Budaya Masyarakat Singapura

Singapore atau Singapura adalah negara yang multi-ras, di mana mayoritas adalah ras Chinese. Bahasa nasionalnya adalah bahasa Inggis, walaupun pada praktiknya, mereka lebih sering menggunakan Singlish (Singaporean English) yang merupakan gabungan Chinese dan English.

Orang-orang Singapore umumnya individualis. Prinsipnya, ‘asalkan orang lain ga ngerugiin gw, ya gw ga peduli’. Atau bahasa kerennya, MYOB (Mind Your Own Business)

Para orang tua (senior citizens) di sini banyak yang merupakan pendatang dari China daratan. Biasanya mereka kurang ramah dan suka teriak-teriak, bahkan beberapa kali gw ketemu orang yang sakit mentalnya. Untungnya, para generasi muda di sini jauh lebih sopan dan berpendidikan. Overall, orang-orang sini living on the fast pace, tidak sabaran, dan segalanya mau cepat.

Yang terbiasa tinggal di Indonesia biasanya akan berkomentar bahwa orang-orang di Singapore jalannya cepat. Eskalator / travelator-nya pun cepat. Tapi buat gw yang ga sabaran, gw bahkan ngerasa orang-orang di Singapore jalannya lama.

Berikut beberapa aturan yang harus diketahui sebelum ke Singapore.

Menggunakan Eskalator / Travelator

Jika tidak terburu-buru, berdirilah di sebelah kiri. Sebelah kanan sengaja dikhususkan untuk orang yang terburu-buru supaya dia bisa lewat.

Menggunakan eskalator di Singapura
Etika menggunakan eskalator di Singapore

Untuk yang membawa kursi roda, stroller bayi, atau barang berukuran besar, silakan gunakan lift.

Aturan Men-choppe

Food court dan hawker center umumnya tidak pernah menyediakan tissue di meja, kecuali kalo kamu makan di restoran kelas atas. Jadi, jika melihat bungkusan tissue, jangan diambil. Karena itu artinya, meja atau kursi tersebut sudah di-reserved atau bahasa Singlish-nya: CHOPPE / CHOPE / CHOP.

Terkadang, bukan hanya tissue saja yang dipake buat men-choppe, bisa jadi kartu nama (atau kartu lainnya), payung, koran, bahkan gw pernah liat: kartu ATM. Pokoknya kalo ada sesuatu di meja, selain peralatan makan kotor tentunya, artinya meja itu udah di-chop orang.

Berbagi Meja

Selain itu, di food court atau hawker center, apalagi kalo jam makan, kita harus berbagi meja dengan orang lain. Jadi jangan ke-GR-an kalo tiba-tiba ada orang duduk di semeja denganmu. Dia mau makan, bukan mau PDKT.

Memesan Makanan di Hawker Center

Para pelayan di food court atau hawker center rata-rata Chinese, secara Singapore memang mayoritas Chines. Tapi jangan khawatir, umumnya mereka bisa bahasa Inggris kok.

Kalo mau pesen makanan, kira-kira begini percakapan standarnya:

Penjaga bakalan nyapa sambil nanya kamu mau pesen apa.

‘Hello, what you want?’ atau ‘Hi. Order?’ atau terkadang cuma diem aja sambil ngeliatin kamu.

Kamu jawab menu apa yang kamu mau.

‘I want one beef teriyaki set’ atau ‘Give me number 8′.

Selanjutnya mereka akan nanya kamu mau makan di sini atau dibungkus. Kadang, ada tambahan 20 sen jika dibungkus.

Having here or take away?’ atau ‘Chī de (makan sini) háishì (atau) bāo de (dibungkus)?’

Kamu jawab mau makan atau bungkus.

Having here‘ atau ‘chī de‘ (makan). Sedangkan kalo mau dibungkus, bilangnya ‘Take away‘ atau ‘Bāo de‘.

Kalo ada beberapa porsi, penjaga akan nanya kamu mau porsi yang mana.

Big or small?‘ atau ‘Dà de (yang besar) háishì (atau) xiǎo de (yang kecil)?’

Kamu bisa jawab besar atau kecil, atau nyebutin harga yang tertulis di menu.

The small one‘ atau ‘The 4.5 dollar one

Untuk makanan tertentu, penjaga bakalan nanya apa kamu mau sambel.

Do you want chili?‘ atau ‘Làjiāo (sambel) yào ma (apa mau)?’

Beri tahu apa kamu mau sambel atau tidak

Yes,  please‘ atau ‘Yào’. Kalo ga mau, bilang ‘No, I don’t want chili‘ atau ‘Bùyào (ga mau)’.

Untuk mempersingkat waktu, saat penjaga nanya apa yang mau gw pesen, biasa gw bilangnya begini:

Beef Teriyaki Set, small one, having here, with a lot of chili.

Di hawker center atau food court, semuanya self-service. Artinya, kamu cari meja sendiri, pesen makanan juga harus antri sendiri, butuh sendok garpu atau sumpit juga ambil sendiri, membawa makanan yang kamu pesan ke mejamu sendiri, dan makan sendiri (ga ada yang nyuapin).

Memberi Tips

Di food court atau hawker center, tidak perlu memberi tips, karena sudah ada service charge (10%). Memberi tips di hawker center justru dianggap kurang sopan.

Untuk restoran mewah, memberi tips atau tidak, tidak ada masalah.

Membuang Sampah Pada Tempatnya

Sudah cukup umum sepertinya. Aturan ini seharusnya diterapkan di mana pun kalian berada, bukan cuma di Singapore.

Menyebrang Pada Tempatnya

Walaupun pada praktiknya beberapa orang nyebrang di sembarang tempat, namun sebaiknya dihindari, apalagi kalo di jalan-jalan besar. Selain karena hal ini melanggar peraturan, jika kamu nyebrang sembarangan dan ketabrak mobil, semua resikonya ditanggung sendiri, pengendara mobil tidak bersalah.

Berbeda jika kasusnya di jalan kecil yang seringkali tidak disediakan tempat menyebrang khusus. Untuk yang seperti itu, lihat kiri kanan dulu sebelum menyebrang, asal tidak ada mobil tidak masalah.

Reserved Seat untuk yang Membutuhkan

Reserved Seating di MRT Singapore (Andy Storm, 2012)
Reserved Seating di MRT Singapore (Andy Storm, 2012)

 

Reserved seats ada hampir di semua tempat umum, seperti hawker center, restoran, MRT, dan bus. Tempat duduk ini dikhususkan untuk orang yang membutuhkan, seperti orang tua, ibu hamil, ibu yang menggendong bayi, dan yang kakinya sakit sehingga tidak bisa berdiri lama-lama.

Sebenernya, sah-sah aja duduk di sini kalo kebetulan lagi kosong. Tapi kalo duduk di sini, mata harus selalu jeli melihat sekeliling, segera berdiri jika melihat ada yang lebih membutuhkan.

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published.