Biaya Hidup di Singapura

Postingan gw tentang Biaya Hidup di Kuala Lumpur ternyata banyak yang baca. Seneng juga rasanya bisa membantu orang.

Berhubung gw udah pindah ke Singapura, gw juga akan melakukan hal yang sama. Di postingan kali ini, gw akan menjabarkan rincian per bulan biaya hidup di Singapura.

Rincian biaya hidup di Singapura per bulan (dalam Dollar Singapura)

Biaya Hidup di Singapura
Biaya Hidup di Singapura

Sewa Kamar

Sewa kamar ini biaya yang paling menentukan mahal murahnya biaya hidup di Singapura, makanya range nya besar sekali.

Tipe tempat tinggal di Singapura umumnya dikategorikan menjadi 2:

HDB (Housing and Development Board) Flat

Perumahan umum yang dibangun oleh pemerintah. HDB tidak memiliki fasilitas seperti gym, kolam renang, lapangan tennis, sekuriti seperti satpam, dan lainnya. Maka dari itu, harganya jauh lebih murah dibanding condominium.

HDB di sini sudah cukup lengkap dan fully furnished. Rumah seluas 700-1000 kaki persegi ini sudah dilengkapi ruang tamu; dapur lengkap dengan kulkas, kompor, mesin cuci, terkadang ada microwave juga; 2-3 ruang kamar tidur ber-AC dengan kipas angin, kasur, meja, kursi, dan lemari pakaian; 1-2 ruang kamar mandi dengan heater; dan sebagian dilengkapi ruangan bomb shelter. Berdasarkan statistik, 82% penduduk Singapura tinggal di HDB.

Satu unit HDB umumnya disewakan dengan harga SGD 1.800 – 2.200 per bulan (untuk 2 kamar) dan sekitar 2.200-2.500 (untuk 3 kamar, biasanya 2 kamar lainnya lebih kecil dibandingkan HDB 2 kamar). Sedangkan per kamarnya, biasa disewakan seharga SGD 600 – 900 (common room) dan SGD 900 – 1200 (master room – ada kamar mandi dalam).

Condominium

Condominium biasanya jauh lebih luas dibandingkan HDB. Selain itu, fasilitasnya jauh lebih komplit. Ada kolam renang, gym, lapangan basket, lapangan tenis, access card, sekuriti 24 jam, tempat parkir yang luas, dan terkadang ada tempat BBQ nya juga.

Satu unit condominium biasa disewakan dengan harga SGD 2.500 ke atas (untuk 2 kamar) dan SGD 3.000 ke atas (untuk 3 kamar). Sedangkan per kamarnya, biasa disewakan seharga SGD 900 ke atas (common room) dan SGD 1.500 ke atas untuk master room. Agak susah menentukan range harga untuk condominium. Semakin lengkap fasilitasnya, semakin besar kamarnya, semakin strategis lokasinya – semakin mahal pula harganya. Bahkan condominium di daerah CBD (Central Business District) bisa mencapai SGD 6.000 – SGD 10.000 per bulannya!

Beberapa saran dari gw supaya biaya sewa kamar / unit jauh lebih murah:

  • Jangan menggunakan agent. Directly deal sama owner-nya lebih bagus, jadi ga perlu bayar agent fee. Kecuali kalo agent nya free. Yang mau cari rumah, gw rekomendasiin Easy Roomate atau Find Your Room In SG Facebook group.
  • Kalo mau nyaman, cari yang no owner. Kalo kamu ga hoki (dan seringnya memang enggak), bisa-bisa dapet owner yang nyebelin dan banyak aturan. Contoh: ga boleh masak, harus laporan kalo pulang telat, cuci baju cuma boleh seminggu sekali, ga boleh ada tamu, AC baru boleh nyala jam sekian, dan sebagainya. Belum lagi kalo owner-nya suka party dan mabuk-mabukan.
  • Kalo waktunya udah kepepet dan cuma dapet rumah yang ada owner-nya, jangan terikat kontrak lama-lama (minimal 6 bulan kalo ga salah). Ingat, kamu belum tentu cocok sama owner dan kamu harus bayar penalti (1 bulan rental) kalo keluar sebelum waktunya.
  • Paling enak sih, cari teman yang bener-bener klop dan sewa 1 unit. Makin banyak orang dalam satu unit, makin murah juga biaya sewa kamar per orang.
Kalo mau nyewa apartment, jangan lupa bawa uang lebih untuk deposit. Biasanya mereka meminta 1 bulan uang sewa bayar di muka, ditambah 1-2 bulan untuk deposit. Deposit akan dikembalikan saat kamu keluar.

Utility Bill dan Internet

Di Singapore, disebut (PUB) Public Utilities Board, yang meliputi tagihan air, listrik, dan gas (kecuali kalo rumahnya masih pake tabung). Soal Internet, gw ga begitu nge-research. Internet yang gw pake sekarang harganya SGD 50 untuk 5 Gbps. Terkadang PUB dan Internet sudah termasuk di dalam sewa kamar. Kalo tidak yakin, bisa langsung cek sama owner-nya.

Untuk yang menyewa 1 rumah, PUB dan Internet konsepnya mirip dengan sewa kamar yaitu dibagi rata dengan jumlah orang yang tinggal di satu rumah. Jadi semakin banyak orang yang tinggal bersama, semakin murah juga bill-nya. Asal jangan ada temen kamu yang nyalain AC 24 jam aja, ya.

Groceries

Groceries di sini bukan cuma ngomongin bahan makanan doank. Tapi udah gw jadiin satu paket sama keperluan sehari-hari seperti sabun, shampoo, odol, peralatan make up, dan sebagainya. Biasanya sih, biaya groceries buat cowok jauh lebih murah dibanding cewek. Kenapa? Karena peralatan make up itu mahal. Udah gitu, cewek biasanya lebih ribet. Buat keramas, shampoo aja ga cukup. Harus pake conditioner, hair mask, dan lainnya.

Tips dari gw kalo mau hemat, belanja bahan makanannya di wet market, atau kalo di Indonesia disebutnya pasar tradisional. Sedangkan untuk peralatan masak (dan hardware lainnya), sabun, shampoo, dan peralatan make-up; belinya di toko-toko pinggiran atau di Mustafa Center. Umumnya, di daerah perumahan, banyak toko-toko kecil berjejer di pinggir jalan. Di toko-toko tersebut, bisa dapet 10-50% lebih murah dibanding di Watson, Guardian, FairPrice, dan tempat ber-AC lainnya.

Makan

Semakin tinggi biaya groceries, biasanya semakin kecil biaya makan. Seenggaknya, begitu asumsi gw. Biaya makan berkisar SGD 10 – SGD 15 per hari. Biaya ini meliputi makan pagi yang ringan (buah, roti, atau susu), makan berat di siang dan malam hari. Kalo pas weekend mau jalan-jalan dan makan di mall, biaya makan nambah bisa jadi SGD 20 – SGD 30 per hari.

Kalo mau berhemat, masaklah sendiri di rumah. Berdasar perhitungan gw, masak sendiri bisa menghemat biaya makan sampe 2 – 3x lipat. Bersyukurlah buat yang hobi masak. Hehehehehe.

Entertainment

Entertainment di Singapura mirip-mirip dengan Indonesia. Ada bioskop, bowling, ice skating, karaoke, laser tag, jalan-jalan ke tempat wisata sekitar, main escape game, sampe mampir ke apartment temen dan ngobrol sampe subuh.

Sebenernya, SGD 100 per bulan untuk entertainment itu sudah lebih dari cukup. Toh, ga setiap weekend butuh entertainment, kan? Apalagi kalo mainnya di Johor, SGD jadi 3x lipat deh nilainya.

Sekedar perkiraan harga:

  • Sekali nonton bioskop biasanya SGD 10 – 16, tergantung film dan waktunya.
  • Bowling, SGD 5 per orang per game.
  • Escape game, SGD 20 – 30 per orang per game.
  • Ice skating, SGD 20 buat maen sepuasnya seharian (dengan catatan, bawa sarung tangan dan kaos kaki sendiri).
  • Laser tag, SGD 36 buat 3 game.
  • Badminton, SGD 3 – 6 per lapangan per jam.
  • Go kart, SGD 35 – 40 untuk 10 menit.
  • Berenang, gratis. Kalo di apartment sendiri ga ada kolam renang, bisa numpang di apartment temen.
  • Nongkrong di rumah temen, seikhlasnya. Hihihi.

Biaya Dokter

Biaya dokter, obat-obatan dan lainnya biasa ditanggung oleh asuransi. Kamu cukup nunjukin kartu asuransi yang dikasih sama kampus / kantor, dan ga perlu bayar apa-apa lagi. Lagian, kamu ga sakit tiap bulan, kan?

