Marvel

5 Januari 2017 6:28 PM

Mpel kabur dari tadi pagi jam 8 an belum pulang.

Pesan WhatsApp singkat yang cukup membuat jantung gw berhenti berdetak untuk sejenak. Gw yang saat itu masih di kantor, segera membereskan meja dan bersiap-siap untuk pulang.

Di perjalanan pulang, banyak momen-momen gw dengan Mpel berputar kembali di ingatan gw. I cried a little, tapi biar saja. Orang-orang toh sibuk dengan handphone-nya masing-masing.

Satu jam berikutnya, gw makan malam bersama orang-orang yang cukup dekat. Menunya pun enak, Chili Crab, salah satu menu favorit gw. Topik demi topik mengalir, membantu gw tetap berpikir positif. Di saat yang sama, Mama gw baru aja nyampe Cirebon. Dari stasiun kereta api, tanpa pulang ke rumah, langsung keliling kota buat nyariin Mpel.

Pukul 10:59 PM. Mpel masih belum ditemukan. Gw udah pasrah saat itu, karena gw tahu, 80% Mpel sudah tidak ada. Bukannya pesimis, tapi rasionalis, mengingat dulu anjing gw dibunuh sama Pak RT, dan ada juga yang pernah mati diracun. Apalagi Mpel sudah 10 tahun, sudah tidak selincah dulu lagi.

Malam itu, gw merasa kehilangan. Sakit rasanya dada ini karena gw menangis sesenggukan. Hati gw ga bisa merelakan, apalagi kalo membayangkan Mpel masih di luar sana, mungkin masih mencari jalan pulang. Kelaparan, kehausan, ketakutan, dan mungkin, kesakitan.

Di mana kamu, Mpel?

Apa kamu masih hidup?

Makan dan minum apa kamu seharian?

Apa kamu dapet tempat tidur yang nyenyak?

Apa kamu baik-baik saja?

Mungkin dia sudah tidak ada, tanpa dikelilingi orang-orang yang menyayanginya di saat-saat terakhirnya. Sementara gw di sini tidur beralaskan kasur yang empuk dan ruangan ber-AC. Sama seperti ruangan tidur Mpel yang biasanya. I am sorry, Mpel.

Entah pukul berapa gw terlelap malam itu. Gw inget gw beberapa kali terbangun dan bermimpi Mpel kembali ke rumah lalu kita bermain bersama, hanya saja rumahnya berbeda dengan rumah gw. Satu yang pasti, saat bangun tidur pagi harinya, hati gw akhirnya bisa merelakan kalo Mpel harus pergi. Walaupun gw masih menangis setiap kali mengingatnya, seperti besoknya, dan besoknya lagi. Bahkan saat menulis postingan ini.

Mpel
Marvel, yang lebih seringnya dipanggil Mpel

Mpel, kalo kamu masih hidup, jaga diri baik-baik. Jangan nakal supaya kamu ga dijahatin orang. Semoga suatu saat kamu bisa menemukan jalan pulang. Kita semua khawatir. Home will never be the same without you.

Kalo kamu sudah tidak ada di dunia ini lagi, berbahagialah. Semoga kamu berada di alam yang lebih baik sekarang.

Terima kasih sudah menjadi sahabatku, Mpel. Maaf kalo aku tidak selalu di sampingmu separuh hidupmu. Tapi, those beautiful memories we shared will always be kept close to my heart.

I’m still loving you, Mpel. Til this day and forever.

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published.