Jalan-Jalan Terus: Itinerary New Zealand South Island 8 Hari 7 Malam

Postingan ini merupakan kelanjutan itinerary New Zealand North Island 8 Hari 7 Malam yang pernah gw post beberapa minggu lalu. Yang tertarik, silakan langsung cek di SINI.

Baca Juga: Jalan-Jalan Terus: Itinerary New Zealand North Island 8 Hari 7 Malam

Hari 1: Jumat, 26 April 2019

Christchurch – Lake Pukaki – Stargazing
Bermalam di Lake Pukaki (hostel)

Christchurch Airport

Sampai airport jam 09:00 pagi, nungguin bagasi, makan pagi-siang, ke tempat rental ngambil mobil. Proses minjem mobilnya cepet, ga pake antri sama sekali.

Oh ya, untuk peminjaman mobil, SIM Indonesia harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah ya.

Baca Juga: Penerjemah Biasa VS. Penerjemah Tersumpah

Christchurch Gondola

Destinasi pertama di New Zealand South Island. Biayanya NZD 30, memang agak mahal, tapi kalo punya waktu untuk bersantai di atas agak lamaan, gw rasa masih worth it. Dari atas, kita bisa melihat pemandangan kota Christchurch dari ketinggian.

Pemandangan kota Christchurch dari ketinggian

Lake Pukaki

Sorenya gw ke Lake Pukaki, jaraknya 4 jam dari Christchurch Gondola. Sebenernya masih mau berlama-lama di Christchurch sih, tapi apa daya waktu terbatas. Di tengah perjalanan, gw sempat mau mampir sebentar ke Lake Tekapo, tapi karena hujan dan hari udah gelap, gw membatalkan niat tersebut.

Setelah sejenak menikmati pemandangan di Lake Pukaki, gw langsung check-in, makan malam, dan stargazing!

Lake Pukaki

Stargazing

Pada tahun 2012, seluas 4.300 km2 area di kawasan Aoraki Mackenzie dideklarasikan sebagai New Zealand’s International Dark Sky Reserve (IDSR). Artinya, polusi cahaya di tempat ini sangat-sangat dibatasi. Tidak ada lampu-lampu jalanan, minimnya bangunan, bahkan beberapa tempat seperti Mt John Observatory, tidak memperbolehkan kendaraan umum memasuki wilayahnya ketika malam hari.

Aoraki Mackenzie International Dark Sky Reserve (AMIDSR)

Aoraki Mackenzie International Dark Sky Reserve (AMIDSR) merupakan satu-satunya IDSR di belahan bumi bagian selatan dan satu dari 8 IDSR di dunia.

Kalo langit cerah, kamu bisa melihat bintang buanyaaaakkk banget atau kalo beruntung, mungkin bisa melihat aurora australis! Cukup ke kawasan IDSR, cari tempat parkir dan tempat yang tidak banyak mobil berlalu lalang, dan enjoy the stars.

Hari 2: Sabtu, 27 April 2019

Lake Tekapo – Lake Pukaki – Mt John Observatory – Stargazing
Bermalam di Lake Pukaki (hostel)

Mt Cook Helicopter ride

Gw udah booking buat ikut helicopter ride pagi ini, tapi apa daya, gw hanyalah manusia biasa yang tidak bisa mengendalikan cuaca. Karena hujan salju di daerah Mt Cook, helicopter ride ditunda jadi besok pagi, itu pun belum pasti berangkat, tergantung cuaca besok.

Tasman Glacier

Dari pagi sampe jam 11 siang, kita cuma ngobrol-ngobrol di dalam kamar hostel. Padahal menurut itinerary gw, kalo hari ini ga bisa naek helicopter ride, kita bakalan hiking ke Tasman Glacier yang letaknya di… Mount Cook National Park. Tapi kalo hujan salju sederes itu, hiking ke Tasman Glacier sama dengan nyari susah sendiri.

Lake Tekapo dan Lake Pukaki

Sekitar jam 11.30 an, kita memutuskan untuk mencari tempat makan siang di deket hostel. Hujan masih deras, tapi ga sederas tadi pagi. Menurut Google sih, hujannya bakalan tahan seharian. Sedihnya πŸ™

Abis makan, kita memutuskan untuk ke Lake Tekapo dan Lake Pukaki saja. Begitu hujan berganti menjadi gerimis rintik-rintik, gw dan para turis-turis lain langsung berfoto-foto. Tapi pas hujannya makin deres, kita semua kabur. Gw berlari-lari masuk mobil, para turis berlarian masuk ke bus. Hahahaha.

Awan hitam di mana-mana πŸ™

Begitulah cuaca seharian. Hujan deres 5-10 menit, berhenti 5 menit, gerimis 5-10 menit, repeat.

Mt John Observatory

Untuk masuk ke kawasan Mt John Observatory, kita harus lewat private road dan harus bayar NZD 8 / mobil. Private road ditutup jam 5 sore, jadi kalo mau masuk, masuklah sebelum jam 5.

Meski awalnya ragu-ragu, ternyata kawasan ini enak buat jalan-jalan sambil foto-foto dan liat pemandangan. Bisa dibilang, Mt John Observatory ini the saviour of the day!

Pemandangan dari Mt John Observatory. Langit masih tetap gelap πŸ™

Stargazing

Setelah hujan nyaris seharian, malamnya ternyata cerah. Lebih cerah daripada malam kemaren. Gw pun stargazing lagi.

Hari 3: Minggu, 28 April 2019

Lake Rutaniwha
Bermalam di Lake Pukaki (hostel)

Mt Cook Helicopter ride

Masih hujan salju di Mt Cook. Seperti kemaren, tour helicopter kita di-cancel. Terlalu berbahaya untuk terbang ke Mt Cook dengan cuaca seperti ini.

Dengan berat hati, Mt Cook dan Tasman Glacier dicoret dari daftar perjalanan New Zealand kali ini. Sedih sih, karena itu salah satu highlight New Zealand South Island, tapi apa boleh buat. Semoga ada kesempatan lain.

Lake Rutaniwha

Kita muter-muter ga jelas sampe akhirnya kita tidak sengaja menemukan spot cantik di Lake Rutaniwha. Awalnya sih kita lagi jalan-jalan tak tentu arah. Ketika melongok ke bawah, kita liat ada campervan dan beberapa turis lagi foto-foto. Langsung deh, cari-cari cara menuju ke sana.

Sampe di sana, kita duduk-duduk ngeliat danau dan foto-foto. Saking asrinya, kita di sini hampir 2 jam buat duduk-duduk dan foto-foto doank :D.

Hari 4: Senin, 29 April 2019

Puzzling World – Lake Wanaka
Bermalam di Wanaka (via Airbnb)

Puzzling World

Harga tiket masuk Puzzling World, untuk informasi lebih up to date, bisa cek di SINI.

Ada 2 atraksi di tempat ini:

  1. The Great Maze (outdoor)
  2. Illusion Rooms (indoor)
  3. Puzzle Centre / Cafe (indoor – free area)

Gw memilih untuk masuk ke Illusion Rooms dulu karena di luar hujan.

Illusion Rooms terbagi jadi beberapa area: Sculptillusion Gallery, Wall Wonders, Tilted House (gw pusing masuk sini), Ames Room, Wall of Following Faces, dan Hologram Hall. Masing-masing area paling cuma 1 ruangan doank, ga besar-besar amat.

Apa yang kalian lihat?

Yang menarik buat gw adalah ‘The Great Maze’-nya. Butuh waktu 30-60 menit untuk menyelesaikan maze yang dibangun pada tahun 1973 ini. Jangan takut ga bisa keluar, di sana ada beberapa pintu keluar darurat untuk kamu yang tidak punya banyak waktu dan kesabaran.

Lane Wanaka

Danau terbesar ke-4 di New Zealand. Terkenal dengan ikon sebatang pohon willow yang berada di tengah danau. Katanya sih, pohon ini usianya sekitar 100 tahun. Saking terkenalnya, pohon ini sampe punya tagar sendiri di Instagram: #ThatWanakaTree.

Banyak fotografer yang bergerombol di spot yang oke untuk memotret #ThatWanakaTree, sampe-sampe Mr Hamburger bilang: “Ya ampun, itu mereka lagi foto kontes, ya?” Eeehh… 5 menit kemudian, Mr Hamburger malah menjadi salah satu kontestannya.