 

 

Terus, Stef Sendiri, Berapa Biaya Hidupnya Sebulan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, gw berbagi informasi mengenai kepribadian dan rutinitas gw di Singapore dulu.

  • Gw tinggal di daerah Ang Mo Kio. Pernah nyewa common room per bulannya SGD 650, udah termasuk PUB dan Internet. Abis itu gw pindah blok, tapi masih tetep di daerah Ang Mo Kio. Sekarang gw bayar SGD 475 per bulan, tapi belum termasuk PUB dan Internet. Kalo ditambah PUB dan Internet, totalnya sekitar SGD 525, tergantung pemakaian.
  • Gw ga pelit soal makanan. Tapi memang hampir ga pernah makan berat kalo pagi. Biasanya paling cuma minum susu dan makan buah. Cuma kadang-kadang aja sarapan nasi ayam. Dari kecil memang ga pernah makan berat pagi-pagi.
  • I eat heavy lunch and heavy dinner. Lunch gw agak mahal karena kantor gw daerah CBD (Central Business District). Harga makanan bervariasi, dari SGD 4 – 20. Kalo lunch sendiri, gw tetep milih hawker centre buat makan. Jika dirata-rata lunch gw sekitar SGD 7 – 8.
  • Saat weekend atau dinner, gw masak sendiri di rumah. Terkadang, kalo lagi males makan berat, gw makananin cupcakes, roti, dan snack (yang terkadang malah jatuhnya lebih mahal dibanding makan berat).
  • Walau gw sering masak di rumah, gw sesekali juga memanjakan diri makan yang enak-enak di luar, seperti sushi, hot pot, korean BBQ buffet, bakuteh, dan lainnya. Papa gw selalu bilang, kalo mau makan apa, selagi masih muda dan punya cukup uang, beli aja. Dulu, pas masih muda, dia ga punya uang buat beli makanan yang dia pengen. Sekarang, dia udah punya uang, tapi tetep ga bisa beli makanan yang dia pengen, karena harus menjaga kesehatan.
  • Soal entertainment, tiap minggu berenang dan main tennis. Gratis, karena numpang di condominium temen gw. Selain itu, gw juga sering nonton bioskop. Harga nonton bioskop biasanya sekitar SGD 10 – 15.
  • Jarang banget shopping. Beli barang kalo bener-bener perlu doank. Itupun, belinya di Johor (Malaysia). Hihihihi.
  • Make up minimalis. Gw lebih concern di perawatan seperti body lotionSPF, krim mata, bedak / foundation, sama lip balm. Belinya di toko pinggiran yang jauh lebih murah dibanding yang buka stand di mall.
  • Hobi jalan-jalan. Jalan-jalan yang gw maksud di sini cuma pergi ke tempat wisata di sekitar Singapore atau Johor aja. Contohnya kaya Jurong Bird Park, Universal Studio Singapore, SEA Aquarium, Merlion Park, dan lainnya. Hampir tiap bulan, gw pergi ke Johor, for fun aja.
  • Gw kemana-mana naik MRT, bus, jalan kaki, atau nebeng temen. Jaraaannggg banget naik taksi. Walau begitu, uang transport gw lumayan mahal karena kantor gw jauh dari rumah. Cuma bolak-balik kantor aja gw udah abis SGD 3 per hari.
  • Gw ga ngeluarin duit buat pulsa soalnya gw pake HP kantor, dan postpaid plan yang juga dibayarin sama kantor.

Berdasarkan kepribadian dan rutinitas gw di atas, gw rata-rata menghabiskan SGD 1.000 – 1.200 per bulannya. Setengahnya buat biaya sewa kamar, Internet, dan PUB. Gw memang bukan orang yang hemat banget, tapi gw juga ga boros banget. Gw menikmati hidup dengan cara yang tidak berlebihan.

Untuk yang mau kuliah, kerja, atau cuma sekedar iseng numpang tinggal di Singapore selama sebulan, semoga informasi di atas bermanfaat!

Namun sebelumnya, supaya tidak kaget akan budaya mereka, baca dulu Budaya Masyarakat Singapura.

Bagi yang bekerja di bidang IT, mungkin tertarik untuk membaca Daftar Gaji IT di Singapura sebagai referensi. Siapa tahu setelah baca itu, jadi tertarik bekerja di Singapura. Bikin visa kerjanya ga lama-lama banget kok. Maksimal sebulan jadi lah. Penasaran? Baca Singapore Employment Pass.

