Lika-Liku Software Engineer: Clients From Hell

Berinteraksi dengan clients, memang terkadang melelahkan. Sedikit sekali clients yang cerdas dan bijaksana. Sebagian besar justru sangat teramat unik sekali.
Berikut beberapa tipe clients from hell yang pernah gw temuin selama gw menjadi software engineer. Para client ini bikin sakit kepala, terbengong-bengong, tapi dalam hati, gw malah ngakak-ngakak.


Client Rasis

(Dengan nada lemah lembut plus senyum, bicara ke ras ABC)
(Sambil menunjuk puluhan masalah) “Ada update untuk menyelesaikan masalah ini? Apakah Anda semua membutuhkan waktu tambahan?”
(Dengan nada sarkastik, tanpa senyuman, bicara ke ras DEF)
(Sambil menunjuk tiga masalah) “Ada solusi??? Dari kemarin masalah ini belom terselesaikan juga?? Kalau saya jadi Anda, saya akan bekerja lebih giat lagi untuk menyelesaikan masalah ini!”
“Tapi, Pak… Masalah ini di luar konteks kami.”
Ck ck. Selalu saja begitu. Anda semua selalu membuang-buang waktu saya. Datang rapat cuma bicara saja, tanpa ada aksi apa-apa. Bla bla bla!”

“…”


Client ‘I Don’t Know’

Sesuai dengan namanya, kalimat favorit dia itu ‘I don’t care’.

“Maaf, Pak. Bagaimana kalau…”
I don’t know, I don’t know. Jangan tanya saya.”
“Tapi, Pak. Kalau kami tidak bertanya pada Bapak,…”
I don’t know, I don’t know. Tanya yang lain dulu saja.”

Client ‘I Don’t Care’

Mirip seperti client I Don’t Know‘, client yang ini kalimat favoritnya itu ‘I don’t care

I don’t care. Saya mau semuanya selesai besok pagi!”
“Pekerjaan ini setidaknya butuh waktu 3 minggu, Pak.”
I don’t care how you do it. Pokoknya saya mau liat hasilnya besok pagi!”

Client ‘I Don’t Know and I Don’t Care’

Kombinasi dari client I Don’t Know‘ dan client ‘I Don’t Care’. Checkmate!

“Kalau Anda mau melanjutkan ke tahap ini, ada beberapa resiko yang harus Anda pertimbangkan.”
I don’t know, I don’t care! Anda, kan, yang expert dalam bidang ini. Anda yang seharusnya memberi saran…”
“Ya, ini kami sedang memberi Anda beberapa saran dan masukan. Tetapi kami butuh persetujuan dari Anda tentang…”
“Wah, jangan tanya saya. I don’t know. I don’t care. Saya cuma mau tahap selanjutnya bisa selesai besok pagi tanpa ada masalah.”
“…”

Client ‘I Don’t Understand, But I Think You Are Wrong’

“2 x (3 + 4) itu sama dengan 2 x 3 + 2 x 4, hasilnya 14.”

“Ya kita mengerti. Tapi hasil analisa kita beda. Dari data yang sama, 2 x (3 +4). Kita olah menjadi 2 x 3 + 2 x 4, hasilnya 32. I don’t understand. Laporan Anda sepertinya salah, mohon dicek kembali.”
“2 x 3 + 2 x 4 itu 14.”
I don’t understand. Jelas-jelas 32.”
“Perkalian harus didahulukan: (2 x 3) + (2 x 4) = 14.”
(Satu bulan kemudian, setelah lama tidak ada kabar)
“Data bulan ini: 3 x 2 + 2 x 3, hasilnya berbeda dengan laporan Anda. Hasil analisa kita 24, tapi dari laporan Anda, hanya 12. Dua belasnya lagi hilang ke mana? I don’t understand. Laporan Anda sepertinya salah, mohon dicek kembali.”

“…”

Client Tidak Masuk Akal

“Saya mau bangun rumah yang berbentuk persegi panjang. Bisa?”
“Bisa, Pak. Ukurannya?”
“20m x 10m.”
“Tapi, Pak, luas tanah Bapak cuma 100m persegi.”
“Bikin dua lantai. Tapi saya mau Anda bangun lantai atas nya dulu. Saya ga sabar liat lantai atasnya.”
“Itu ga mungkin, Pak.”
“Oh satu lagi, saya mau rumah saya temboknya warna merah, tapi dicat dengan cat air warna hijau yang sudah saya sediakan.”
“Eeerr.. Maksud Bapak?”
“Selain itu, saya mau di pekarangan saya dibikin igloo, karena saya mau pelihara kangguru. Di samping igloo, saya mau ada pohon kaktus raksasa yang benar-benar hidup.”
“Permintaan Bapak sepertinya ga mungkin, Pak. Pertama, kita tidak bisa bangun rumah dari lantai atas dulu. Kedua, kangguru itu ga tinggal di dalam igloo. Ketiga,…”
I don’t know. I don’t care. Anda, kan, expert dalam bidang ini. Saya mau semuanya selesai besok pagi.”
“…”

Client  Bijaksana

Oopss.. kalo yang ini bukan tipe clients from hell!

Share this!

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of