemuda membantu bapak tersebut masuk ke dalam taksi. Di saat yang sama, salah seorang perempuan berbicara dengan sopir taksi. Terlihat dia memberi sopir taksi uang yang sekiranya cukup untuk sampai ke tempat tujuan, dan berharap sopir taksi bersedia mengantar bapak tua itu sampai menemukan rumah yang dituju.

Heart tersenyum. Dia selalu tersenyum melihat kebaikan.

 

Sad Brain
Sad Brain (PCC, 2016)

Brain: (Merasa sangat malu dan menyesal) Maaf ya, Heart. You are right. Dia butuh bantuan, I should have helped him. Aku yang kurang peka, bahkan mencari-cari alasan untuk tidak membantu. Tapi syukurlah, dia udah ada yang bantuin.

Heart: Curry chicken rice, Brain.

Brain: Hah?

Heart: Iya, aku mau akan curry chicken rice!

Brain: Tapi kan, kemarin kita barusan makan curry.

Heart: Curry chicken rice… I’m comiinnggg… Go Go Go!

Share this!

3 thoughts on “Brain VS. Heart: Kurang Peka

  1. Kadang kejadian yang datang karena momen nya akan membuat kita lebih bahagia daripada yang kita rencanakan.
    Jadi jangan terlalu di rencanakan nanti kita kelewatan momen nya.
    hehe
    (saran dari orang yang makan karena lagi ingin makan bukan karena lapar atau jam istirahat makan hahahhaha)

    1. Hmm… Kalo gw makannya nunggu momen, gw bisa-bisa kena maag.

      Abisnya pada waktu tertentu, gw berasa pengen makan sehari 5x. Tapi di waktu lain, cuma pengen makan 5 hari 1x.

      Ah, begitulah kalo jadi cewek…

  2. Kalau saya lagi datang ngidam, misalnya tiba-tiba pengen makan sate ibu mirna tapi ternyatan tutup
    jadi makan sate ibu bunga.

    Tapi, akan tetap menunggu sate ibu mirna jualan, serasa belum makan sate kalau belum makan sate ibu mirna.

    Saya makan gitu am, tidak tau kenapa hahahha

Leave a Reply

Your email address will not be published.