Good luck!

Share this!

59 thoughts on “Biaya Hidup di Singapura

  1. Hi, saya lagi kepikiran mau kerja di Singapura. Sekarang masih di Indo sih. Mau tanya, kalau mau cari kerja lebih baik saya tinggal di hostel atau cari roommate aja? Karena untuk mengajukan visa kerja di Sg mesti dapat kerja dulu, baru bisa dapat visa. Dan saya gak tahu, apa saya bisa langsung dapat kerjaan atau enggak.

    Speciality masak.

    1. Hi Key,

      Lebih baik dapet kerja dulu baru cari tempat tinggal. Soalnya kalo mau ngontrak rumah / cari roomate, mereka bakal nanyain visa dan minimal kontrak 3 bulan. Tanpa visa, mereka ga bakalan nerima.

      Selain itu, walau udah dapet kerjaan, ada kemungkinan visa ditolak. Jadi aku saranin, nunggu sampe visa keterima dulu baru cari rumah. Mereka biasa kasih waktu beberapa hari kok untuk pindah. Apalagi kalo dapet kerjaan di hotel-hotel, bisa jadi mereka kasih akomodasi sementara.

      Kalo butuh tempat tinggal buat interview atau cari kerja, mungkin bisa sewa hotel atau via airbnb buat 2-3 hari.

      Untuk speciality masak, aku kurang tahu sih. Kalo aku sendiri di bidang IT, dulu cari-cari di jobstreet atau monster.

  2. Hi aku ada niatan mau kerja di singapore sebagai perawat nih. Gaji perawat disana aku liat di jobstreet dr 2500-6000 itu lebih baik gimana ya? Soalnya masih bener2 buta banget kesana.
    Trs kalo misalnya aku ngelamar di jobstreet itu harus punya sertifikat semacam toefl ga sih? Kalo udh keterima di salahsatu rs disana bisa aja ga visa kita ditolak?
    Maaf agak banyak pertanyaan ya hehe

    1. Hai Elsa, kalo perawat aku kurang tau sih. Jadi aku jawabnya berdasar pengalamanku aja ya.

      Aku kerjanya di bagian IT. Nyari kerja juga dari jobstreet, jobscentral, monster, dan lainnya. Ga butuh sertifikat toelf / ielts. Asal pas interview bisa berkomunikasi lancar, aku kira ga masalah.

      Kalo udah keterima, tetap masih ada kemungkinan visa ditolak. Untuk urusan visa, cuma Ministry of Manpower (MoM) yang menentukan.

      Ada baiknya sebelum mulai cari kerjaan, cek dulu kualifikasinya di sini: http://www.mom.gov.sg/eservices/services/employment-s-pass-self-assessment-tool

  3. Hi, bro, gw konsultan ERP nih, kebetulan ada lowongan di jobstreet singapore yang lagi butuh dan sesuai dengan job desc gw, tapi gw liat di salary per bulan $6000, kiranya dengan istri dan satu anak umur 2 tahun, cukup kagak ya gaji segitu? alamatnya di daerah sini –> 6 Shenton Way Tower 1 #39-03 Singapore 068809

    1. Hai Raz,

      Wah masa gw cantik gini dipanggil bro sih? Ahahaha..

      Anyway, gw rasa kalo income SGD 6000 per bulan untuk sekeluarga itu agak mepet ya di sini, ga bisa nabung banyak.

      Kira-kira breakdown nya seperti ini (anggep aja hidupnya normal, ga terlalu hemat dan ga terlalu boros):

      Sewa HDB: +/- SGD 2.000 (2 kamar tidur + 2 kamar mandi) atau opsi lainnya sewa 1 kamar aja yang berukuran master SGD 1200.

      Biaya PUB: +/- SGD 150

      Internet: +/- SGD 50

      Biaya makan untuk 2 orang + 1 anak kecil sebulan: 2,5 (anaknya diitung setengah porsi) x (30 hari x 3 x SGD 7 (per meal)) +/- SGD 1500

      Biaya transportasi +/- 100

      ———-

      Gw kurang tahu biaya pendidikan di sini. Tapi yang gw denger, biaya pendidikan untuk foreigner itu mahal, ditambah lagi sekarang makin sulit untuk foreigner bersekolah di government school (pake sistem kuota).

