Jalan-Jalan Terus: Italy – Venice

Para pencinta film action, pasti pernah nonton ‘The Italian Job‘, kan? Film keren yang satu ini mengambil lokasi syuting di kota Venice, Italy, atau yang lebih dikenal degan nama Venezia.
Duluuu, pas SMP, ada temen gw bilang dia pengen banget ke Venice. Terus dia cerita-cerita tentang betapa indahnya Venice ke gw. Gw cuma dengerin aja, secara gw lebih tertarik ke Australia pegang kangguru (oke, intention-nya ga keren). Tapi ternyata, malah gw duluan yang ke Venice, sedangkan dia sekarang kuliah di Australia. Ah, masa depan memang ga ada yang bisa prediksi.

Venice, yang juga dikenal sebagai Kota Air ini memang keren banget. Transportasi yang umum digunakan di sana pastinya kapal, dari yang pake mesin, sampe perahu kecil yang dayungnya panjang, namanya Gondola (asalnya gw kira ‘Gondola‘ nya Venice itu cable car, lho!). Semua gondola di sana berwarna hitam, dan pengemudinya, disebut: gondolier. Gondolier punya seragam sendiri, yaitu kaos kemeja loreng-loreng hitam putih *mirip kaya Gerombolan Siberat a.k.a burglar*.

Berikut fotonya:

Read more “Jalan-Jalan Terus: Italy – Venice”

Share this!

Jalan-Jalan Terus: Italy – Pisa

Masih di Italy, setelah dari Roma dan Vatican, gw menuju ke kota Pisa, kira-kira 3 jam dari Roma. Apalagi yang dilihat kalo bukan Menara miring Pisa.

Sebelum ke Pisa, gw mampir ke restoran lokal khas Italy. Porsinya besaaaaarrr.

  • Menu pembuka: spageti 1 piring besar dan pizza tomato (kira-kira ukuran medium terus dibagi buat 4 orang)
  • Menu utama: Steak ayam / daging sapi / daging babi.
  • Menu penutup: Vanilla Ice cream.
  • Minum: Red Wine sama air putih.

By the way, ini red wine paling enak yang pernah gw minum. Rasanya masih lokal dan bener-bener mantep, ga komersil kaya yang dijual di toko-toko *kaya keseringan minum aja*. Sampe-sampe pada minta bawa pulang ditaro di botol minum kosong.

Perlu diketahui, makan di Eropa sama makan di Indonesia itu culture-nya beda. Di Eropa, makan dan makanan itu seni. Makan harus dinikmati, ga boleh buru-buru. Jadi kalo spageti gw ga abis-abis, pelayannya juga ga akan nyajiin makanan selanjutnya, kecuali kalo gw ngomong: ‘Sorry, I’m done.’

Read more “Jalan-Jalan Terus: Italy – Pisa”

Share this!

Jalan-Jalan Terus: Italy – Rome

Gw ke Eropa saat musim panas, alias summer. Walaupun judulnya musim panas, tapi suhu musim panas di sana lebih dingin daripada di Indonesia (sekitar 18-24 derajat Celcius). Waktu musim panas, matahari bersinar cukup lama, kira-kira dari jam 5 pagi sampe jam 9.30 malem. Udah gitu banyak angin, anginnya dingiinnnn dan menusuk. Kalo ada yang mau ke sana sebaiknya bawa body lotion untuk kulit kering, karena cuacanya bikin kulit kering dan pecah-pecah.

Negara pertama yang gw kunjungin adalah Italy, tepatnya di kota Rome, ibu kota Italy. Dari sini, gw menuju ke sebuah negara di dalam negara tersebut. Yap betul, negara Vatican, yang disimbolkan dengan kunci dan pedang (Santo Petrus dan Santo Paulus).

Setelah mengantri cukup lama, gw pun masuk ke Gereja Vatican yang guedeeee dan megaaaahhh banget. Di langit-langit juga ada lukisan yang dilukis oleh Leonardo Da Vinci, yang konon lukisan ini diselesaikan oleh pelukis lain karena kedua mata Da Vinci buta akibat tetesan cat dari langit-langit yang masuk ke mata sewaktu dia melukis.

Read more “Jalan-Jalan Terus: Italy – Rome”

Share this!