Jalan-Jalan Terus: Swiss, I’m in Love!

Kalo ada yang nanya, negara favorit yang pernah gw kunjungin, jawaban gw adalah negara asal cerita Heidi: Yap, SWISS!! Kenapa?

Pertama, pemandangan alamnya sangaattt indah! Pegunungan Alpen, danau, rumput-rumput, terowongan-terowongan, dan nuansa pedesaan. Binatang-binatang seperti domba, sapi (yang warna hitam putih kaya iklan Nest*e), babi masih banyak dijumpai. Udah gitu, jalannya bersih, udaranya pun bersih!

Pemandangan dari dalam bus. Maklum fotografer amatiran =P

Berbeda seperti desa di Indonesia, orang-orang sana terlihat individualis. Ini tergambar dari susunan rumah penduduk (kebanyakan dari kayu atau bata) yang letaknya saling berjauhan dan tidak teratur. Dalam artian, rumah pertama pintu masuknya di kiri, rumah kedua (jaraknya satu meter dan belum tentu sejajar), pintu masuknya bisa di sebelah kanan. Bahasa gampangnya: bikin rumah suka-suka mereka, mau di mana, pintu mau ditaro di depan, di kiri, di kanan, di belakang, atau ga ada pintunya pun, tetangga ga peduli.

Walau pedesaan, sebenernya penduduk Swiss itu kaya raya! Mereka punya lahan besar-besar dan hanya dibatasi dengan tonggak kayu dan tali. Herannya, sapi dilepas di lahan tanpa pengawasan juga ga bakal ada yang nyolong.

Kedua, banyaknya fakta-fakta menarik dan unik tentang Swiss, yang bikin gw makin suka sama Swiss:

  • Setiap sapi di Swiss memakai klentengan. Maka itu, klentengan sapi bisa menjadi souvenir khas Swiss.
  • Swiss berbatasan langsung dengan Italia, Jerman, dan Perancis. Maka dari itu orang-orang Swiss biasanya bisa bahasa Itali, Jerman dan Perancis. Namun bahasa Inggris juga umum digunakan.
  • Swiss erat hubungannya dengan negara-negara Uni Eropa, namun Swiss masih belum mau bergabung dan mengganti mata uangnya dengan Euro. Walau begitu, Euro pun sering digunakan. Bahkan mesin hitung di kasir pun bisa mengkonversi jumlah yang harus dibayar dari Swiss Franc ke Euro maupun sebaliknya, hanya dengan menekan satu tombol.
  • Karena dikelilingin pegunungan Alpen, Swiss memiliki banyak terowongan yang menembus gunung / bukit. Jumlah terowongan, dari yang pendek sampai yang panjang, mencapai ratusan. Bahkan terowongan terpanjang ketiga di dunia ada di Swiss, yang panjangnya +/- 18 kilometer. Di dalam terowongan, kendaraan tidak boleh berjalan melebihi 80 km/jam. Denger-denger, Swiss membangun terowongan terpanjang di dunia (kira-kira panjangnya 56 km), tapi belom selesai.
  • Di dalam terowongan, setiap beberapa ratus meter, ada telepon darurat dan pintu keluar darurat. Ini berguna kalo sampe terjadi kecelakaan di dalem terowongan. Karena kalo sampe ada kecelakaan, wuiihh, udah maceettt, ga bisa putar balik pula! Paling orangnya doank yang bisa refreshing keluar sebentar lewat pintu exit.
  • Penduduk Swiss hanya sedikit. Bahkan katanya, pemerintah Swiss memberikan uang buat penduduk Swiss yang melahirkan anak, untuk meningkatkan populasi Swiss. Heran ga sih, suasana dingin, damai, tenteram, tapi populasinya sedikit. Ngapain aja ya, orang-orang di sana. Hehehe…
  • Terus, kalo populasinya dikit, gimana kalo diserang / dijajah? Pasti kalah, donk! Eittss, tunggu dulu.. Pemerintah Swiss udah mikirin soal ini. Makanya, SETIAP PENDUDUK SWISS PUNYA SENJATA API dan ini LEGAL. Bahkan mereka diwajibkan mengikuti pelajaran tentang senjata api. Uniknya lagi, setiap tahun diadakan kompetisi menembak agar mereka selalu mahir melindungi diri. Walau begitu, orang-orang Swiss ga sembarangan menggunakan senjata api, mereka orang-orang yang cinta damai.
  • Lebih mengerikan lagi, semua terowongan di Swiss dilengkapi dengan DINAMIT. Apabila ada musuh lewat, sekali tekan tombol, DUAARRRR!! Musuh bisa terperangkap hancur di dalam terowongan!

Swiss bener-bener di luar dugaan, kan? Ga heran lah kalo gw fall in love sama negara satu ini. Hehehe..

Selanjutnya: Swiss, I’m In Love! (Part 2)

Share this!

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of