Jalan-Jalan Terus: Iceland – Inside the Volcano Tour

Iceland ‘Into the Volcano’ tour – English subtitle available

Biaya

ISK 42.000 (5,4 juta rupiah).

Walau harganya mahal, tapi tour ini cukup ramai dan hanya dibuka pada tanggal 15 Mei – 15 Oktober setiap tahunnya.

Untuk lebih jelasnya, silakan cek di SINI.

Durasi

Total durasi sekitar 5-6 jam dengan rincian sebagai berikut:

  • 45-60 menit penjemputan dari hotel pilihanmu (sekitar Reykjavik) ke meeting point.
  • 5 menit briefing.
  • 45-50 menit hike dari meeting point ke base camp. Base camp letaknya deket dengan gunung. Jalannya ga nanjak-nanjak banget, cuma permukaannya ga rata. Katanya sih, permukaannya sama seperti permukaan bulan.
  • 10 menit briefing lagi, kali ini gunung dan tentang prosedur keamanan.
  • 30 menit minum dan beristirahat di base camp sambil menunggu giliran masuk ke gunung.
  • 35-40 menit eksplorasi di dalam gunung.
  • 30 menit menikmati sup kambing dan minum kopi.
  • 45-50 menit jalan balik ke meeting point.
  • 45-60 menit dianterin balik ke hotel pilihanmu.

Tour-nya Ngapain Aja?

Saat itu pukul 7.15 pagi. Udara dingin, berangin, langit masih gelap, dan hujan rintik-rintik. Biasanya sih, gw masih di alam mimpi. Tapi pagi ini, gw udah duduk manis di pinggir jalan yang sepi, di depan Arctic Hotel Reykjavik. Memang pas pesen tiket ‘Inside the Volcanotour, gw minta dijemput di depan hotel ini, yang letaknya paling dekat dengan tempat gw nginep. Penjemputannya tidak perlu bayar ekstra karena sudah termasuk di dalam paket tour.

Sekitar pukul 7.35, ada mini van dateng. Telat 5 menit, tapi gw maklumin, secara hotel gw merupakan tempat penjemputan terakhir. Di dalam mini van, sudah ada beberapa orang di dalam.

Ga sampe 10 menit, mini van tiba di sebuah stasiun. Gw juga ga tau itu stasiun apaan. Di sana ada banyak bus dan van Greyline. Nah di situ, kita dipindah ke bus yang bisa menampung orang lebih banyak dari mini van yang kita tumpangi tadi.

Hujan sudah reda saat kita sampai di meeting point ‘Inside the Volcano’ tour. Kaya anak sekolahan, kita disuruh duduk dan diabsen, lalu di-briefing tentang itinerary-nya.

Itinerary-nya sebagai berikut:

  • Perjalanan ke gunung sekitar 3 km (45-50 menit). Jalannya ga nanjak-nanjak banget, cuma permukaannya ga rata. Katanya sih, permukaannya sama seperti permukaan bulan.
  • Eksplorasi dalam gunung selama 35-40 menit.
  • Makan lamb soup.
  • Balik lagi ke sini, jalan 3 km (45-50 menit) lagi.

Pas mau berangkat, kita disuruh pake raincoat karena diramalkan akan hujan lagi. Uuuhh…

Baru jalan sebentar, eehhh, beneran hujan lagi. Untungnya ga deres, cuma rintik-rintik doank, membuat perjalanan ke gunung jadi lebih romantis dramatis berkesan.

Tour guide-nya satu di depan, satu di belakang. Yang di depan jalannya cepet (untuk ukuran berjalan di permukaan tidak rata dan kadang sedikit menanjak). Semua anggota tur berusaha ngikutin kecepatannya. Rombongan gw sih, orang pertama sama orang terakhir jaraknya ga beda jauh, paling beda 3 menit doank karena semua bisa berjalan cepat dan stick to the group.

Gimana kalo ga kuat jalan? Ambil paket helikopter atau jangan ikut tur ini. Di website-nya sudah jelas ditulis kalo harus berjalan 45 menit (1,5 jam kalo bolak-balik) dan diperlukan moderate fitness level.

Empat puluh lima menit kemudian, sampe di base camp. Sambil minum kopi / teh / air putih, kita di-briefing soal safety dan bagaimana cara memasang helm dan safety harness dengan benar.

