Jalan-Jalan Terus: Jurong Bird Park Singapura

Jam Buka

Setiap hari dari jam 8.30 sampai jam 18.00.

Harga Tiket

SGD 30 untuk dewasa, dan SGD 20 untuk anak-anak (3-12 tahun).

Pembelian online dapet diskon 10% untuk turis dan 25% untuk lokal, Permanent Resident (PR), dan pemegang Singapore long term pass.

Kalo langsung beli dari counter, turis tidak dapet diskon, dan lokal atau PR hanya mendapat 15% diskon. Harga tersebut tidak termasuk tiket kereta di dalam bird park. Untuk tiket kereta, harus nambah lagi SGD 5 (dewasa) / SGD 3 (anak-anak).

Lho, kok diskonnya beda? Yap, beli tiket online memang lebih murah. Tiket online bisa dibeli di SINI.

PS: Untuk turis, jangan khawatir karena ga bisa dapet resident discount. Tetep ada cara supaya dapet tiket Jurong Bird Park harga murah kok. Contohnya beli tiket di platform online seperti Voyagin:

13% OFF Jurong Bird Park Singapura Instant E-Ticket
Jurong Bird Park adalah taman burung Singapura yang telah memenangkan banyak penghargaan. Taman ini merupakan taman burung terbesar di Asia, dan menampung lebih dari 5,000 burung. Lihat langsung para burung cantik penuh warna di Jurong Bird Park!

Peta

Peta Jurong Bird Park disediakan di pintu masuk taman, atau versi PDF nya dapat dilihat di SINI.

Cara Menuju ke Jurong Bird Park

Stasiun MRT terdekat adalah Boon Lay (line hijau). Ambil exit ke arah Boon Lay Bus Interchange dan naiklah bus nomer 194. Jarak dari Boon Lay Bus Interchange dan Jurong Bird Park hanya 1 station.

Jadwal Shows and Feeding Times

Waktu Acara Tempat Keterangan
08.30 – 18.00 Lory Feeding* Lory Loft SGD 3 untuk segelas nectar
10.00 Kings of the Skies Show Hawk Arena
10.30 Birds Feeding* Waterfall Aviary Seikhlasnya untuk segelas meal worms
10.30 Penguin Encounter* Penguin Coast SGD 2 untuk 4 ekor ikan kecil
11.00 High Flyers Show Pools Amphitheatre
11.45 Hornbill Chit-chat Hornbill & Toucan Program edukasi tentang hornbill dan toucan
11.45 Wings Encounter Wings of Asia Program edukasi tentang burung-burung di Wings of Asia exhibit.

Weekends & public holidays saja.

13.00 Lunch with Parrots Songbird Terrace SGD 25 untuk dewasa dan SGD 20 untuk anak-anak
13.30 Flamingo Feeding* Flamingo Pool Weekends & public holidays saja
13.40 Ostrich Feeding* Dinosaur Descendants SGD 1 untuk 4 buah pisang.

Weekends & public holidays saja.

14.00 Pelican Chit-chat* Pelican Coast
14.30 Birds Feeding* Waterfall Aviary Seikhlasnya untuk segelas mealworms
15.00 High Flyers Show Pools Amphitheatre
15.30 Penguin Encounter* Penguin Coast SGD 2 untuk 4 ekor ikan kecil
16.00 Kings of the Skies Show Hawk Arena

Acara bergantung pada cuaca dan bisa berubah sewaktu-waktu. Yang ada bintangnya (*) berarti pengunjung bisa langsung berinteraksi ngasih makan binatangnya sendiri.

Exhibits

Untuk versi lengkapnya, silakan liat peta Jurong Bird Park di SINI. Di section ini, gw hanya mau narsis memberikan gambaran singkat dari beberapa exhibit yang berksesan buat gw.

Penguin Coast

Ya dari namanya aja udah ketauan kalo ini tempatnya penguin. Penguin Coast terbagi menjadi 2 tempat, satu tempat untuk penguin yang tinggal di tempat dingin (King Penguin, Emperor Penguin, dan lainnya) dan penguin yang menikmati panasnya hangatnya matahari Singapura (Galapagos Penguin). Katanya, penguin yang suka matahari itu bisa bertahan hidup walaupun suhu mencapai 40 derajat Celcius.

