Cara Membaca Schengen Visa

Visa Schengen

1. Valid For

Teritori di mana visa ini berlaku.

SCHENGEN STATES” atau “ETATS SCHENGEN” (bahasa Perancis) atau “ESTADOS SCHENGEN” (bahasa Spanyol) atau bahasa apaun yang ada kata “SCHENGEN” atau sejenis-nya, itu artinya visa ini berlaku untuk semua Schengen area.

“SCHENGEN STATES (-IS,A)”, artinya kamu boleh ke Schengen area kecuali yang tertulis di dalam kurung. Dalam hal ini, kamu bebas ke Schengen area manapun kecuali Iceland (IS), dan Austria (A).

FRANCE” atau “[negara XYZ]”, artinya visa tersebut hanya berlaku di nama negara yang tercantum, dalam konteks ini Perancis.

FRANCE + 1 TRANSIT SCHENGEN“, atau “[negara XYZ] + 1 TRANSIT SCHENGEN“, artinya visa tersebut hanya berlaku untuk transit satu kali di Schengen area untuk masuk ke negara XYZ (untuk konteks pertama berarti, boleh transit satu kali di Schengen area untuk masuk ke Perancis).

Kalo tulisannya “A-F-I-LT”, artinya kamu hanya bisa mengunjungi negara yang tersebut di dalam list tersebut. Dalam hal ini, kamu hanya bisa mengunjungi Austria, Perancis, Italy, dan Lithuania saja.

Referensi kode negara: A (Austria), B (Belgium), CH (Switzerland), CZE (Czech Republic), D (Germany), DK (Denmark), E (Spain), EST (Estonia), F (France), FIN (Finland), GR (Greece), H (Hungary), I (Italy), IS (Iceland), L (Luxembourg), LT (Lithuania), LVA (Latvia), M (Malta), N (Norway), NL (Netherlands), P (Portugal), PL (Poland), S (Sweden), SK (Slovakia), SVN (Slovenia).

Sebagian negara menggunakan sistem yang berbeda-beda, ada yang 1 huruf / 2 huruf / 3 huruf, silakan cek di website kedutaan tempat dikeluarkannya visamu untuk informasi lebih jelas.

2. From

Tanggal di mana kamu diperbolehkan masuk ke Schengen area.

3. Until

Tanggal di mana kamu harus meninggalkan Schengen area.

4. Type of Visa

‘A’ itu airport transit visa (kamu tidak boleh keluar dari zona ‘International‘ atau zona ‘Duty Free‘ di airport). Visa tipe A hanya dibutuhkan untuk warga negara tertentu saja, warga negara Indonesia tidak memerlukan airport transit visa untuk transit, asalkan tidak keluar zone ‘International’.

‘B’ itu transit visa yang jangka waktunya kurang dari 5 hari. Biasanya digunakan oleh orang yang bepergian lewat Schengen area dengan menggunakan mobil, bus, atau pesawat yang harus masuk ke Schengen area – bisa jadi karena beda maspakai atau beda airport.

‘C’ untuk visa yang jangka waktu stay-nya kurang dari 90 hari.

‘D’ untuk visa yang jangka waktu stay-nya lebih dari 90 hari. Biasanya untuk sekolah atau kerja.

5. Number of Entries

‘1’ berarti kamu hanya boleh masuk ke wilayah Schengen SATU kali selama periode visa kamu masih valid.

‘2’ berarti kamu boleh masuk ke wilayah Schengen DUA kali kali selama periode visa kamu masih valid.

‘MULT’ berarti kamu boleh masuk berapa kali pun ke wilayah Schengen kali selama periode visa kamu masih valid.

(Lihat FAQ di bawah untuk lebih jelasnya)

6. Duration of Stay

Artinya berapa hari kamu boleh berada di wilayah Schengen. Saat menghitung jumlah hari tanggal kedatangan dan tanggal pulang diikutsertakan.

Contoh: Datang tanggal 3 Januari 2018, pulang tanggal 8 Januari 2018 -> dihitung 6 hari.

(Duration of stay umumnya lebih singkat dibanding masa berlaku visa. Tapi dalam beberapa kasus, duration of stay sama dengan masa berlaku visa. Lihat FAQ di bawah untuk lebih jelasnya).

7. Issued In

Tempat visa dikeluarkan.

8. Issued On

Tanggal visa dikeluarkan.

9. Number of Passport

Pastikan nomor paspor yang tertulis di sini sama dengan nomor paspormu. Segera beri tahu kedutaan jika ada kesalahan.