Selain danau dan #ThatWanakaTree, taman di sekitarnya juga cantik dan asri untuk berjalan-jalan.

Hari 5: Selasa, 30 April 2019

Kiwi Birdlife Park – Lake Wakatipu – Te Anau
Bermalam di Te Anau (via Airbnb)

Perjalanan dari Wanaka menuju Kiwi Birdlife Park di Queenstown memakan waktu kira-kira 90 menit. Di tengah perjalanan, kita sempat berhenti di beberapa scenic lookout untuk berfoto-foto. Ini salah satunya:

Crown Range Road Scenic Lookout

Kiwi Birdlife Park

Burung kiwi, hewan asli New Zealand adalah hewan nokturnal, siang mereka tidur, malem mereka aktif. Nah, karena itu, kandang kiwi dibuat gelap pada siang hari, dan terang pada malam hari, tujuannya supaya pas kita ke sana, mereka sedang aktif-aktifnya.

Yang perlu diperhatikan kalo mau ke sini adalah kiwi feeding time. Jadwalnya saat musim panas dan musim dingin sedikit berbeda, sesuaikan saja waktu kedatangan kamu dengan jadwal feeding-nya. Lengkapnya bisa di cek di SINI.

Kalo tujuannya pengen tahu lebih dalam tentang burung kiwi, tempat ini bener-bener worth it, dijamin 100% bisa liat kiwi! Hanya saja, liatnya gelap-gelapan dan tidak boleh difoto / divideo-in. Bukan cuma liat, mereka juga memberikan informasi-informasi menarik tentang kiwi, seperti mereka burung tapi tidak bisa terbang; besar telurnya 1/4 dari tubuhnya; status kiwi yang terancam punah, dan lainnya.

Selain kiwi, highlight lain dari tempat ini adalah tuatara, reptil langka yang hanya ditemukan di New Zealand. Orang-orang sih bilangnya New Zealand’s living dinosaur. Agak mengerikan sih menurut gw, maklum, gw bukan pencinta reptil.

Tuatara, New Zealand’s living dinosaur!

Lake Wakatipu

Sorenya, kita berjalan-jalan di Queenstown Gardens ngeliatin pohon dan dedaunan yang kemerahan dan kecoklat-coklatan. Setelah capek jalan, kita duduk-duduk di pinggir Lake Wakatipu menikmati kombinasi pemandangan danau dan pegunungan.

Hari 6: Rabu, 01 Mei 2019

Milford SoundFiordland National Park
Bermalam di Invercargil (via Airbnb)

Milford Sound

Bahasa Māori-nya: Piopiotahi, letaknya di Fiordland National Park. Gw inget banget karena kata ini terdengar lucu dan Mr Hamburger selalu menyebutnya tiap kali ngeliat papan petunjuk jalan yang terbentang setiap beberapa ratus meter sepanjang perjalanan. Sebagai gantinya, setiap kali gw menuliskan kata Milford Sound, gw akan nambahin Piopiotahi di belakangnya biar stuck di pikiran para pembaca yang budiman. HAHAHA.

View this post on Instagram

Him: Do you want to do something crazy? Me: Oh I love crazy. What is it? Him: Let’s take pictures in the middle of the #road. Wow, I’m proud of him! He has learned to bend the rule and be a little crazy πŸ‘πŸ‘ I bring such a good influence to his life 😜 . . . Photographer: ARE YOU GUYS SERIOUS? 😱😱 . (After taking our pictures) . Photographer: Oh, I also want. Can you please help taking my picture? 🀣🀣🀣 . . . . . #paulstef #paulstefinnz #paulstefworldtour #newzealand #visitnewzealand #mountains #milfordsound #igtravel #instravel #instapassport #traveldiary #travelblog #travelpic #travelblogger #travelphoto #travelgram #traveladdict #travelphotography #travelcouplegoals #travelcouple #travelcouples

A post shared by Po Stefanie Andrianta (@stefanie.po) on

Pagi-pagi jam 6.30 udah jalan dari Te Anau, sampai Milford Sound (Piopiotahi) kurang lebih jam 9 pagi. Saat itu, kita belum punya rencana mau ngapain di sana, prinsip kita ‘pokoknya-nyampe-dulu’. Sedangkan Milford Sound (Piopiotahi) itu gedeee.