Penguin Feeding Time
Galapagos penguin bisa bertahan pada suhu 40 derajat Celcius. Pengunjung juga bisa berpartisipasi memberi makan penguin ini dengan membayar SGD 2 untuk 4 ekor ikan kecil.
Penguin Feeding Time
Penguin yang hidup di tempat dingin. Pengunjung tidak dapat berpartisipasi memberi makan penguin-penguin ini.

World of Darkness

Dari namanya, bisa ditebak kan, siapa penguasa di sini?

Bukan, bukan si buta dari gua hantu, itu bukan burung. Bukan kelelawar juga, kelelawar juga bukan burung. Iya, gw serius kalo kelelawar bukan burung. Ayo tebak lagi. Apa? Burung sakit mata?

Udah ah, main tebak-tebakannya. Gw kasih tau aja kalo World of Darkness itu tempatnya burung hantu. Dan yang bikin gw kaget, burung hantu di sini besar-besar, bahkan ada snowy owls!! Definitely one of my favorite exhibits!

Owls
Hasil foto maksimal bermodalkan kamera HP tanpa flash di tempat remang-remang. Aslinya, owl yang coklat itu gede banget, mungkin sekitar 70 cm an tingginya. Hanya saja hasil fotonya tidak keliatan besar karena mereka berdirinya jauh-jauh dari kaca.

Hornbills & Toucans

Jurong Bird Park mempunyai cukup banyak aneka spesies burung hornbills dan toucan. Warna bulu mereka umumnya hitam mengkilap, memiliki paruh berwarna-warni (mayoritas kuning atau oranye), dan bentuk paruh yang beraneka ragam.

Sayangnya, jarak mereka yang jauh dari tepi kandang dan celah-celah kandang yang terlalu sempit membuat gw sulit untuk mendapatkan foto mereka yang bagus.

Hornbill
Salah satu hornbill yang kebetulan lagi mojok sambil ngeliatin gw.

Lory Loft

Siapa yang ga jatuh cinta sama burung lory? Bulunya cantik, berwarna-warni, cerewet, suka makan, suka main, dan supel banget. Kalo suatu saat gw udah kaya dan punya rumah sendiri, gw mau bikin kebun buat pelihara burung lory. Hihihi.

Lories di sini makannya nectar, mewah banget kan? Para pegunjung bisa membelinya di pintu masuk exhibit Lory Loft seharga SGD 3.

Pas gw masuk ke exhibit ini, gw melihat banyak gelas nectar kosong pengunjung lain di tempat meletakkan gelas bekas. Gw pikir, daripada gw beli nectar SGD 3, gw dapet ide lebih cemerlang. Gw ambil gelas itu, gw isi air minum. Toh air minum tidak akan membahayakan mereka.

Gw keliling-keliling sambil membawa gelas berisi air minum. Beberapa lories mendekat, mencicipi nectar palsu gw, dan kabur satu detik kemudian. Rupanya mereka pinter, bisa bedain mana air mana nectar. Uuh, ide gw gagal.

Tapi berhubung gw terlalu cute, mereka mau aja deket-deket dan bertengger di jari gw tanpa gw iming-imingi nectar!

Lory Loft Feeding
Lory Loft

Waterfall Aviary

Exhibit yang paling indah karena ada air terjunnya. Selain itu, pengunjung juga bisa membeli mealworms dengan membayar seikhlasnya, untuk memberi makan burung-burung di exhibit ini.

Buat yang takut sama cacing, bisa skip feeding time di exhibit ini. Alasannya, pertama, mealworms nya masih hidup dan bergerak-gerak. Kedua, burung-burung di sini kalo makan berantakan. Pengalaman gw, pas si burung makan, potongan cacingnya (tinggal setengah badan, setengahnya lagi udah masuk ke mulut si burung) mental masuk ke dalam baju gw. Tapi gw waktu itu ya mencoba cool aja, biar si burung ga kabur dan tetep bisa makan dengan tenang.

