Bertanya Pada Diri Sendiri (Final Part)

The Book of Questions (Gregory Stock, Ph.D.)


Kelanjutan dari Bertanya Pada Diri Sendiri (Part 10). Pertanyaan-pertanyaan di bawah bersumber dari ‘The Book of Questions‘, karangan Gregory Stock, Ph.D.

Part terakhir ini pertanyaannya hanya ada 17. Gw ga tahu kenapa jumlahnya ganjil, kalo penasaran, tanya aja langsung sama pengarangnya.

Apakah kamu sering berbohong hanya karena ga enakan? Misalnya, memuji tuan rumah makanannya enak padahal tidak. Atau berpura-pura sedih ketika harus berpisah padahal kamu juga ga begitu suka sama dia?

Bisa iya bisa tidak, tergantung seberapa dekat gw dengan orang tersebut. Dari contoh pertanyaan, contoh yang pertama mungkin iya, tapi yang kedua tidak.

Apakah kamu bersedia untuk memberikan kesaksian palsu untuk sahabatmu? Misalnya, ketika sahabatmu menabrak pejalan kaki, apakah kamu bersaksi bahwa ia mengemudi dengan hati-hati meskipun kenyataannya ia terlalu sibuk bercanda dan tidak memperhatikan keadaan sekitar?

Waduh, pertanyaan yang sulit. Mungkin tergantung seberapa parah kasusnya dan perbuatannya juga. Dalam kasus ini, kalo dia sampe tutup mata terus nabrak orang, ya gw bilang dia tutup mata. Tapi kalo bercanda biasa doank ya gw masih bisa bilang dia nyetir dengan hati-hati.

Dalam skala 1-10, dengan 0 adalah tidak baik dan 10 sangat baik, dibandingkan orang-orang pada umumnya, bagaimana kamu menilai daya tarik fisikmu? Kecerdasanmu? Kepribadianmu?

Daya tarik fisik: 7. Kecerdasan: 7. Kepribadian: 7.

Ketika berjalan terlalu cepat di depan trotoar tetangga yang licin, kamu tergelincir dan mengalami patah tulang kaki. Apakah kamu akan menuntut pemilik rumah jika kamu yakin kamu akan memenangkan gugatan karena kelalaiannya menyekop salju?

Enggak. Berurusan sama pengadilan itu buang-buang waktu. Berharap aja sukur-sukur tetangga mau bantuin bayar biaya pengobatan.

Kalo kamu bisa mencegah salah satu dari musibah berikut, manakah yang kamu pilih: 1. Gempa bumi di Peru yang akan membunuh 40 ribu orang, 2. Kecelakaan di airport kotamu yang akan membunuh 200 orang, atau 3. Kecelakan mobil yang akan membunuh salah satu orang yang kamu kenal?

None. Semua sudah diatur, biarlah semuanya alami.

Apakah kamu mau makan semangkuk jangkrik hidup untuk 40 ribu dollar (400 juta rupiah)?

Enggak.

Apakah kamu menikmati kontak fisik seperti sentuhan atau pelukan dengan kekasihmu saat kamu tidur?

Enggak begitu. Gw ga bisa tidur kalo terlalu banyak gerakan dan gampang kebangun kalo disentuh.

Kamu melihat ada mobil ambulance baru saja tiba di area kecelakaan hebat di jalan raya, akankah kamu berhenti untuk melihat keadaan korban? Anggap saja keberadaanmu tidak akan mempengaruhi tim penyelamat.

Enggak. Gw takut ngeliat begituan.

Apa yang ingin kamu impikan malam ini?

Apa aja yang penting indah. Hahahaha

Kalo kamu bisa kembali ke masa lalu untuk mengubah keputusanmu, maukah kamu melakukannya?

Kayaknya udah pernah ditanyain deh. Jawabannya masih sama: ga.

Apakah USD 50 ribu (500 juta rupiah) cukup untuk membuatmu tega membawa binatang peliharaanmu yang setia dan sehat, ke dokter hewan untuk disuntik mati?

Tidak peduli seberapa besar nominalnya, walau diiming-imingi semua harta di dunia, gw ga akan tega membunuh hewan peliharaan gw yang setia dan sehat.

Untuk waktu 5 tahun ke depan, kamu mendingan tinggal di kota yang padat seperti New York, atau kota yang indah namun sedikit terpencil seperti Teluk Morro, California?

Kota yang padat, Singapore misalnya. Akses dan kualitas untuk segala fasilitas biasanya lebih baik di kota yang padat.

Apa yang ingin kamu lakukan 5 tahun dari sekarang? Apa yang kira-kira akan kamu lakukan 5 tahun dari sekarang?

Jawaban yang sama untuk keduanya: dapet Singapore PR (Permanent Residence) and start my own business. Setelah keuangan stabil, puas-puasin jalan-jalan keliling dunia dan berkeluarga.

Apa keputusan terpenting yang pernah kamu ambil sepanjang karirmu yang hanya didasari oleh intuisi? Bagimana dengan kehidupan pribadimu, adakah keputusan penting yang kamu ambil yang hanya berdasar intuisi?

Hmm, ga ada sepertinya. Keputusan-keputusan penting yang gw ambil umumnya dipikirkan masak-masak.

Apakah kamu mau menjadi presiden? Mengapa?

Enggak. Ga tertarik terjun ke dunia politik.

Jika kamu bisa melihat / mengetahui satu hal tentang dirimu, kehidupanmu, masa depanmu, atau apa pun itu, adakah hal yang ingin kamu lihat / ketahui?

Keputusan yang akan gw ambil dan akan membuat gw menyesal di masa datang. Setidaknya ketika saat itu tiba, gw akan lebih mempertimbangkannya masak-masak.

Jika kamu mendapatkan 3 kesempatan untuk bertanya dan akan mendapat respons yang jujur, siapa dan pertanyaan apa yang akan kamu tanyakan?

Sampai detik ini sih belum ada. Bisa ga pertanyaannya disimpen buat nanti-nanti? Hahahaha.

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published.