      Kalo nanti ternyata betah di Singapura, bisa apply Permanent Residence (PR), tapi itupun setelah minimal tinggal 1 tahun di sini. Apply PR untungnya apa? Untuk PR, biaya sekolahnya jauh lebih murah. Namun jika anaknya Raz laki-laki, dia harus ikut wajib militer.

      Anyway, berikut hasil research dadakan gw tentang biaya sekolah (primary school) di Singapura:

      Kalo beruntung bisa keterima di government school, biayanya sekitar SGD 400-600 an per bulan

      Kalo di private school, biayanya bisa mencapai SGD 1000-2000 an (tergantung sekolahnya) per bulan

      Untuk toddler class (barangkali berminat juga), biaya sekitar SGD 1000 per bulan.

      ———-

      Masih cukup dan ada sedikit tabungan sih sebenernya. Kalo dibawa pulang Indonesia lumayan, tapi kalo dipake di SG, nominal segitu valuenya ga seberapa.

      Jadi silakan dihitung-hitung dan dinilai sendiri ya. Semoga membantu.

      1. Iya, maaf sis, tadi langsung aja nyomot nulis gw, haha.

        Makasih banyak infonya sis, detail banget ngitungnya, ternyata bener kata temen gw, mepet banget katanya dengan gaji segitu, minim kalo uda berkeluarga, ambil gaji yang $10.000. Oke deh, makasih banyak yah sis, gw bener-bener terbantu banyak, jadi bisa mikir-mikir lagi sebelumnya.

        Thank You.

  4. Sis, saya tertarik sis untuk bekerja di Singapura, apalagi mumpung masih muda. Lihat lowongan di jobstreet salary nya untuk programmer sekitar 4000 an. Tp saat mau apply itu masih bingung sis semisal kalo pas interview ky gimana, tempat tinggal, dsb. Saya cek biodata sista juga kerja di bidang IT. Makasih sis, sangat informatif tulisannya

    1. Hai Pringgo,

      Kalo mau kerja di SG, yang penting apply dulu aja. Beberapa perusahaan bisa interview via skype, tapi beberapa ada yang mengharuskan datang juga. Waktu itu sih aku interview dateng ke SG, tapi pp, jadi sorenya langsung pulang.

      Soal tempat tinggal, gampang kok. Aku dulu cari-cari di fb grup sama dari easy roomate.

      1. Jadi yang penting apply dulu ya sis? Kalo bahasa disana gimana sis? Saya bhs. Inggris nya pasif, paham omongannya orang tapi mau bales pake Inggris juga masih agak kaku. Jadi kaya ngurus administrasi ky visa pasport dsb itu bisa nyusul ya sis? Makasih sis

      2. Iya yang penting apply dulu aja.

        Di SG, bahasa nasionalnya bahasa Inggris. Interview juga pake bahasa Inggris. Kamu banyak latihan ngomong Inggris dulu aja, jadi pas interview dan kerja, sudah lancar dan ga grogi lagi.

  5. Hi Stef, salam kenal ya… mau tanya sy dpt tawaran kerja di SG dgn gaji sekitar S$ 3600 an net.. daerah kerjanya di daerah lavender
    Mau tanya klo dengan gaji segitu untuk single kira2 cukup ga ya di SG? Kira2 bs nabung brp per bulannya dengan kondisi hidup hemat tapi layak..

    Thanks sis, sangat bermanfaat tulisannya.

  6. Haii kak, salam kenal. Saya kelas 10, mau nanya kalau software engineer biasanya kerjanya berapa jam perhari? Terus ada liburnya gak? Terimakasih. Sorry Banyak nanya.. Hehehe. Soalnya aku cita cita jadi software engineer.

    1. Hai Nadia,

      Kalo di sini, software engineer ya sama seperti pekerjaan lainnya, minimal 8 jam per hari. Tapi umumnya IT company lebih fleksibel, alias telat-telat dikit ga apa-apa asalkan kerjaan tetep selesai. Liburnya juga ngikutin libur nasional aja, ga ada libur khusus buat software engineer.

      Yang ada justru harus siap on call. Apalagi kalo client nya yang 24/7 seperti restoran, theme park, bioskop, dkk. Kalo ada masalah, kadang harus segera diberesin hari itu juga, walaupun hari itu hari libur.

