Tips Lolos Imigrasi Jepang Untuk e-Passport

Siapa sih yang ga tertarik sama keindahan dan atraksi-atraksi yang ditawarkan Negeri Sakura?

Namun akhir-akhir ini, imigrasi Jepang makin ketat. Hampir setiap hari gw membaca atau mendengar kisah warga negara Indonesia dideportasi oleh imigrasi Jepang.

Bahkan ada juga yang sampe di-sel, dan yang diwajibkan membayar sekitar 3 juta rupiah untuk makan dan bermalam di sel tahanan! Katanya, dalam satu sel itu, ramai sekali WNI laki-laki usia produktif.

Apa Sebabnya?

Salah satu penyebabnya karena banyaknya pekerja WNI ilegal (yang masuk via e-passportvisa waiver) dan ulah maupun tindak kriminal yang dilakukan WNI di Jepang.

Memang keliatannya perkara di atas itu perkara kecil, tapi bagi Jepang, salah satu negara teraman di dunia, tindak kriminal yang kecil sekalipun bisa merusak citra Indonesia di mata Jepang.

Sebab pastinya orang dideportasi tentu berbeda-beda dan hanya pihak imigrasi yang tahu. Kebanyakan yang kena random check dan ditahan pun, tidak tahu alasannya. Pihak imigrasi berhak untuk tidak memberitahukan alasan menahan mereka. Yap, berhak untuk tidak memberi tahu. Kecewa sih, tapi bagaimanapun, kita harus menghormati keputusan mereka karena mereka garda depan yang menyeleksi keluar masuknya orang ke negara mereka.

Biasanya yang kena random-check cenderung masuk ke kriteria-kriteria di bawah ini:

  • Menggunakan e-passport untuk dapet visa waiver Jepang. Kenapa e-passport? Karena cuma e-passport yang bisa dapet visa waiver. Visa biasa harus melalui prosedur yang normal (sudah punya bookingan tiket, itinerary, rekening koran, etc) untuk dapat visa Jepang. Sedangkan untuk pengguna e-passport, pihak imigrasi tidak punya data apa-apa, wajar donk kalo mereka mau ingin tahu lebih detail.
  • Belum pernah ke luar negeri sebelumnya. Jadi passport-nya kosong melompong.
  • Laki-laki single usia produktif, baik yang sendirian atau beramai-ramai bersama laki-laki usia produktif lain. Perempuan juga bisa sih, tapi statistiknya lebih rendah.
  • Itinerary tidak jelas dan tidak wajar. Contohnya, mau liat sakura di musim dingin atau pergi ke Tokyo, Osaka, lalu balik lagi ke Tokyo dalam waktu 1 hari.
  • Tidak punya tiket pulang.
  • Pas kena random check, tidak membawa cukup cash. Ya harus cash, mereka ga peduli soal credit card. Pegang cash masing-masing (kecuali kamu di bawah umur), jangan dititipin ke salah satu temen — Untuk poin ini, pernah ada kejadian 2 WNI masuk ke Jepang, sebut saja A dan B (kali aja ada yang ga tau, ini bukan nama sebenernya lho, ya). Si A lolos imigrasi duluan, sedangkan B kena random check. Saat ditanya mengenai uang cash, B bilang kalo semua uang cash dibawa oleh A. A yang sudah lolos tidak diperbolehkan membantu B kecuali A bisa berbahasa Jepang.
  • Ada indikasi menjadi TKI ilegal.

Keputusan dideportasi atau tidak, tergantung dari hasil random check-nya.

Tips

  • Saat di imigrasi, biasa ditanyain mau ke mana, ngapain aja, nginep di mana, berapa lama, dan lainnya. Jawab dengan jujur, to the point, dan penuh percaya diri.
  • PRINT airplane ticket (paling penting tiket pulang / keluar Jepang), itinerary yang wajar (hafalin garis besarnya biar kalo ditanya ga bengong), booking-an hotel, tiket masuk ke objek wisata tertentu, dan bukti pembayarannya. Taro di tas hand carry atau tas kabin, JANGAN DITARO DI BAGASI. Saat di imigrasi, kamu belum punya akses ke tas bagasi kamu.
  • Masing-masing orang harus pegang dokumen sendiri. Kalo kamu travelling bertiga, ya print semua dokumen 3 set. Masing-masing orang pegang 1 set.
  • Jangan bohong. Bohong yang dimaksud di sini adalah menggunakan dummy ticket dan booking-an hotel. Kalo sampe mereka telepon pihak hotel atau pihak airline dan kamu ketauan bohong, akibatnya bisa fatal.
  • Minta surat keterangan kerja dari kantor yang menyatakan kamu karyawan di sana, kartu nama, kartu absen (kalo ada), ataupun surat-surat lain yang menyatakan kalo kamu di Indonesia punya kerjaan dan tidak berniat mencari kerja di Jepang.
  • Meski punya ATM dan credit card, tetap bawa uang cash yang jumlahnya masuk akal. Ga ada range yang standard, tapi ya bisa kira-kira sendiri lah style jalannya gimana. Jangan cuma bawa JPY 8.500 (1 juta rupiah) buat 10 hari, ini pasti ga masuk akal untuk ukuran Jepang yang mahal. Again, bawa cash masing-masing, jangan dititipin ke satu orang saja.
  • Jangan membawa barang yang dilarang, seperti senjata api, obat-obatan terlarang, senjata tajam, DVD atau artikel dewasa, dan barang palsu.
  • Perempuan biasanya lebih mudah lolos. Maka kalo travelling bersama istri, suruh istri kamu maju duluan. Kalo suami sampe ketahan, bilang aja: “Itu yang barusan istri saya, kita mau liburan.” Bawa fotokopian passport istri juga untuk jaga-jaga.
  • Kalo punya anak kecil, gendong si anak dan bareng-bareng ke counter imigrasi.
  • Jaga sopan santun. Jangan berisik atau foto-foto di area imigrasi.
  • Pakai baju yang sopan.
  • Lolos dari imigrasi? Well, selama kamu belum keluar dari airport, kemungkinan kamu dipanggil lagi ke dalam dan kena random check pun masih ada jika kamu tidak mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Orang Jepang menjunjung tinggi kesopanan, jangan teriak-teriak atau norak-norakan di airport.

Berhasil masuk ke Jepang? Selamat!! Pastikan untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan. Pelajari dan taati aturan setempat. Jangan membuang sampah sembarangan, jangan merusak objek wisata, silent handphone dan jangan berbicara keras-keras di kereta. Intinya, jaga nama baikmu, jaga nama baik Indonesia.

Untuk yang bingung soal itinerary, silakan baca post gw – Jalan-Jalan Terus: Itinerary Jepang 10 Hari 9 Malam (Tokyo, Kyoto, Nara, Kobe, Osaka) untuk referensi.

Selamat berlibur!

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published.