10. Surname, Name

Pastikan namamu tertulis dengan benar di sini. Segera beri tahu kedutaan jika ada kesalahan.

11. Remarks

Catatan tambahan dari kedutaan.

12. Negara yang Mengeluarkan Visa

13. Nomor Visa

 

Frequently Asked Questions (FAQ)

Negara mana saja yang perlu Schengen visa?

Austria, Belgia, Republik Ceko (Czech Republic), Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Greece, Hungary, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luxembourg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Sweden, dan Swiss.

Perlu diingat (gw highlight di sini karena banyak yang ga tau): UK dan Irlandia tidak mengikuti Schengen Agreement.

Bagaimana dengan Vatican, apa perlu visa?

Pemegang Schengen visa boleh masuk ke Vatican. Vatican dan Italy itu open border, artinya orang bebas keluar masuk, ga ada gerbang antrian imigrasi, ga ada yang ngecekin kamu bawa passport atau ga, kamu punya duit berapa, atau kamu beragama apa. Asal kamu bisa masuk ke Italy, kamu bisa masuk ke Vatican.

Hanya saja, untuk masuk ke St. Peter’s Basilica, kamu harus berpakaian sopan. Ga pake tank top, ga pake baju kutungan, ga pake celana pendek. Tahu sendirilah ya, definisi pakaian sopannya gimana.

Gw mau ke beberapa negara berbeda di Eropa. Enaknya gw apply Schengen visa lewat negara mana?

Apply di negara yang paling lama kamu kunjungi. Kalo waktu berkunjungnya semua sama, apply lewat negara yang akan kamu masuki pertama kali.

Misal, jika kamu mau pergi ke Jerman 3 hari dan Belanda 5 hari, maka apply-lah dari kedutaan Belanda.

Jika kamu pergi ke Jerman 4 hari dan Belanda 4 hari (durasinya sama), maka apply-lah dari negara Jerman (negara yang akan kamu masuki pertama kali).

Boleh ga gw apply visa dari kedutaan negara yang tidak gw kunjungi? Misalnya gw mau ke Jerman, tapi gw apply lewat Perancis?

Kalo kamu sama sekali tidak berencana ke Perancis, do NOT do this. Ibaratnya, kamu ijin mau mampir ke rumah si A, sudah dapat ijin, tapi malah masuk ke rumah temennya si A, sebut saja si B. Aneh, kan?

Kasus ini banyak terjadi, terutama yang minta bantuan travel agent. Rata-rata alasannya sudah kepepet, appointment di negara A penuh, di negara B lebih murah, atau di negara C lebih mudah dapet visa.

Tapi… kalo kamu sial, kamu bisa-bisa kena random checking dan kena masalah. Gara-gara ini, pernah ada kasus salah seorang turis Indonesia didenda dan dipenjara karena dianggap memperoleh visa dengan cara yang tidak sah.

Masa berlaku visa gw dari 1 Januari 2017 sampai 20 Januari 2017, tapi kok, duration of stay-nya hanya 10 hari?

Kamu boleh masuk kapan saja dari tanggal 1 Januari 2017 dan harus meninggalkan Schengen area dalam waktu 10 hari atau sebelum masa berlaku visa habis.

Jika kamu masuk Schengen area tanggal 1 Januari 2017, kamu harus keluar dari Schengen  area tanggal 10 Januari 2017 (tidak boleh lebih – kalo lebih dianggap overstay walaupun masa visa kamu belum habis!).

Jika kamu masuk Schengen area tanggal 15 Januari 2017, kamu harus keluar dari Schengen area tanggal 20 Januari 2017 karena masa berlaku visa kamu habis.

Apa yang terjadi kalo gw overstay?

Jika kamu tidak punya alasan yang bisa diterima (tentunya alasan tersebut harus benar-benar kuat – seperti kamu sudah berusaha namun sesuatu terjadi di luar kontrolmu), kamu bakalan didenda dan tidak akan diperbolehkan masuk Schengen lagi selama 3 – 5 tahun.

Number of entries itu apa? Haruskah gw pilih 1, 2, atau Multiple? Apa bedanya single entry dengan multiple entry visa?

Number of entries itu maksudnya berapa kali kamu akan masuk ke wilayah Schengen dari luar wilayah Schengen.

Masih bingung? Ok, lebih jelasnya begini:

Jika kamu mau berangkat dari Jakarta ke Perancis -> Belgia -> Belanda -> Jerman, itu dihitung 1 no of entry. Karena kamu hanya masuk ke Schengen area 1x saja (dari Jakarta masuk ke Perancis). Untuk kasus ini, biasanya diberi single entry visa pun cukup.

