Jalan-Jalan Terus: Love Museum Seoul

Di postingan gw sebelumnya tentang Ice Museum dan Trickeye Museum, gw bilang kalo gw akan bahas tentang Love Museum di postingan yang terpisah.

Gw tahu kalian udah pada nungguin, kan? *geer* Baiklah, sesuai janji, berikut postingan gw tentang Love Museum. Enjoy!

Love Museum terletak satu lantai di atas Ice Museum dan Trickeye Museum Seoul. Masih menggunakan konsep trickeye, love museum menyajikan artwork unik yang berhubungan dengan sex. Malah menurut gw, museum ini lebih cocok dinamain Sex Museum.

Oh ya, karena banyak hubungannya dengan sex, anak berusia di bawah 19 tahun dilarang masuk ke museum ini.

Karena topiknya dianggap tabu bagi sebagian orang, sebelum gw mulai postingan ini, gw kasih peringatan dulu:

Kalo kalian di bawah 19 tahun, lagi puasa, berpandangan bahwa sex sesuatu yang tabu, jijik sama yang berbau sex, silakan tutup postingan ini.

.

.

.

.

.

Eh bentar, kamu kok masih lanjut baca?

Kamu di bawah 19 tahun?

Kamu lagi puasa / pantang melihat gambar-gambar seksual?

Menurutmu, apa sex itu tabu dan tidak pantas dijadikan seni?

Kamu jijik sama yang berbau sex?

Kalo kamu geleng-geleng atau menjawab ‘tidak’ untuk semua pertanyaan di atas, okelah kamu boleh lanjut. Tapi segala resiko ditanggung sendiri, ya.

***

Love Museum Seoul dibangun pada tahun 2013, sebagai tambahan dari Trickeye Museum Seoul. Tema museum ini adalah love and sex. Makanya jangan kaget kalo liat artworks yang erotis. Sama seperti Trickeye, pengunjung bebas berekspresi dan berinteraksi dengan artwork. Kamu boleh foto, boleh pegang, tapi ga boleh melakukan hubungan seksual (ya iyalah -.-‘).

(Love Museum, 2013)

Naahh, buat pengunjung yang mau masuk / foto tapi malu, kamu bisa minta kacamata di pintu masuk. Yah, seenggaknya ga obvious banget lah kalo itu kamu.

(Love Museum, 2013)

***

Biasanya kalo denger kata museum, kebanyakan orang pasti mikirnya ngeliatin benda-benda bersejarah yang membosankan. Tapi yang ini… Ah, gw ga pernah sesemangat se-curious ini masuk museum. Hihihi.

Baca Juga: Jalan-Jalan Terus: Ice Museum dan Trickeye Museum Seoul

Langsung aja, ini foto-foto gw dan Mr. Hamburger di Love Museum Seoul:

Website

http://lovemuseum.co.kr/adout_us_eng.html

Jam Operasional

9 AM – 9 PM All year round. Last admission: 8 PM.

Lokasi

20, Hongik-ro 3-gil, Mapo-gu | B1 Seogyo Plaza, Seoul 04039, South Korea

Subway terdekat: Hongik University Station (Seoul Subway Line 2), Exit 9.

Tiket

Sampai tulisan ini di-publish, Love Museum TIDAK menerima Discover Seoul Pass. Pemegang Discover Seoul Pass hanya bisa masuk gratis ke Trickeye & Ice Museum.

Harga tiket di counter: KRW 8.000.

Supaya hemat, beli tiketnya via Klook (bukan sponsor) aja. Silakan cek harganya sendiri di SINI.

Berdasarkan pengalaman gw, via Klook harganya lebih murah, dijamin aman, proses redeem-nya juga ga ribet. Ga perlu di-print, cuma perlu ke counter Love Museum dan nunjukin e–ticket nya aja.

PS: Khusus buat kalian yang belum punya akun Klook, dapatkan voucher diskon senilai SGD 4.3 (45 ribu rupiah) ketika mendaftar dengan link INI.

NOTE: Pengunjung yang berusia di bawah 19 tahun dilarang masuk.

Share this!

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of