Jalan-Jalan Terus: Itinerary Eropa Barat 13 Hari 12 Malam

Pas lagi bongkar-bongkar hard disk, gw nemu itinerary (daftar perjalanan) pas gw liburan ke Eropa Barat beberapa tahun yang lalu. Gw akan share di post ini, siapa tahu ada yang butuh.

Buat informasi, liburan gw ke Eropa Barat ini ikut tur, 13 hari lamanya. Selama di Eropa, transportasi yang digunakan dari satu objek wisata ke objek wisata lain, dan dari satu negara ke negara lain adalah bus, yang tentunya sudah diatur oleh tur agennya.

Total biaya untuk tur (termasuk visa, hotel, transportasi, tiket pesawat, dan makan di hari-hari tertentu) = USD 2.000 atau sekitar 20 juta rupiah (saat itu USD belum semahal sekarang).

Hari 1: Selasa, 07 Juni 2011

JAKARTA – ROME

 
Berkumpul di Bandara pada sore hari untuk bersama group tour memulai penerbangan ke Eropa.

Read more “Jalan-Jalan Terus: Itinerary Eropa Barat 13 Hari 12 Malam”

Share this!

Jalan-Jalan Terus: Italy – Milano

Selanjutnya gw ke salah satu kota mode di Eropa Barat selain Inggris dan Paris, yaitu Milano atau yang lebih dikenal dengan Milan.

Kota ini dikenal sebagai kota mode karena shopping di Milan ga kalah lengkap sama di Paris. Bangunan-bangunannya tinggi-tinggi, kotanya juga cantik. Masuk ke pusat shopping-nya udah kaya ke masuk ke mall branded yang super besar (Grand Indonesia kalah deh =P), bedanya ini outdoor.

Temen gw yang suka shopping sampe bela-belain ga makan siang buat shopping (maklum, waktu yang dikasih terbatas, cuma 2 jam). Sedangkan gw ga begitu doyan shopping, cuma ngabisin waktu foto-foto dan main sama burung-burung depan gereja yang terkenal akan pilar-pilarnya: Milan’s Duomo Cathedral.

Milan’s Duomo Cathedral

Read more “Jalan-Jalan Terus: Italy – Milano”

Share this!

Jalan-Jalan Terus: Italy – Venice

Para pencinta film action, pasti pernah nonton ‘The Italian Job‘, kan? Film keren yang satu ini mengambil lokasi syuting di kota Venice, Italy, atau yang lebih dikenal degan nama Venezia.
Duluuu, pas SMP, ada temen gw bilang dia pengen banget ke Venice. Terus dia cerita-cerita tentang betapa indahnya Venice ke gw. Gw cuma dengerin aja, secara gw lebih tertarik ke Australia pegang kangguru (oke, intention-nya ga keren). Tapi ternyata, malah gw duluan yang ke Venice, sedangkan dia sekarang kuliah di Australia. Ah, masa depan memang ga ada yang bisa prediksi.

Venice, yang juga dikenal sebagai Kota Air ini memang keren banget. Transportasi yang umum digunakan di sana pastinya kapal, dari yang pake mesin, sampe perahu kecil yang dayungnya panjang, namanya Gondola (asalnya gw kira ‘Gondola‘ nya Venice itu cable car, lho!). Semua gondola di sana berwarna hitam, dan pengemudinya, disebut: gondolier. Gondolier punya seragam sendiri, yaitu kaos kemeja loreng-loreng hitam putih *mirip kaya Gerombolan Siberat a.k.a burglar*.

Berikut fotonya:

Read more “Jalan-Jalan Terus: Italy – Venice”

Share this!

Jalan-Jalan Terus: Italy – Pisa

Masih di Italy, setelah dari Roma dan Vatican, gw menuju ke kota Pisa, kira-kira 3 jam dari Roma. Apalagi yang dilihat kalo bukan Menara miring Pisa.

Sebelum ke Pisa, gw mampir ke restoran lokal khas Italy. Porsinya besaaaaarrr.

  • Menu pembuka: spageti 1 piring besar dan pizza tomato (kira-kira ukuran medium terus dibagi buat 4 orang)
  • Menu utama: Steak ayam / daging sapi / daging babi.
  • Menu penutup: Vanilla Ice cream.
  • Minum: Red Wine sama air putih.

By the way, ini red wine paling enak yang pernah gw minum. Rasanya masih lokal dan bener-bener mantep, ga komersil kaya yang dijual di toko-toko *kaya keseringan minum aja*. Sampe-sampe pada minta bawa pulang ditaro di botol minum kosong.

Perlu diketahui, makan di Eropa sama makan di Indonesia itu culture-nya beda. Di Eropa, makan dan makanan itu seni. Makan harus dinikmati, ga boleh buru-buru. Jadi kalo spageti gw ga abis-abis, pelayannya juga ga akan nyajiin makanan selanjutnya, kecuali kalo gw ngomong: ‘Sorry, I’m done.’

Read more “Jalan-Jalan Terus: Italy – Pisa”

Share this!

Jalan-Jalan Terus: Italy – Rome

Gw ke Eropa saat musim panas, alias summer. Walaupun judulnya musim panas, tapi suhu musim panas di sana lebih dingin daripada di Indonesia (sekitar 18-24 derajat Celcius). Waktu musim panas, matahari bersinar cukup lama, kira-kira dari jam 5 pagi sampe jam 9.30 malem. Udah gitu banyak angin, anginnya dingiinnnn dan menusuk. Kalo ada yang mau ke sana sebaiknya bawa body lotion untuk kulit kering, karena cuacanya bikin kulit kering dan pecah-pecah.

Negara pertama yang gw kunjungin adalah Italy, tepatnya di kota Rome, ibu kota Italy. Dari sini, gw menuju ke sebuah negara di dalam negara tersebut. Yap betul, negara Vatican, yang disimbolkan dengan kunci dan pedang (Santo Petrus dan Santo Paulus).

Setelah mengantri cukup lama, gw pun masuk ke Gereja Vatican yang guedeeee dan megaaaahhh banget. Di langit-langit juga ada lukisan yang dilukis oleh Leonardo Da Vinci, yang konon lukisan ini diselesaikan oleh pelukis lain karena kedua mata Da Vinci buta akibat tetesan cat dari langit-langit yang masuk ke mata sewaktu dia melukis.

Read more “Jalan-Jalan Terus: Italy – Rome”

Share this!