Pregnancy Journey: Memilih Dokter Kandungan

Ilustrasi dokter kandungan (Dreamstime, 2021)

Gw ga pernah ke dokter kandungan. Denger kata ‘ke dokter’ aja gw udah males. Gw ga suka dokter, apalagi ke dokter yang gw ga kenal.

Nah, pas gw tahu gw hamil, gw bingung harus ngapain dan harus ke dokter mana. Asalnya mau nanya temen, tapi ga jadi karena gw ga mau bikin ‘pengumuman’ sebelum 3 bulan.

Akhirnya…………..

Mr Hamburger yang nyari. Dia juga yang nelpon dan bikin janji sama kliniknya. Udah gitu, kalo ada apa-apa, kliniknya selalu nelpon Mr Hamburger, karena nomer dialah yang terdaftar di klinik. HAHAHAHA.

Anyway, buat kalian yang juga lagi bingung nyari dokter kandungan, berikut beberapa pertimbangan gw dan Mr Hamburger saat memilih dokter kandungan:

Melahirkan di Mana?

Melahirkan di rumah atau di klinik bersalin / rumah sakit? Kalo mau di rumah sakit, pilih yang pemerintah atau swasta? Melahirkan sambil berbaring di kasur atau berendam di air?

Opsi melahirkan di rumah atau melahirkan di air memang tersedia, tapi masih kurang populer di Singapura. Ga banyak dokter kandungan mau membantu melahirkan di rumah. Begitu pun dengan melahirkan di air, hanya beberapa klinik bersalin / rumah sakit yang memiliki fasilitas ini. Itu pun, jumlahnya terbatas.

Intinya sih, kalo mau melahirkan di rumah, cari dokter kandungan yang mau dateng ke rumah untuk membantu kamu melahirkan. Kalo mau melahirkan di RS A, ya cari dokter kandungan yang praktik di RS A. Teorinya sesimpel itu.

Opsi melahirkan di rumah tentunya tidak ada dalam kamus gw, kecuali kalo nanti ‘kecelakaan’, mengingat Mr Hamburger suka banget menunda-nunda dan melakukan segala sesuatunya last minute. HAHAHAHA.

Melahirkan di air? Menarik, sih. Tapi gw takut dokter-dokter sini ga punya pengalaman intensif untuk membantu melahirkan di air. Jadi ya, gw ngikut mayoritas aja, melahirkan di kasur. Kasur rumah sakit.

Gw tinggal di Singapura, beberapa rumah sakit yang masuk ke dalam list gw saat itu adalah:

  • KK Women’s and Children’s Hospital (KKH) – Rumah sakit pemerintah
  • Thomson Medical Centre (TMC) – Rumah sakit swasta
  • Mount Alvernia Hospital (MAH) – Rumah sakit swasta
  • National University Hospital (NUH) – Rumah sakit pemerintah โ†’ jauh
  • Mount Elizabeth Novena Hospital (Mt E Novena) – Rumah sakit swasta โ†’ mahal

Setelah membaca review-review orang di forum, KKH gw coret dari list. Bukan karena rumah sakitnya jelek, justru kalo di Singapura, rumah sakit pemerintah itu fasilitasnya top markotop. Pasien dari RS swasta aja, kalo hamilnya beresiko tinggi atau ada komplikasi, justru dipindahkan ke RS pemerintah seperti KKH atau NUH.

Terus kenapa gw ga mau? Karena di KKH gw ga bisa milih dokter kandungan, tiap checkup, mungkin banget dapet dokter kandungan yang berbeda-beda. Antrinya pun lama, sementara gw dan Mr Hamburger maunya 1-2 jam beres supaya ga perlu ambil cuti dan setelah checkup bisa langsung kerja.

Dengan dicoretnya KKH, pilihan kita tinggal TMC atau MAH. Dari segi harga, pelayanan, dan kualitas, TMC dan MAH ini mirip-mirip, lokasinya pun berdekatan. Dokter kandungan yang praktik di TMC pun, biasanya praktik di MAH juga. Either TMC or MAH is fine for me.

Dokter Kandungan Cewek atau Cowok?

Gw ga punya preferensi jenis kelamin dokter kandungan. Mau cewek, mau cowok, mau yang lain pun #eh, ga masalah. Yang penting ramah, bagus, dan berpengalaman di bidangnya.

Normal atau Caesar?

Dokter kandungan di Singapura rata-rata pro normal, juga pro Vaginal Birth After Cesarean (VBAC). Kalo ga bener-bener kepepet, dokter ga akan menyarankan caesar. Mungkin karena mayoritas mama juga maunya melahirkan secara normal kali ya, kalo dokternya ga pro normal, nanti ga laku.

Opsi untuk melahirkan di rumah atau melahirkan di air juga terbuka, hanya saja kurang populer di Singapura. Maka untuk kedua metode tersebut, pilihan dokternya sangatlah terbatas.

Review-nya bagus?

Cari tahu latar belakang edukasinya, pengalamannya, apa kata orang di blog / forum. Stalk dia seperti kamu stalk gebetan kamu. HAHAHA.

But seriously, this is important, apalagi kalo kehamilan kamu beresiko tinggi. Kalo kamu hamil anak kembar, cari dokter kandungan yang berpengalaman ngurusin kehamilan ganda. Kalo kamu mau caesar, cari dokter yang jahitannya rapi dan mau dimintain tolong untuk sekalian buangin lemak-lemak di perut kamu #kidding.

Walaupun dokternya pro normal, tapi kalo terjadi sesuatu dan dokternya kurang berpengalaman, ya ujung-ujungnya bisa caesar demi keselamatan ibu dan bayi.

So, choose wisely.


Akhir kata, setiap kehamilan adalah unik. Apapun metodenya, di mana pun lahirannya, siapa pun dokter kandungannya, yang terpenting ibu dan bayi sehat dan selamat.

Enjoy your pregnancy, Mama! This too shall pass ๐Ÿ™‚

Share this!
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments