[BTS] Jalan-Jalan Terus: Ribetnya Buang Sampah di Jepang

Soal kebersihan, Jepang memang patut diacungi jempol. Jalan besar, jalan tikus, WC umum, tempat publik – semua bersih.

Anehnya, di negara bersih begitu, gw kesulitan mencari tempat sampah, lho! Beberapa kali gw ngemil sambil jalan. Pas cemilan udah abis, mau buang sampah, eehhh kok ga nemu tempat sampah, ya. Akhirnya harus gw simpen dulu di tas dan ujung-ujungnya, kalo pas ke toilet atau sampai rumah baru dibuang.

Kadang nemu tempat sampah besar di samping vending machine, tapi diameter lubangnya hampir sama dengan besarnya diameter kaleng minuman yang dijual. Alhasil sampah gw yang bulky ga muat. Kalo pun muat, seharusnya tidak dibuang di situ juga, karena itu khusus untuk kaleng recycle.

Temen gw yang tinggal di Jepang bilang:

Orang Jepang kalo kemana-mana biasanya sedia kantong plastik sendiri di tas nya. Jadi sampahnya mereka masukkin plastik dan disimpen di dalam tas dulu. Nanti kalo udah sampe rumah, baru dibuang di rumah.

 

Makanya biasanya kalo beli street food, begitu beli, langsung makan di tempat. Jangan jalan kemana-mana. Begitu selesai, sampahnya bisa dibalikin lagi ke yang jual.

Gw melongo. Read more “[BTS] Jalan-Jalan Terus: Ribetnya Buang Sampah di Jepang”

Share this!

Dialog Dengan Orang Aneh: Do You Like Death?

Tokoh Dialog Dengan Orang Aneh kali ini adalah si Health Freak (HF). HF ini anti banget makan makanan yang mengandung gluten.

Eits jangan salah, dia ga alergi gluten. Dia cuma ogah makan gluten itu karena menurut dia gluten ga sehat dan bikin orang mati muda.

***

Iklan dulu, ya. Sekilas informasi untuk yang ga tahu apa itu gluten:

Gluten adalah sejenis protein yang terdapat pada gandum dan tepung. Kebanyakan orang menghindari gluten karena alasan kesehatan, terutama para penderita celiac disease (alergi terhadap protein gluten yang menyebabkan gangguan imunitas).

Contoh makanan yang mengandung gluten: roti (burger, pizza), mie, sereal, pasta, kue, dan biskuit.

Lah, terus, apa donk contoh makanan yang tidak mengandung gluten? Hmm, contohnya sayur-sayuran, buah-buahan, nasi, ikan, daging, singkong, kacang-kacangan, dan lainnya.

Sumber: Kompas

*** Read more “Dialog Dengan Orang Aneh: Do You Like Death?”

Share this!

Jalan-Jalan Terus: Itinerary Iceland 10 Hari 9 Malam

 

Hari 1: Minggu, 1 Oktober 2017

Keflavik – Reykjavik

Bermalam di Reykjavik

Keflavik Airport

Nyampe Keflavik International Airport jam 3.10 sore. Nungguin bagasi, beli sim card, nuker duit, ngambil mobil, eehh, tau-tau udah jam 6 sore. Yeah, ngambil mobilnya antri panjang dan lamaaa.

Baca juga: Jalan-Jalan Terus: Iceland – Things to Know Before You Go

Setelah 40 menit nyetir, gw tiba di pusat kota Reykjavik (baca: Reykyavik). Abis mandi, makan malem, gw keluar buat berburu aurora. Read more “Jalan-Jalan Terus: Itinerary Iceland 10 Hari 9 Malam”

Share this!

Jalan-Jalan Terus: Iceland – Inside the Volcano Tour

Iceland ‘Into the Volcano’ tour – English subtitle available

Biaya

ISK 42.000 (5,4 juta rupiah).

Walau harganya mahal, tapi tour ini cukup ramai dan hanya dibuka pada tanggal 15 Mei – 15 Oktober setiap tahunnya.

Untuk lebih jelasnya, silakan cek di SINI.

Durasi

Total durasi sekitar 5-6 jam dengan rincian sebagai berikut: Read more “Jalan-Jalan Terus: Iceland – Inside the Volcano Tour”

Share this!

Jalan-Jalan Terus: Iceland – Blue Lagoon

Informasi Umum

Blue Lagoon Geothermal Spa merupakan salah satu tempat wisata di Iceland yang paling banyak dikunjungi. Spa buatan ini memiliki volume sekitar 9 juta liter dan mendapatkan sumber air panasnya dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) di Svartsengi. Kalo kamu mampir ke Blue Lagoon, pasti keliatan kok PLTPB-nya. Itu lho, bangunan dengan cerobong asap panjang dengan asap putih mengepul keluar dan bau sulfur menyengat.

Air di Blue Lagoon hangat, berkisar 37-39 °C, kaya akan silica dan sulfur, sehingga warnanya jadi biru muda. Silica dan sulfur ini dipercaya dapat mengobati penyakit kulit seperti psoriasis. Iihh, kalo ketularan sakit kulit gimana? Well, pas gw ke sana, yang dateng turis-turis sehat, kok. Tidak perlu khawatir karena bakteri-bakteri umum tidak bisa tumbuh berkembang dalam ekosistem ini. Selain itu, airnya pun auto-renew setiap 40 jam.

***

Sebagai turis yang menjalankan tugasnya dengan baik, gw juga mampir dan berendam ke Blue Lagoon. Malah sengaja gw alokasikan menjadi destinasi penutup perjalanan gw di Iceland.

Blue Lagoon
Blue Lagoon

Read more “Jalan-Jalan Terus: Iceland – Blue Lagoon”

Share this!