Setelah perundingan singkat dalam perjalanan, kita semua setuju untuk berhenti di Milford Sound Visitor Centre dulu, berharap pas sampe sana kita dapet rekomendasi terbaik dari orang sananya langsung.

Eh bener juga, pas sampe sana, kita disarankan untuk ambil Milford Sound Scenic Cruise NZD 69 saja untuk menghemat waktu. Durasinya 1,5 jam dengan itinerary sebagai berikut:

Entrada Travel Group, 2017

Gw sendiri malah mabok dan ga nyaman sama cruise-nya, tapi Mr Hamburger dan satu temen gw yang lainnya keliatan excited banget di cruise. Gini deh, derita punya motion sickness. Huhuhu.

Untung cuaca dan pemandangannya bagus. Momennya juga pas, dapet kesempatan liat lumba-lumba berenang-renang dan anak anjing laut yang bengong di atas batu. Coba kalo udah bayar mahal, pusing tersiksa, terus pemandangannya jelek?

Salah satu pemandangan saat cruise <3

Abis nge-cruise, kita makan siang dan mengunjungi beberapa spot di Fiordland National Park, seperti Mirror Lakes, The Chasm, Lake Gunn, dan beberapa random stopping point yang untuk ke main spot-nya ga perlu jalan terlalu jauh karena kita cuma punya setengah hari di sini.

Lake Gunn

Invercargill

Sebenernya belum puas bermain-main di Fiordland National Park, tapi hari itu, jalan utama dan satu-satunya dari dan ke Fiordland National Park ditutup lebih cepat, jam 4 sore. Mau ga mau, kita harus udah keluar dari sana sebelum jam 4 atau kita harus bermalam di sana.

Akhirnya sekitar jam 3.30 an, kita meninggalkan Fiordland National Park dan menuju ke Invercargill. Di tengah perjalanan sempat berhenti cukup lama untuk makan sore dan belanja. Sampai Invercargill udah gelap, kita langsung istirahat.

Hari 7: Kamis, 02 Mei 2019

Stirling Point – Oreti Beach – Starbucks
Bermalam di Queenstown (via Airbnb)

Stirling Point

Terletak di titik awal (dan akhir) State Highway 1, di kota kecil yang bernama Bluff, 27 km di Selatan Invercargill. Kota Bluff adalah kota dan pelabuhan yang letaknya paling Selatan di New Zealand.

Ke Bluff kurang afdol kalo belom foto di sini.

Walau cuma terpisah 27 km, suasana di Bluff beda jauh dibanding Invercargill: jalanan sepi, banyak lahan yang kosong, tapi banyak pabrik juga.

Oreti Beach

Cuma sempat menginjakkan kaki sebentaarrr banget di tempat ini, ga sampe 2 menit. Gw baru buka pintu mobil, eehh anginnya kuenceennggg banget. Mending kalo anginnya sendirian, ini anginnya bawa pasir. Udah gitu, gerimis lagi. Bukan kombinasi yang bagus! Alhasil kita ga sempat foto-foto πŸ™

Oreti Beach ini besar banget dan yang bikin dia berbeda dari pantai-pantai lain yang gw tau: mobil boleh masuk. Drive all the way to the beach!

Baca Juga: Jalan-Jalan Terus: Rincian Biaya New Zealand 15 Hari 14 Malam

Starbucks

Gw bukan penggemar Starbucks, tempat ini ga ada di itinerary asli gw. Tapi temen gw penggemar Starbucks khusus request dateng ke tempat ini karena this is the world’s most southern Starbucks!

Queenstown

Malamnya kita balik ke Queenstown buat dinner, jalan-jalan menikmati nuansa malam Queenstown, dan tidak ketinggalan – belanja oleh-oleh!

Hari 8: Jumat, 03 Mei 2019

Fly back home

Balikin mobil dan bye-bye New Zealand πŸ™

***

PS: Buat yang belum punya akun Airbnb, bisa join dengan referensi gw dengan meng-klik link INI dan register. Dengan link itu, kamu akan mendapat kredit SGD 45 yang bisa kamu gunakan untuk stay pertamamu! Lumayan, kan!

Share this!
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments