Teknologi dan Kesehatan

Tiba-tiba, gw teringat pernah berdiskusi dengan seorang temen yang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Topiknya cukup menarik, makanya gw berniat share di sini.
Sebelum masuk ke topik diskusi, gw mau menceritakan sekilas tentang teman gw: dia cowok, tinggi, pake kacamata, jalannya cepet banget (jalannya mungkin lebih cepet dari larinya Usain Bolt), jomblo, dan sering galau. Untungnya dia childish jenius, bersama timnya pernah meraih medali emas di kompetisi Genetically Engineered Machine (iGEM) 2014 yang diselenggarakan di Boston, Amerika. Dia juga satu-satunya temen gw yang ke Kuala Lumpur mengunjungi Biomedical Museum. Sedangkan gw yang 8 tahun di Kuala Lumpur aja, ga tau ada Biomedical Museum eksis di sini. Jadi bisa dibilang, dia cukup expert dalam topik diskusi ini.
Ok, kembali lagi ke topik. Topik yang cukup intense ini dimulai dari pertanyaan gw:

Vaksin itu kan virus yang dilemahkan. Memangnya gimana caranya memperlemah virus? Dipanasin? Didinginin? Ga dikasih makan? Disetrap di pojokan sambil angkat satu kaki? Diputusin pacar? Atau digebukin sampe pingsan?

Read more “Teknologi dan Kesehatan”

Share this!

Miskonsepsi Tentang Alergi

Mungkin sebagian dari pembaca udah tau kalo gw menderita asma. Walaupun asma dan alergi merupakan 2 kondisi yang berbeda, namun ternyata mereka hidup berdampingan dengan sangat rukun. Diperkirakan 60-80% penderita asma, juga memiliki alergi tertentu. Sayangnya, gw termasuk dalam 60-80% nya itu :'(

Dalam postingan kali ini, gw akan membahas miskonsepsi tentang alergi. Semoga bermanfaat!

Alergi

Alergi merupakan bentuk reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya walaupun sebenarnya tidak. Ini bisa berupa substansi yang masuk atau bersentuhan dengan tubuh (Alodokter, 2015).

Read more “Miskonsepsi Tentang Alergi”

Share this!

Bumi Kita, Rumah Kita

Kenalin teman gw yang baru, dikirimkan oleh WWF Malaysia sebagai bentuk apresiasi mereka atas dukungan gw. Willy namanya. Ide nama ini dari kata WWF dan Gilitempat di mana gw pertama kali melihat penyu secara langsung. Terus biar namanya kebule-bulean dikit, Wili diganti jadi Willy! Yay!

Hi, I’m Willy

Dari awal gw bisa mencari uang sendiri, hampir setiap bulannya, gw selalu menyisihkan sebagian kecil penghasilan gw buat didonasikan kepada orang yang membutuhkan atau organisasi-organisasi non-profit yang membutuhkan.

Salah satu dari organisasi non-profit yang selalu gw dukung yaitu WWF (The World Wide Fund for Nature) Malaysia.

Read more “Bumi Kita, Rumah Kita”

Share this!

Pengalaman Kedua Membersihkan Karang Gigi

Minggu lalu, gw akhirnya memutuskan ke dokter gigi lagi untuk membersihkan karang gigi, setelah berulang kali diyakinkan kalo dokter giginya ramah dan baik hati. Pembersihan karang gigi kali ini merupakan pembersihan yang kedua, setelah empat tahun lamanya absen ke dokter gigi. Hihihi…

Prosesnya menurut gw sama-sama mengerikan dan bikin linu. Dibanding pembersihan karang gigi yang pertama, pembersihan karang gigi kali ini memakan waktu 12 menit lebih lama, karena prosedurnya lebih lengkap.

Proses pembersihan karang gigi gw yang pertama

  1. Duduk di kursi pasien.
  2. Dokter memeriksa gigi dan mulai membersihkan karangnya.
  3. Di tengah proses pembersihan, sesekali disuruh berkumur.
  4. Proses pembersihan selesai.

Lokasi: Dokter gigi Cirebon, Indonesia (Juli 2011).
Lama pembersihan: 15 menit.
Biaya: 75 ribu rupiah.
Read more “Pengalaman Kedua Membersihkan Karang Gigi”

Share this!

Tentang Abses, Suntik Tetanus, dan Gantung Kaki

Post kali ini mengandung gambar yang sedikit mengerikan. Sebaiknya tidak dibaca saat sedang makan, minum, menonton film horror, belajar menjelang ujian, ataupun sedang tidur pulas.

Pas gw kuliah, gw pernah kena suatu penyakit yang menurut gw aneh, ‘abses’ namanya. Kata dokter sih, penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh, biasanya melalui luka yang terbuka, dan menyebabkan infeksi.

Gejala awalnya ada bintik merah di kulit. Jika disentuh, kulit terasa sedikit keras dan sedikit sakit. Sebagai orang yang cuek, awalnya ya, gw cuekin. Gw pikir, ‘Ah mungkin digigit binatang apa gitu, ntar juga sembuh sendiri.’ Gw pun berangkat kuliah seperti biasa.
Beberapa jam kemudian, gw mulai ngerasa ga enak badan. Rasanya gw demam, badan gw agak lemas dan sakit semua kaya masuk angin gitu. Lagi-lagi gw mikir, ‘Ah, masuk angin doank. Mungkin kecapekan. Minum vitamin C terus istirahat aja. Besok juga biasanya sembuh’. Gw pun bolos kuliah sore untuk istirahat.
Keesokan harinya, gw tetap belum sembuh juga. Padahal biasanya kalo masuk angin doank, gw pasti udah ngerasa mendingan setelah minum vitamin C dan istirahat. Gw ngecek bintik merah di kaki gw. Masih terasa sakit jika disentuh. Dengan sotoynya, gw olesin betadin dan minyak tawon, yang katanya obat dari segala jenis luka. Hahaha. Untungnya, kuliah gw ga terganggu karena sakit karena hari ini sampai minggu depan libur semester break.

Read more “Tentang Abses, Suntik Tetanus, dan Gantung Kaki”

Share this!