Waterfall Aviary
Waterfall Aviary
Mealworm
Ngasih makan mealworms ke burung-burung di Waterfall Aviary

Parrot Paradise

Ini exhibit paling berisik. Tahu kan, kalo parrot memang hobi ngomong? Dan satu lagi gw suka dari parrot: Warna bulunya yang super colorful, ga heran kalo mereka sering jadi cover pensil warna. Hihihi.

Parrots
Gambar sedikit blur karena di-zoom mengingat jarak mereka yang jauh dan ukuran yang mungil. Parrots yang lain lagi sayang-sayangan, tapi yang di kanan bawah malah main berantem-beranteman.

Dinosaur Descendants

Cuma sedikit burung yang dikategorikan dinosaur descendant. Yang gw ingat, hanya burung unta, emu, dan burung marabau atau lebih dikenal dengan burung pemakan bangkai.

Di exhibit ini, pengunjung bisa memberi makan burung onta dengan membayar SGD 1untuk 4 buah pisang. Pisangnya sejenis pisang susu, kecil-kecil gitu. Jadi megangnya harus di ujung supaya tangannya ga ikut kena caplok. Udah gitu, si burung unta rakus ini makannya utuh sama kulitnya, ga pake dikupas, dan ga pake dikunyah. Glek!

Ostriches
Yang hitam itu jantan, Oscar namanya. Yang abu-abu itu betina, gw lupa siapa nama betinanya.
Replika Telur Burung Onta
Replika Telur Burung Onta. Beratnya bisa mencapai 2 kg dan besarnya 40 kali lipat dari telur ayam. Kalo makan itu, pastinya kolestrol langsung tinggi.

Flamingo Lake, Flamingo Pool, Wetlands, Saddlebill, Riverine, Pelican Cove

Sebenernya gw kurang suka burung-burung laut. Exhibit burung laut biasanya berbau sedikit amis dan menyengat. Tapi apa boleh buat, mereka juga burung, bird park kurang lengkap tanpa kehadiran mereka.

Pink Flamingo
Flamingo

Breeding & Research Centre

Terdapat beberapa jenis replika telur dengan berbagai macam warna dan ukuran. Selain kaya akan informasi, di Breeding & Research Centre juga terdapat telur-telur (dan juga bayi-bayi) yang sedang dierami di dalam inkubator.

Shows

Ada 2 macam show di Jurong Bird Park: Kings of the Skies Show sama High Flyers Show. Kalo waktunya mepet dan cuma bisa nonton salah satu,  pilihlah High Flyers Show, show-nya lebih menarik, burungnya juga lucu-lucu, bahkan ada parrot yang bisa nyanyi 3 macam bahasa: Mandarin, Indonesia, dan Inggris. Mau dengerin lagunya? Tonton video berikut:

Menurut gw, Kings of the Skies Show sedikit membosankan. Bisa di skip kalo ga punya banyak waktu, kecuali kalo suka sama burung pemakan bangkai, elang, burung hantu, atau burung-burung karnivora lainnya.

Tips

  • Makanan untuk beberapa binatang seperti ostrich, flamingo, pelican, dan penguin jumlahnya terbatas. Jadi kalo tertarik, langsung antri sebelum kehabisan.
  • Bawa payung, kacamata hitam, dan sunblock.
  • Berhubung sekarang lagi musim virus ZIKA, ga ada salahnya pake lotion anti nyamuk.
  • Gunakan sandal atau sepatu yang nyaman, kamu bakalan banyak jalan di sini.
  • Atur waktu sebaik mungkin supaya ga ketinggalan acara-acaranya.
  • Harga makanan dan minuman sedikit mahal. Gw makan spageti SGD 12, itupun porsinya kurang mengenyangkan. Kalo mau hemat, bawa snack / sandwich, dan botol minum sendiri. Di taman, disediakan beberapa tempat untuk mengisi air minum gratis.
  • Pengunjung bisa menyewa stroller (untuk bayi), wagon (untuk anak-anak) atau kursi roda (untuk yang membutuhkan). Informasi selengkapnya bisa dilihat di SINI.
  • Jangan memberi makan burung sembarangan. Burung-burung di sana benar-benar dirawat dan diberi makanan khusus dan bernutrisi. So, hindari membawa makanan sendiri untuk diberikan pada burung.
Share this!

Leave a Reply

  Subscribe  
Notify of