Pengalaman Kedua Membersihkan Karang Gigi

Minggu lalu, gw akhirnya memutuskan ke dokter gigi lagi untuk membersihkan karang gigi, setelah berulang kali diyakinkan kalo dokter giginya ramah dan baik hati. Pembersihan karang gigi kali ini merupakan pembersihan yang kedua, setelah empat tahun lamanya absen ke dokter gigi. Hihihi…

Prosesnya menurut gw sama-sama mengerikan dan bikin linu. Dibanding pembersihan karang gigi yang pertama, pembersihan karang gigi kali ini memakan waktu 12 menit lebih lama, karena prosedurnya lebih lengkap.

Proses pembersihan karang gigi gw yang pertama

  1. Duduk di kursi pasien.
  2. Dokter memeriksa gigi dan mulai membersihkan karangnya.
  3. Di tengah proses pembersihan, sesekali disuruh berkumur.
  4. Proses pembersihan selesai.

Lokasi: Dokter gigi Cirebon, Indonesia (Juli 2011).
Lama pembersihan: 15 menit.
Biaya: 75 ribu rupiah.
Read more “Pengalaman Kedua Membersihkan Karang Gigi”

Share this!

Tentang Abses, Suntik Tetanus, dan Gantung Kaki

Post kali ini mengandung gambar yang sedikit mengerikan. Sebaiknya tidak dibaca saat sedang makan, minum, menonton film horror, belajar menjelang ujian, ataupun sedang tidur pulas.

Pas gw kuliah, gw pernah kena suatu penyakit yang menurut gw aneh, ‘abses’ namanya. Kata dokter sih, penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh, biasanya melalui luka yang terbuka, dan menyebabkan infeksi.

Gejala awalnya ada bintik merah di kulit. Jika disentuh, kulit terasa sedikit keras dan sedikit sakit. Sebagai orang yang cuek, awalnya ya, gw cuekin. Gw pikir, ‘Ah mungkin digigit binatang apa gitu, ntar juga sembuh sendiri.’ Gw pun berangkat kuliah seperti biasa.
Beberapa jam kemudian, gw mulai ngerasa ga enak badan. Rasanya gw demam, badan gw agak lemas dan sakit semua kaya masuk angin gitu. Lagi-lagi gw mikir, ‘Ah, masuk angin doank. Mungkin kecapekan. Minum vitamin C terus istirahat aja. Besok juga biasanya sembuh’. Gw pun bolos kuliah sore untuk istirahat.
Keesokan harinya, gw tetap belum sembuh juga. Padahal biasanya kalo masuk angin doank, gw pasti udah ngerasa mendingan setelah minum vitamin C dan istirahat. Gw ngecek bintik merah di kaki gw. Masih terasa sakit jika disentuh. Dengan sotoynya, gw olesin betadin dan minyak tawon, yang katanya obat dari segala jenis luka. Hahaha. Untungnya, kuliah gw ga terganggu karena sakit karena hari ini sampai minggu depan libur semester break.

Read more “Tentang Abses, Suntik Tetanus, dan Gantung Kaki”

Share this!

Aneka Tips: Pengalaman Mencabut Gigi Berlubang

Kalo gigi berlubang, mendingan buru-buru ke dokter gigi buat ditambal, deh. Karena jika dibiarkan kelamaan, lubangnya bakal makin besar. Terus jadi bengkak, sakit, nyut-nyut an, dan akhirnya gigi tersebut pecah.

Setelah itu, biasanya kita cuma punya 2 pilihan:

  1. Sakitnya lama kelamaan hilang dan gigi tersebut warnanya menjadi lebih tua dari gigi lainnya.
  2. Sakitnya tidak juga hilang sampai akhirnya menyerah dan pergi ke dokter gigi.
Kemungkinan mana pun, ujung-ujungnya harus ke dokter gigi untuk ditangani, karena walaupun sakitnya hilang, gigi tersebut disebut gigi mati, alias gigi yang sarafnya udah rusak, dan sewaktu-waktu bisa saja terjadi infeksi. Walau masih ada kemungkinan untuk mempertahankan gigi asli, tapi tentu saja prosesnya lebih panjang dan biayanya pun lebih mahal.

Read more “Aneka Tips: Pengalaman Mencabut Gigi Berlubang”

Share this!

Tiada Hari Tanpa Tawa: Pengalaman Medical Check-Up

Ilustrasi dokter
Gw punya banyak pengalaman lucu tapi menakutkan saat mengunjungi dokter. Semua ini disebabkan karena gw takut sama alat-alat medis. Ga usah ngomongin gunting atau pisau bedah, deh. Jarum aja, gw takut. Sebenernya, gw akuin, tes darah atau suntik itu ga sakit-sakit banget. Bahkan jatuh dari sepeda yang udah pernah gw alami berpuluh-puluh kali saat gw masih kecil, jauh lebih sakit. Tapi entah kenapa, gw tetep takut. Dan karena gw takut, hal-hal yang mungkin ga begitu sakit, terasa 100x lebih menyakitkan.

Read more “Tiada Hari Tanpa Tawa: Pengalaman Medical Check-Up”

Share this!

What Asthma Has Taught Me

Pertama kali gw tahu gw punya sakit asma itu waktu gw SD, kelas 3 tepatnya. Awal kambuh, gw ga gitu ngerti kalo itu asma. Yang gw tahu, gw sesak napas dan ga bisa tidur semaleman. Sampe-sampe gw harus tidur sambil duduk dan kebangun tiap 15-30 menit. Saat itu, gw bahkan ga tahu apa gw bisa bertahan hidup sampe besok.
Sebelum gw bercerita lebih jauh, berikut artikel dari Web Kesehatan tentang asma:
Asma adalah sebuah penyakit kronis pada sistem pernapasan, berupa peradangan dan penyempitan saluran pernapasan. Saat serangan asma terjadi, saluran pernapasan ke paru-paru akan mengalami peradangan dan membengkak. Hal tersebut menyebabkan penyempitan pada saluran pernapasan, sehingga volume udara yang masuk berkurang dan penderitanya akan sulit untuk bernapas secara normal, dada terasa sesak, dan batuk.
Perbedaan antara bronkiol normal dan penderita asma (Web Kesehatan, 2013)
Penjelasannya cukup to the point, kan?Walaupun banyak metode pengobatan terhadap asma, penyakit ini tetap berbahaya. Namun dengan pengobatan yang benar, penderitanya dapat hidup dengan normal. Pada penderita asma yang parah, penyakit ini akan membatasi aktivitas seperti olahraga dan outdor lainnya.

Read more “What Asthma Has Taught Me”

Share this!