Karena lift-nya cuma 1 dan kecil, kita ga bisa masuk bersama-sama ke dalam gunung. Maka kita dibagi-bagi menjadi 3 grup, masing-masing grup isinya 6 orang. Gw dapet grup terakhir untuk masuk ke dalam gunung, jadi sesi minum kopi gw lebih lama.

Sekitar dua puluh menit kemudian, grup gw disuruh siap-siap pasang helm dan safety harness. Kita lanjut nanjak lagi kira-kira 5 menit (tapi lebih curam dan bertangga-tangga), dan here we areee

Satu-satunya lift untuk masuk dan keluar gunung. Kapasitasnya kayanya cuma sekitar 8 orang.
Satu-satunya lift untuk masuk dan keluar gunung. Kapasitasnya kayanya cuma sekitar 8 orang.

Turun lift nya butuh waktu 5 menit. Lift terbuka, bergoyang-goyang, dan agak lambat (kalo high speed serem!) dan kita cuma bisa sampai pada kedalaman 120 m di bawah mulut gunung.

Walaupun di dalam gunung, udaranya cukup dingin, 4 derajat Celcius, tapi tidak berangin. Persiapkan pakaian secukup mungkin.

Lima menit pertama kita dikuliahin. Mereka menjelaskan kenapa gunung ini dalamnya bisa berongga begini. Juga menjelaskan kenapa warna dan jenis batunya berbeda-beda.

Selesai kuliah singkat, baru deh kita boleh jalan-jalan dan bereksplorasi di dalam gunung.

Kira-kira setengah jam kemudian, kita udah dipanggil naik dan menikmati sup kambing di dalam base camp. Sup kambingnya enak, sampe-sampe gw mau minta nambah. Tapi gw tahu diri lah, secara ga ditawarin dan ga ada yang minta nambah juga. Hihihi.

Entah kenapa, jalan balik walaupun sama-sama 45 menit, tapi terasa lebih cepat. Tahu-tahu, gw udah dianter balik ke depan Hotel Arctic.

Review Gw

Semua terorganisir dengan baik, mulai dari penjemputan, hiking ke base camp, masuk – keluar gunung, makan lamb soup di camp, sampai diantar balik lagi ke tempat penjemputan.

Staff-nya juga sangat ramah dan benar-benar knowledgable di bidangnya.

Satu hal yang perlu diingat, tur ini bukan cuma menguras kantong, tapi menguras tenaga juga. Tidak disarankan untuk orang tua, anak di bawah 12 tahun, atau orang yang tidak kuat berjalan jauh (dan cepat). Rombongan gw waktu itu totalnya 17 orang dan usianya berkisar antara 25-35 tahun. Ga ada orang tua atau anak kecil sama sekali.

Kalo memang bener-bener mau tapi ga kuat jalan, jangan kecewa karena ada alternatif lain: Naik helikopter. Tentu saja harganya mahal banget: ISK 86.900 (11,2 juta rupiah)!

Budget limited? Atau time limited? Skip this.

Memang ini satu-satunya tempat di dunia di mana kamu bisa masuk ke dalam gunung yang statusnya dorman…

Memang pemandangan di dalam gunung sangat unik dan pengalaman ini cukup berkesan (buat gw sih berkesan)…

Tapi pemandangannya juga ga se-‘wow‘ itu untuk harga segitu (kecuali kamu tertarik sama Geologi dan gunungologi *ngasal*). Menurut gw, rasanya sih sama kaya masuk gua yang besaaaarrrr gitu. Dan di sana ada batu berwarna-warni. Dan… udah gitu aja.

Tips

  • Tur cuma dibuka pada tanggal 15 Mei – 15 Oktober setiap tahunnya.
  • Fitness level: Moderate (2 out of 5). Tur ini tidak untuk anak-anak di bawah 12 tahun. Meski batas atas umur tidak ditentukan, tapi tur ini kurang cocok untuk orang tua yang tidak kuat jalan.
  • Pakai pakaian yang sesuai. Suhu di dalam gunung berkisar 4 derajat celcius.
  • Pakai sepatu yang enak untuk hiking. No sneakers.
Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published.