Brain VS. Heart: PMS

Heart: Brain, aku pengen nangis.

Brain: Hah? Memang ada kejadian apa?

Heart: Mpel kabur, ga balik lagi. Jangan-jangan dia udah mati.

Brain: Ya ampun, Heart. Itu kejadian udah lama banget. Kita udah moved on. He is in a better place now.

Heart: Kalo adekku kuliah lagi di US sana, kita jadi makin jauh, makin jarang ketemu. Kalo aku kangen gimana?

Brain: Teknologi kan, sudah maju. Kita bisa online call atau video call. Lagian bagus donk, kalo dia diterima di sana, masa depannya cerah. Kita harusnya ikut senang.

Heart: Tapi kan, aku kangen. (Meneteskan air mata) Huhuhu.

Yah, begitulah kalo Heart lagi emosional. Semua organ ga ada yang dengerin Brain, dan malah jadi ikut emosional seperti Heart.

Brain: Lebay, ah. Orangnya aja belum pergi. Daftar ke kampusnya aja belum.

Heart: (Nangis makin menjadi) Aku juga ingat, waktu aku kecil, aku sering dipanggil dengan sebutan-sebutan yang kasar dan tidak enak didengar.

Brain: (Memeluk Heart. Sambil mengingat-ingat tanggal berapa hari ini).

Heart: Aku juga ingat, dulu si A sering menyakitiku.

Brain: Sstt… kamu lagi PMS, Heart.

Heart: Ga ada satu kenangan indah pun yang bisa kukenang, Brain.

Brain: Udah udah, hapus dulu air matanya. Kita cuci muka, mandi, terus makan cokelat sambil nonton video kucing yang lucu-lucu aja, yuk.

 

Heart mengelap air matanya, cuci muka, dan mandi air hangat. Mood-nya terlihat membaik.

Heart: Aku mau makan takoyaki juga.

Brain: Takoyaki? Harus keluar lagi, donk?

Heart: Kamu ga mau, ya?

Brain: Kita kan, tadi barusan dinner di luar.

Heart: Aku lapar, Brain. Masih belum kenyang. Aku mau takoyaki sama es krim.

Brain: Uuh… PMS bikin boros memang. Makan cokelat aja, banyak-banyak.

Heart: Diabisin semua satu bungkus?

Brain: Ya sesukamu lah.

***

Note:

PMS atau Premenstrual syndrome, adalah gejala-gejala yang biasanya muncul menjelang sebelum menstruasi. Penyebab pastinya masih misterius, tapi berkaitan dengan adanya perubahan tingkat hormon estrogen dan progesteron sebelum memasuki fase menstruasi.

Gejalanya setiap wanita berbeda-beda. Umumnya seperti payudara menjadi keras dan sakit jika tersentuh, keluarnya cairan berwarna putih dari vagina, nafsu makan bertambah, sensitif jadi suka marah atau sedih, sakit kepala, diare, kram, mudah lelah, nyeri sendi, jerawatan, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, dan lainnya. Namun, tidak perlu khawatir, gejala-gejala tersebut akan hilang dengan sendirinya saat menstruasi dimulai.

Gw termasuk beruntung, gejala PMS nya ga aneh-aneh sampe mengganggu aktivitas sehari-hari, dan ga bikin gw jadi psycho kaya joke komik di atas. Gejala yang paling sering gw alami yaitu nafsu makan meningkat (drastiisss) dan pengen nangis. Di saat seperti ini, gw sering ngebayangin sesuatu yang sedih-sedih, seperti yang gw kisahkan di atas. Kadang-kadang, payudara juga mengeras dan sakit kalo tersentuh.

Berikut yang biasa gw lakukan untuk mengatasi PMS:

  • Kalo payudara sakit, kurangi makan yang asin-asin dan banyak minum air putih.
  • Kurangi makan kacang-kacangan, gorengan, dan makan makanan yang berminyak agar tidak jerawatan.
  • Supaya berat badan tetap terjaga, ketika nafsu makan meningkat, makanlah dengan porsi kecil. Jangan terlalu menahan diri untuk tidak makan, perut semakin tidak enak kalo kosong.
  • Mandi air hangat, makan cokelat, atau minum teh bisa merilekskan pikiran dan memperbaiki suasana hati.
  • Hindari alkohol.
  • Lakukan olahraga ringan.

Segera hubungi dokter jika:

  • Muncul gejala aneh yang lain dari biasanya.
  • Kamu depresi banget sampai berpikiran untuk melukai diri sendiri atau berpikiran untuk bunuh diri.
  • Menstruasi tidak sesuai siklus yang terjadwal.
  • Mengalami sakit yang berlebihan.
Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published.