Merawat dan Menyimpan Uang Logam

Gw ngumpulin uang logam udah lama, mungkin sejak SD. Kalo uang kertas, baru gencar 2-3 tahun belakangan ini. Tapi gw hanya sebatas kolektor, bukan investor, dan belum menjadi numismatist.

Sejauh ini sih, gw ga pernah membeli uang logam ataupun uang kertas. Semua koleksi gw berasal dari pemberian teman, tukeran, atau sisa uang yang gw pake abis jalan-jalan. Terkadang memang pas nuker di money changer, memang sengaja dilebihin sedikit buat koleksi. Eh, itu itungannya beli atau ga ya?

Ok, cukup basa-basinya.

Postingan kali ini, gw akan membahas tentang cara merawat dan menyimpan koin atau uang logam.

Membersihkan Uang Logam

Kalo tidak mengerti caranya, jangan sekali-kali mencuci uang logam. Apalagi kalo uang tersebut nilainya tinggi. Mencuci uang logam justru bisa mengurangi nilai uang tersebut, seperti yang pernah gw ulas di post gw yang berjudul: Menentukan Kualitas Mata Uang (Grading).

Uang logam uncirculated (UNC) tidak perlu dibersihkan. Uncirculated (UNC) artinya uang dalam kondisi baru, belum pernah beredar, dan belum pernah digunakan. Begitu juga dengan proof coin, uang emas dan uang perak. Kalo memang perlu dibersihkan, bawalah ke profesional. Jangan membersihkannya sendiri kalo tidak mengerti. Air keran mengandung klorin yang akan mengubah warna uang logam. Bahan-bahan kimia pembersih juga bisa merusak permukaan uang logam tersebut.

Bagaimana dengan uang logam yang sudah lama beredar? Kebanyakan kan, kotor dan dekil. Apa boleh dicuci?

Uang-uang yang sudah lama beredar, sebelum dicucipun, sudah rusak. Kalo memang hanya sebatas koleksi pribadi, dan tidak berniat untuk menjualnya, boleh-boleh saja dicuci, asalkan dengan hati-hati.

Berikut langkah amannya:

  1. Cuci tangan sebelum memegang uang logam.
  2. Isi wadah plastik dengan air suling hangat. Ingat, jangan gunakan air keran karena air keran mengandung klorin yang bisa merusak uang logam.
  3. Tuangkan sedikit sabun bebas detergen.
  4. Masukkan koin ke dalam wadah dan gosok perlahan dengan tangan.
  5. Bilas dengan air suling.
  6. Tekan-tekan dengan kain lembut, jangan digosok. Kalo tidak ada, diangin-anginkan saja hingga kering.
  7. Simpan dengan baik. Pastikan uang logam benar-benar kering sebelum disimpan.

Saat mencuci, jangan mencuci semua uang logam sekaligus. Lakukan satu demi satu agar uang tidak saling bergesekan.

 

Menyimpan Uang Logam

Setelah dibersihkan, uang logam sebaiknya jangan terlalu sering disentuh. Memilih tempat penyimpanan juga harus berhati-hati, karena bahan kimia pada tempat penyimpanan bisa merusak warna atau merusak permukaan uang logam. Pilih yang bebas asam (acid-free) dan bebas PVC (PVC-free).

Beberapa opsi tempat penyimpanan uang logam:

Coin Tubes

Bentuknya ada yang kotak, ada yang lingkaran. Ukurannya pun berbeda-beda, tergantung diameter uang logam.

Coin tube (BCW, 2017)
Coin tube (BCW, 2017)

Kelebihan: Harga murah, hemat tempat, dan bisa menampung banyak koin.

Kekurangan: Permukaan uang logam bisa rusak akibat gesekan uang yang satu dengan yang lainnya.

Coin Flips

Dibedakan jadi 2 jenis, ada yang berbahan vynil dan ada juga yang berbahan kertas (atau umumnya disebut cardboard).

Untuk cardboard, umumnya berwarna putih dengan plastik transparan di tengahnya. Diameter plastik transparannya bervariasi, tapi ukuran kertas keseluruhan biasanya 2 inch x 2 inch. Agar uang logam tetap berada di tengah dan tidak lari kemana-mana, biasanya keempat sisinya di-staples.

Ada juga jenis cardboard yang adhesif. Artinya, bisa kedua sisinya bisa saling merekat, jadi da perlu di-staples.

Kelebihan: Murah. Hemat tempat. Sering digunakan oleh kolektor karena banyak tempat untuk menulis keterangan koin.

Kekurangan: Tidak cocok untuk jangka waktu lama, perlu diganti 5-10 tahun sekali. Kalo tidak berhati-hati, staple-nya bisa menggores uang logam. Untuk yang model adhesif, bahan lem yang digunakan mungkin bisa merusak koin.

