Jalan-Jalan Terus: Italy – Venice

Para pencinta film action, pasti pernah nonton ‘The Italian Job‘, kan? Film keren yang satu ini mengambil lokasi syuting di kota Venice, Italy, atau yang lebih dikenal degan nama Venezia.
Duluuu, pas SMP, ada temen gw bilang dia pengen banget ke Venice. Terus dia cerita-cerita tentang betapa indahnya Venice ke gw. Gw cuma dengerin aja, secara gw lebih tertarik ke Australia pegang kangguru (oke, intention-nya ga keren). Tapi ternyata, malah gw duluan yang ke Venice, sedangkan dia sekarang kuliah di Australia. Ah, masa depan memang ga ada yang bisa prediksi.

Venice, yang juga dikenal sebagai Kota Air ini memang keren banget. Transportasi yang umum digunakan di sana pastinya kapal, dari yang pake mesin, sampe perahu kecil yang dayungnya panjang, namanya Gondola (asalnya gw kira ‘Gondola‘ nya Venice itu cable car, lho!). Semua gondola di sana berwarna hitam, dan pengemudinya, disebut: gondolier. Gondolier punya seragam sendiri, yaitu kaos kemeja loreng-loreng hitam putih *mirip kaya Gerombolan Siberat a.k.a burglar*.

Berikut fotonya:

Gimana, mirip ga sama Siberat? =P
Walau bajunya mirip kaya Gerombolan Siberat gitu, tapi ternyata mereka bukan orang sembarangan. Mereka punya SIM Gondolier. Untuk mendapatkan SIM ini, mereka mesti ngerti sejarah kota Venice, terampil berbahasa serta terampil mengemudikan gondola!
Selain gondola, Venice juga terkenal dengan topengnya. Katanya, setiap tahun, diadakan pesta topeng. Makanya souvenir dari Venice kebanyakan adalah gondola dan topeng.
Kota Venice termasuk tempat wisata yang mahal. Bayangkan, toilet umumnya aja sekali masuk harus bayar 1,5 euro sekali masuk (sekitar 20 ribu rupiah)! Tapi tenang, semua bisa diakalin. Caranya, pergi aja ke restoran atau kafe atau toko es krim yang kira-kira punya toilet di dalem (nyarinya agak susah karena jarang ada). Terus beli es krim atau beli minum satu, sambil pura-pura nanyain toilet. And yeah, gw berhasil beli es krim 2 coneplus pinjem toilet buat 3 orang. Udah harganya jauh lebih murah, dapet es krim pula.
Kalo ada yang nyewa hotel di Venice, bisa repot setengah mati, deh. Di mana-mana aiiirrr, keluar satu langkah dari pintu rumah aja udah air. Jadi koper-koper dan barang bawaan lain, termasuk diri sendiri, harus diangkut pake kapal sewa ato water taxi, sebutan taksi di Venice yang berbentuk kapal berukuran sedang. Ribet, kan?
Berjalan kaki di Venice udah kaya nyelusurin labirin besar, yang banyak jembatannya. Untungnya, pusat perbelanjaan terletak di jalan utama kota Venice, jalannya ga ribet, dan ga perlu takut kesasar.
Ada yang pernah liat nomer rumah sampe 4 digit? Venice-lah tempatnya. Rumah-rumahnya warnanya mirip-mirip, dan nomernya sampe ribuan. Gw ga tau nomer rumah paling gedenya berapa, tapi yang jelas sampe di atas 6.000 (ya betul, enam ribu!).
Kota Venice

Begitulah kota Venice, salah satu kota yang unik dan indah, namun berhasil bikin gw mual gara-gara mabok laut.

Kalo disuruh ke sana lagi, gw mikir-mikir dulu, deh. Mabok laut itu ga enak! Hehehe =P

Share this!

1
Leave a Reply

1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of

alamaakk itu mau dayung gondola aja pake SIM -.-
di indonesia mah boro2. naek motor aja bnyak yg gak punya SIM hahahaha
bisa dicoba tuh cara ke toiletnya :p *kalo bsa ke sana *amin*