  7. Hai Stef,

    Bbrp minggu lalu aku dpt ajakan untuk build team di SG sama atasan aku yg skrg di indo. Aku belom tau package nya yg ditawarin sih. Aku berkeluarga dan pasti keluarga di indo gak aku ajak. Aku kebayangnya 3500-4000 sgd minimal baru aku mau. Dengan rincian kasar 2000 buat biaya aku di SG sisanya aku kirim ke indo. Terlalu kecil gak ya nilai segitu untuk hidup di SG.?
    Thanks Stef

    1. Hi Berto,

      Soal besar kecilnya, tergantung bidang pekerjaan dan berapa tahun pengalaman sih. Jadi aku ga bisa komentar soal itu.

      Kalo untuk biaya hidup sendiri, 3500-4000 udah cukup banget. Bisa nabung minimal 2000-2500 buat dikirim ke Indo. Tapi kalo ke depannya berencana mau ajak keluarga ke SG, nominal segitu pasti ga cukup dan ga bisa dapet dependent pass.

  8. Hallo kak, tulisannya sangat menginspirasi banget nih, em mau cerita sedikit. Jadi saya masih kelas 11 sekolah smk jurusan rpl (pasti kaka tau lah ya haha) nah tapi minat ku setelah sekolah 2 tahun ini agak kurang di bidang it, dan lebih seneng ke aviation which is flight attendant,nah
    Trus saya dah cari2 tentang become a spore FA,utk laki2 yg diterima hanya dari sg/malaysia saja, brrti saya yang dari indo harus daftar ke singapura langsung ya? Trus saya mau nanya, kalo kerja di singapura yang lumayan “menjanjikan” selain d bidang it itu apa ya kak? Terimakasih

    1. Halo Rama,

      Memang begitu, denger-denger sih untuk pramugara, biasanya airlines merekrut orang lokal. Daftar dari SG pun kayanya ga bisa, tapi ya ga ada salahnya mencoba.

      Soal karir, asalkan ahli di bidangnya, pasti menjanjikan. Dilihat dari sisi average salary, mungkin dokter, lawyer, engineer, dosen, sama broker termasuk dalam top 10. Tapi saran gw sih, jangan melihat dari uangnya, yang penting berkaryalah sesuai dengan minat. Kalo memang tertarik di bidang aviation, kenapa ga coba jadi aircraft engineer atau sejenisnya?

  9. Halo Stef
    Mau nanya standar gaji di SG berapa yah ?
    apakah dengan gaji SGD 2,600 cukup untuk single ?
    daerahnya claymore road singapore..

  10. Hai stef, abis baca tulisan ini aku jadi kepikiran buat kerja ke singapura. Background pekerjaan ku accounting. Kira2 di singapura, menurut pengalaman stefani ada kah tenaga accounting yang bukan warga singapura? mengingat profesi ini kan udah umum. Kira2 rate gaji per bulan nya brp ya?

  11. halo min
    saya mau tanya kira” apa saja bahasa pemrogramna yang wajib di kuasai utk jd software development ??
    dan apakah kalo mau kerja di singapura mesti lulusan dari singapura

    1. Halo vin,

      Untuk bahasa pemograman, tiap perusahaan tentu kebutuhannya tidak sama. Aku sendiri, lebih di c# sama sql.

      Untuk bekerja di SG, tidak perlu lulusan SG kok. Lulusan indonesia pun bisa, asal lolos interview aja.

  12. Hi Stef. Gw baru ditrima krj di sg. Waktu april udah dpt IPA. Trus karena ada 2 months notice dr tempat kerjaku mknya IPAku di extend. Cuma mesti blood check lg buat hiv krn expired 3 bln kan trakhir gw check bln mei. Nah apakah pas saya masuk ke sg lagi untuk blood check sebelum kerja seminggu kemudian, saya masuk saja sebagai turis kan ya? Soalnya turis kan ijin stay valid 30 hari? Nanti di kartu yg buat migrasi saya mesti isi length of stay nya berapa lama? Saya sudah dapat tempat tinggal juga disana. Tolong info yanya ya. Thank you

    1. Hi Sally,

      Apakah IPA yang sudah di extend itu masih berlaku? Kalo iya, berarti kamu masuk SG bukan sebagai turis, tapi sebagai calon pekerja.

      Isi kartu imigrasi seperti biasa (duration of stay kosongin aja, nanti tanya orangnya, aku juga lupa isi apa). Nah pas di imigrasi, kasih kartu itu beserta IPA yang sudah di print.

      Btw, aku pernah mengulas tentang Singapore Employment Pass juga, artikelnya bisa dibaca di http://coffeebreakstory.com/2016/01/singapore-employment-pass/
      Kali aja bisa membantu..

      1. Hi Stef,
        Barusan companyku bilang IPAku sudah diextend sampe 30 sep. Jd kan mulai kerja agustus ini. Tapi blom dikasih copyan yg extension IPAnya. Mungkin aku harus nanya lagi ya?
        Trus gw diapprovednya S pass. Pdhl companyku apply buat epass krn salaryku rangenya epass. Apa itu krn pengaruh universityku yg mungkin ga reputable ya? Hahaha
        Thanks anyway for the information

      2. Hi Sally,

        Sepertinya sih harus minta copy an yang baru, yang sudah di extend. Coba saja tanya employermu.

        Kalo soal S Pass atau EP, sampe saat ini memang masih jadi misteri. Semua keputusan MoM, bahkan employer pun ga bisa berbuat apa-apa.

        Faktor yang bisa mempengaruhi macem-macem, yang aku tau: range gaji, job title, edukasi, year of experience dari job yang kamu apply, nationality (Malaysian lebih mudah, Indonesia setauku sih netral), dan mungkin banyak faktor lain tapi aku ga tau.

  13. Hai sis, saya sekarang masih sekolah SMA kelas 12, sebenarnya pengen dapat beasiswa untuk kuliah di singapore, tapi karna saya juga ngga punya nilai yang tinggi saya mengundurkan niat saya (karna nilai rata” saya hanya mencapai +86), karna ujian beasiswa itu perlu toefl dll dan itu juga sangat mahal, jadi saya mwnghentikan niat saya untuk berusaha mendapat beasiswa dan mengejar ptn saja, dan berhubung jurusan yang saya mau pilih itu kemungkinan teknik sipil…. jadi kira” untuk bisa bekerja di singapore bisa tapi tidak belajar di sana? saya juga mempunyai kemampuan bahasa inggris yang juga memadai. Maaf ya panjang btw ini artikel sangat bermanfaat. Thanks

    1. Hai David,

      Maaf balasannya lama, karena entah kenapa, komenmu masuk ke dalam spam folder 🙁

      Mau kerja di SG tapi ga kuliah di sini? Oh bisa banget kok. Aku sendiri dulu kuliahnya juga di Malaysia, bukan SG. Dan banyak anak-anak Indonesia yang dulunya kuliah di Indonesia, tapi bisa keterima kerja di sini.

      Kamu rajin belajar dan banyak mencari experience aja, buat portfolio-mu sebagus mungkin. Dengan begitu, akan lebih mudah mencari kerja di manapun kamu mau 🙂

  14. Hi Stef,

    Rencananya saya mau ikut suami ke Singapur Januari 2018.
    Ada rencana bawa anak yang kelas 3 SD & TK.
    Stef ada informasi mengenai Sekolah Indonesia Singapura (di Siglap road) kah?

    thanks yah
    Rini

      1. Hi Stef,

        Thanks infonya. iya, kmrn saya sdh lht2 di facebook grup nya. Kurikulumnya ikut Indonesia.

        Stef, klo wiken buat keluarga ngapain aja ya disana..?
        Terus klo Dependant pass biasanya extend tiap brp lama ya? 2 thn kah?

        thanks,
        Rini

      2. Hi Mbak Rini,

        Kalo awal-awal dateng ke sini, weekend banyak yang bisa di-explore. Bisa jalan-jalan di Sentosa, kuliner, BBQ / sepedaan di East Coast Park, jalan-jalan ke mall, shopping di Bugis, mengunjungi Universal Studio, SEA Aquarium, Marina Bay, dan banyak museum lainnya. Tapi kalo udah 2 tahunan di sini, bosen juga. Hahahaha.

        Suami Mbak pegang Employment Pass (EP) kan, ya? Dependent pass itu depends ke EP, maka masa berlakunya sama seperti EP. Jadi kalo EP-nya 2 tahun, ya dependent pass nya 2 tahun.

  15. Hi, steff kenalin namaku anneliese,
    Baru aja beberapa hari lalu aku dpt tawaran dr singapore di IT, sudah nego dan sekarang sedang mengajukan EP.
    Kantorku bilang sih, untuk tempat tinggal sebulan pertama disediakan kayak shop house office yg room nya share. Aku mau nannya, apakah ada informasi condo yg deket daerah mcNair itu yg kira2 org indonya banyak biar bisa share room gtu ? Trus baiknya cari condonnya dr indo, atau pas disana? Apakah susah utk mendapatkan tempat tinggal?
    Terus , untuk permanent resident, apakah para Ep holder perlu ajukan PR? Beda PR dan EP holder nanti apa ya?