Coin Capsules atau Coin Snaps

Perbedaan utamanya, coin capsule berbentuk lingkaran, coin snap berbentuk kotak. Umumnya digunakan untuk souvenir coins, terbuat dari bahan akrilik atau mylar. Di dalamnya, seringkali diberi foam berwarna putih atau hitam supaya terlihat lebih menarik.

Coin capsules (Duncannon, 2017)
Coin capsules (Duncannon, 2017)
Coin snaps (BCS, 2017)
Coin snaps (BCW, 2017)

Kelebihan: Aman dan cukup kedap udara.

Kekurangan: Harga mahal.

Coin Slabs

Terlihat profesional, karena bentuknya mirip dengan yang digunakan oleh grading company seperti PCGSNGC, dan sebagainya.

Coin slabs (BCW, 2017)
Coin slabs (BCW, 2017)

 

Coin slab dari PCGS
Coin slab dari PCGS

Kelebihan: Aman, dan terlihat lebih profesional. Terdapat tempat untuk meletakkan grading label.

Kekurangan: Harga paling mahal di antara tempat penyimpanan lainnya.

Coin Page

Bentuknya seperti lembaran-lembaran plastik. Ukurannya bervariasi, banyaknya slot per lembar juga bervariasi. Ada yang sudah berbentuk album, ada juga yang berupa lembaran-lembaran terpisah.

Slot-nya pun, ada yang sudah ada penutupnya, sehingga koin bisa langsung dimasukkan begitu saja. Akan tetapi gw kurang suka model ini, gw seringkali kesulitan memasukkan atau mengeluarkan koin.

Coin page bertutup, koin bisa langsung dimasukkan ke dalam slot kosong
Coin page bertutup, koin bisa langsung dimasukkan ke dalam slot kosong

Ada pula yang atasnya bolong. Kalo yang jenis ini, koin tidak bisa langsung dimasukkan begitu saja. Sehingga harus menggunakan cardboard coin holder.

Coin page (BCW, 2017)

 

Coin page (BCW, 2017)
Coin page (BCW, 2017)

Kelebihan: Koleksi lebih terorganisir dan enak dilihat. Harga tidak terlalu mahal.

Kekurangan: Untuk slot yang ada penutupnya, agak sulit untuk memasukkan / mengeluarkan koin. Bahannya pun belum tentu aman jika bersentuhan langsung dengan koin. Untuk yang tidak berpenutup, harus mengeluarkan biaya ekstra untuk cardboard.

 

Bagaimana Cara Gw Menyimpan Koleksi Gw?

Gw bukan kolektor profesional, cuma seneng aja ngeliatin uang. Gw juga ga punya koleksi langka yang nilainya jutaan. Juga ga punya proof coin, walaupun tiap kali ngeliat rasanya pengen punya. Koin-koin yang gw koleksi ya koin yang beredar di pasaran aja. Makanya gw pilih tempat penyimpanan yang murah, tapi enak buat dilihat.

Dulu, gw taro semua koleksi koin gw di coin album, yang modelnya seperti ini:

Coin album yang dulu gw pake

Namun, gw ga begitu merekomendasikan album model begini. Kenapa? Seiring bertambahnya koleksi, gw makin males beresin koleksi koin gw. Apalagi kalo gw mau naro koin baru di tengah-tengah album. Gw harus menggeser koin-koinnya satu per satu, sampe ke yang paling belakang. Selain itu, gw kurang suka model yang ada tutupnya begini, gw seringkali kesulitan ketika mau memasukkan atau mengeluarkan koin.

Akhirnya, gw beli yang model binder. Keputusan gw jatuh pada coin page BCW Pro 20-Pocket Page. Bahannya aman, acid free, no PVC. So far, gw puas sama kualitasnya (bukan sponsor dan bukan endorse ya. Tapi kalo ada yang mau sponsorin sih, gw terima dengan senang hati).

Hanya saja, coin page BCW ini cuma bisa masuk ke 3-ring binder, yang katanya ukuran binder umum di US. Berhubung gw tinggalnya di Asia, jarang banget ada 3-ring binder, kebanyakan 2-ring atau 4-ring.

Untuk flip-nya, gw pake PCCB coin holder cardboard (bukan sponsor juga). Ukurannya standar 2 inch x 2 inch. Pas banget masuk ke coin page BCW gw.

Nih, koleksi koin gw yang sekarang seperti ini, TA-DA:

Coin binder
Coin binder koleksi gw. Sengaja gw ga staples, karena gw ga suka aja ngeliatnya kalo di-staples.

 

Untuk cara merawat dan menyimpan uang kertas, bisa dibaca di SINI.

Share this!
Subscribe
Notify of
4 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Novelita
2 years ago

Itu beli coin page dimana ya?

2 years ago

artikel ini sangat berkualitas. terdapat banyak cara dalam menyimpan uang yang baik dan terbukti aman.