Namun jika kamu berangkat dari Jakarta ke Italy -> London (non Schengen – kamu harus punya visa UK tentunya) -> Denmark, kamu butuh minimal 2 no of entries (1x untuk masuk ke Italy, dan 1x lagi untuk masuk ke Denmark).

Perlukah asuransi kesehatan buat apply Schengen visa?

Perlu banget. Asuransi kesehatan merupakan salah satu dokumen wajib. Selama kamu berada di Schengen, kamu harus memiliki asuransi kesehatan dengan minimal coverage EUR 30.000 dan wajib meng-cover semua area Schengen.

Bagaimana jika ga punya asuransi?

Beli saja. Banyak perusahaan asuransi yang khusus menjual asuransi kesehatan untuk visa Schengen dengan harga miring.

Harus punya rekening berapa di tabungan?

Syarat dari masing-masing negara bisa berbeda. Yang gw tahu: Belanda, sehari EUR 34. Spayol sehari EUR 64, tinggal dikalikan berapa lama kamu akan stay di sana. Gw ga tau apa rate di Indonesia sama, kedutaan Denmark (yang di Singapore), minta SGD 1400 seminggu.

Berapa lama proses pembuatan visa?

Tergantung kedutaan, tiap kedutaan bisa berbeda-beda. Biasanya sih, rata-rata 5-15 hari.

Visa Schengen pertama gw (lewat kedutaan Perancis di Indonesia – tahun 2011) jadi dalam waktu sekitar 2 minggu (pake travel agent karena memang ikut tour dari travel agent tersebut).

Visa Schengen kedua gw (apply sendiri lewat kedutaan Denmark di Singapore – tahun 2017) jadi dalam waktu 2 hari. Mr Hamburger dapat visa Schengen pertamanya dari kedutaan Denmark dalam waktu 4 hari.

Kapan waktu yang tepat untuk apply visa Schengen?

Paling cepat 3 bulan sebelum keberangkatan. Paling lambat usahakan 1 bulan sebelum keberangkatan. Jadi kalo ditolak, bisa coba lagi.

Bisakah gw apply visa Schengen di luar negeri?

Bisa, asalkan kamu punya ijin tinggal yang valid di negara tersebut. Ijin tinggal bisa berupa student visa atau visa kerja.

Bolehkah gw kerja di Schengen pake visa tipe A, B, atau C?

Tidak boleh.

Transit di salah satu Schengen area, apa perlu visa Schengen?

Kalo tidak keluar dari checkpoint, tidak perlu. Tapi kalo harus keluar atau harus ganti airport, perlu visa transit.

***

Catatan penting: Peraturan setiap negara bisa berbeda dan bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk lebih jelasnya, silakan cek peraturan terbaru di website kedutaan negara tujuan.

Share this!

6 thoughts on “Cara Membaca Schengen Visa

  1. Hi saya punya multiple schengen visa tapi disitu tertulis kode negara NLD apakah itu cuma buat Netherland and Germany saja….sedangkan saya pengen masuk France juga apakah bisa?

  2. Hi,

    Saya kebetulan akan liburan ke Eropa Barat lewat Perancis akhir bulan depan untuk 2 minggu dan baru akan apply Visa minggu ini, nah tiba-tiba disuruh dinas ke Portugal untuk awal bulan depan selama 1 minggu. Nah saya bingung mending apply Visa Perancis atau Portugal ya? Dan apakah jika dapat Visa Perancis bisa dipakai duluan untuk ke Portugal? Masa stay ditentukan oleh apa?

    Terima kasih

    1. Hi Indra,

      Biasanya apply melalui negara pertama yang dia masukin atau negara yang paling lama dikunjungin. Dua-duanya ga ada masalah.

      Berdasar pengalaman teman-teman lain sih, masa stay dikasihnya bener-bener mepet, tergantung itinerary yang kamu submit. Jadi kalo itinerary kamu 7 hari, mereka bakal ngasih duration of stay-nya juga 7 hari. Tetapi beda negara bisa beda kebijakan. Dulu gw apply via Perancis, durasinya dikasihnya pas-pasan, sehari pun ga lebih. Temen gw apply via Spanyol, dapet multiple visa 6 bulan dengan durasi 30 hari. Padahal itinerary kita sama-sama ga sampe 2 minggu. Kalo Portugal, gw ga tau.

  3. Kalo masuk dari Roma, pulang nya dari bologna boleh ga yah? Apa harus dari airport yang sama keluar masuk nya? Thanks before

Leave a Reply

Your email address will not be published.