    Aku nanya juga tentang pembayaran pajak, ini caranya supaya tidak double bayar indo dan sing gimaana ya?

    Thanks

    1. Hi Anneliese,

      Salam kenal…

      Maaf balasnya lama, entah kenapa comment-mu masuk ke dalam spam folder 🙁

      Harusnya sih banyak condo deket situ, tapi kalo soal orang Indo atau bukan, aku kurang tahu. Hehehe..

      Cari tempat tinggal ga susah kok. Tapi jarang banget ada yang mau share room kalo ga bener-bener kenal. Paling share house doank sih. Dulu sih, aku cari-cari di FB group ‘FindYourRoomInSG’.

      Kamu kan diberi akomodasi sebulan sama office, harusnya lebih dari cukup lah untuk cari tempat tinggal sendiri nantinya. Jadi hemat ongkos ga perlu ke SG bolak balik buat cari tempat tinggal dulu. Karena biasanya, saat tanda tangan tenancy agreement, mereka bakalan minta EP kamu.

      Permanent Resident (PR) sama EP tentu saja beda. EP itu kan hanya visa kerja yang terikat dengan perusahaan kamu sekarang. Sedangkan PR itu berarti kamu berniat tinggal dalam jangka waktu yang lama di SG (tidak terikat di perusahaan manapun), atau kamu berniat ganti kewarga-negaraan. Karena kalo PR, kamu bisa mendapat hak-hak yang didapat oleh warga lokal, misalnya beli HDB, sekolah lebih murah, dan lainnya. Tetapi, bila kamu punya anak laki-laki, anakmu harus mengikuti wajib militer di SG.

      Kalo kerja di SG, ya bayarnya pajak di SG saja, tidak bayar pajak di Indonesia.

      1. Oow thanks for replying steff..
        Iyah mksd aku sebelumnya bukan share room tp share house. Tadi udh ada pencerahan sih pas udh liat2 link easyroommates yg di artikel kamu.
        Kebetulan masih single, jadi belom ada tertarik untuk PR si..
        btw, untuk pajak, apakah ada hal2 yg perlu diurus dulu di indo? Karna baca2 artikel perpajakan, di tahun berjalan kita bayar pajak di negara yg paling lama kita tinggali, namun keterangannya gak jelas gitu, ada istilah treaties tax dan itupun belum jelas..
        berhubung aku gagal menemukan cust service pajak di indonesia untuk nanya2, boleh ga steffi share pengalaman terkait perpajakan?
        Thank u, steff

      2. Hi Anneliese,

        Rule of thumb nya sih stay 1 tahun dulu di SG baru bisa bikin PR. Jadi ya, kamu coba aja kerja dan stay di sini dulu, dan diliat apakah kamu betah ga.

        Kalo soal pajak, aku kurang bisa bantu, soalnya aku ga pernah kerja di Indonesia, jadi ga pernah bayar pajak di Indonesia 🙂

  16. Hai stef, aku kan ada rencana kedepannya buat tinggal d SG Skalian cari kerja. Aku lulusan S1 manajemen Ekonomi. Kira” Dimana ya stef aku bisa tau lowongan pekerjaan tanpa harus ke SG dlu?

  17. Sis. Dulu kamu kerja di Malaysia sebelum pindah kerja ke Singapore ya? Kalau iya, saya mau tanya, gimana prosesnya. Apakah ada puasa gajian selama transisi dan berapa lama? Misal bisa saja, visa lama diperpendek sampai akhir bulan, lalu segera dibawa ke embassy Singapore di KL untuk mempercepat.

  18. hy stef, aku lulusan diploma teknik elektronika di indo dan sekarang bekerja di salah satu industri manufactur di batam dengan experiences <1 tahun. bagaiman kira-kira kans keja disana bagi orang dengan background seperti saya ini? apakah banyak dibutuhkan?
    terimakasih sebelummnya.

    1. Hi Nelson,

      Singapura sekarang sudah agak ketat. Untuk orang Indonesia, diploma dan experience nya kurang dari 1 tahun, sepertinya akan sulit dapat visa.
      Mungkin bisa coba tunggu sampe experience at least 2 tahun, baru mencoba cari-cari kerja di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.