Pregnancy Journey: 08 Prenatal Visit (35 Minggu) – Skrining GBS

Sebelumnya: Pregnancy Journey: 07 Prenatal Visit (32 Minggu) – Menghindari Episiotomi

Gw diomelin dokter karena berat badan naik hampir 2 kg sejak checkup tiga minggu yang lalu. Untungnya ukuran bayi ga besar, tetep di range normal. Malah ukuran bayinya lebih oke daripada checkup bulan lalu (bayi kecil). Phew!

Fetal heart rate

Tiga minggu terakhir ini, gw lagi sibuk-sibuknya pindah rumah. Kita sengaja mengalokasikan waktu 1 bulan untuk pindah rumah karena barang-barang kita banyak dan gw lagi hamil besar, jadi pindahnya bertahap dan pelan-pelan saja. Tiap malem jam 8 an setelah selesai kerja, kita langsung jalan ke rumah baru, unpack barang, makan malam, balik ke rumah lama, dan nge-pack barang untuk dibawa keesokkan harinya. Hampir tiap hari nyampe rumah udah di atas jam 12 malem. Mandi, beres-beres nge-pack barang, jam 1-2 an baru tidur. Besoknya tetep bangun kerja seperti biasa. Gitu terus setiap hari, selama hampir 3 minggu.

Namun ga aneh kalo berat gw nambah 2 kg selama 3 minggu ini. Gw udah mulai bisa makan, bahkan bisa abis satu porsi tanpa mual (AKHIRNYA!!!). Gw juga sering laper, mungkin karena bayi gw makin aktif. Ditambah lagi karena capek pindah rumah, makin kalap-lah gw makan. Udah gitu, di deket rumah gw yang baru, ada yang jual rujak buah yang terkenal enak. Hampir tiap hari gw pesen rujak, padahal rujak itu, kan, full of sugar! Hehehe.


Pada check-up kali ini, selain USG, dokter juga melakukan tes Group B Streptococcus (GBS). GBS ini adalah bakteri yang hidup di usus, vagina, atau rektum. GBS BUKAN penyakit menular seksual, tapi bisa ditularkan ke bayi saat proses persalinan. GBS tidak berbahaya untuk orang dewasa, namun dapat menyebabkan infeksi serius pada janin.

Tes GBS dilakukan pada usia kehamilan 35-37 minggu. Prosesnya simpel, cuma swab bagian ujung bawah vagina dan rektum. Cepet, cuma beberapa detik, dan ga sakit. Gw malah ga merasakan apa-apa, tahu-tahu dokternya bilang sudah selesai. Hasilnya ga langsung keluar karena sampelnya harus dikirim ke laboratorium dulu.

Kalo hasilnya negatif, berarti gw aman. Kalo hasilnya positif, gw akan diberi antibiotik melalui infus secepatnya setelah persalinan dimulai atau ketuban pecah.

Sambil skrining GBS, dokter juga mengingatkan gw untuk pijat perineum atau pake epi-no untuk mengurangi resiko robeknya vagina saat melahirkan. Tentang epi-no, sudah gw bahas lengkap di SINI.

Selanjutnya: Pregnancy Journey: 09 Prenatal Visit (37 Minggu) – Not Full Term Yet

Share this!
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments